
acara berburu telah di mulai, semua peserta bersiap dengan membawa panah dan juga kuda mereka masing masing, raja memberitahukan bahwa hutan tempat berburu aman dan hanya ada hewan biasa saja, acara berburu pun di mulai.
semua peserta masuk kedalam hutan, bagi sebagian orang berburu untuk mendapatkan hewan buruan yang banyak dan mendapatkan hadiah adalah tujuan mereka namun beberapa orang juga menyadari bahwa berburu kerajaan bukan lah hal yang mudah.
juan xi tahu bahwa dirinya sedang di incar oleh beberapa pembunuh namun dia tetap santai saja, dia terus berjalan dengan kuda kesayangan milik nya menyelusuri hutan, juan xi sengaja membawa para pemburu itu jauh dari area berburu agar tidak menimbulkan masalah bagi acara kerajaan nya, karena kegagalan acara merupakan hal yang memalukan bagi kerajaan apa lagi waktu acara penyambutan sudah ada kehebohan yang terjadi.
tepat di tengah hutan juan xi di hadang oleh banyak nya kawanan serigala yang sepertinya sedang sangat marah, bukan juan xi namanya jika dia panik, juan xi dengan santai nya turun dari kuda kesayangan nya, membiarkan kudanya makan dengan santai setelah itu melihat kawanan serigala, pemimpin serigala mulai menyerang dan di susul oleh kawan kawan nya, tentu juan xi melayani dengan senang hati (hitung hitung olahraga), juan xi menyerang dengan sangat mudah, satu per satu serigala mati oleh pedang miliknya yang telah menemaninya berperang sedari kecil itu, setelah semua serigala di pastikan mati, juan xi melanjutkan perjalanan nya.
sudah pasti para membunuh itu telah mengikuti dirinya sejauh ini, menunggu kesempatan yang baik untuk menyerang, saat mereka rasa telah tiba waktunya untuk menyerang, juan xi langsung di serang oleh 10 orang berbaju hitam sekaligus, juan xi menyeringai tak ada satu kata pun dari nya yang keluar, pembunuh di depannya sungguh berambisi untuk bisa membunuh dirinya, pertarungan tak bisa di hindari, mereka bertarung dengan sangat sengit, juan xi menyadari para pembunuh di hadapan nya bukan lah pembunuh biasa melainkan orang yang sudah sangat terlatih.
"menarik" juan xi tambah bersemangat mengetahui lawan nya bukan lah orang yang mudah untuk di remeh kan, dia membabi buta dengan aura membunuh miliknya.
satu per satu pembunuh mulai tumbang di tangan juan xi, saat menyisakan ketua nya juan xi berhenti
"kau orang suruhan dari ratu zuya dan juga ratu pie sie kan" kata juan xi datar
"tak usah banyak tanya, aku ingin kau segera mati" kata ketua pembunuh itu
"hahahhaha kau cukup menarik, sangat di sayangkan jika kau mati oleh pedang kesayangan ku ini" kata juan xi sambil mengelus pedang miliknya yang sudah di penuhi darah
"diam dan rasakan ini" pemimpin pembunuh itu langsung menyerang juan xi, terlihat mereka bertarung sangat sengit namun sayang ketua pembunuh itu tak bisa mengungguli juan xi, ah hasil dia pun terdesak, juan xi tak berniat membunuh orang di hadapan nya sama sekali, dia memiliki sebuah rencana lain.
__ADS_1
"aku tak akan membunuh mu, asal kau mengikuti perkataan ku" seringai juan xi muncul dan terlihat sangat menyeramkan
"cuih, aku tak sudi untuk mengikuti dirimu" sinis ketua pembunuh itu
"oh baik lah, xi huan" teriak juan xi
"saya yang mulia" xi huan muncul dari tempat persembunyiannya
"tangkap anak beserta istri dari orang ini, dan bunuh mereka tepat di hadapan nya" kata juan xi datar
"jangan!!!" ketua pembunuh itu berteriak, dia tak menyangka putra mahkota mengetahui asal usul nya dan bahkan tentang keberadaan keluarganya
"aku berjanji akan menuruti apa yang kau katakan, asal kau tak melukai keluargaku" ucap ketua pembunuh itu dengan nada khawatir
"bukan kah tadi kau mengatakan sebaliknya" sindir juan xi
"baik lah, kumpulkan semua bukti kejahatan ratu zuya dan ratu pie sie, kau simpan dengan baik" perintah juan xi
"baik yang mulia" ucap ketua pembunuh itu
"dan lagi, kau dan seluruh keluargamu tak akan tinggal di kerajaan melainkan ikut bersama xi huan, dia yang akan menunjukan dimana kau akan tinggal" perintah juan xi datar
"baik yang mulia" xi huan membawa ketua pembunuh itu ketempat persembunyian yang telah juan xi siapkan.
__ADS_1
olahraga singkat juan xi telah selesai,untuk membuat rencananya semakin menarik juan xi meninggalkan jubah penuh darah itu di antara para mayat serigala yang menyerang nya tadi.
seseorang menemukan banyak nya mayat serigala, ada jubah putra mahkota di sana juga, dan tak lupa kuda hitam milik putra mahkota, dia langsung melaporkan kejadian yang dia lihat ke pada raja, sontak hal itu membuat acara berburu menjadi sangat heboh dengan hilang nya putra mahkota di luar area berburu apa lagi banyak mayat binatang buas di sana
raja memerintahkan semua orang untuk menghentikan acara berburu mereka dan memutuskan untuk mencari putra mahkota kerajaan nya, semua orang terkejut dan membantu raja mencari putra mahkota
dua orang wanita merasa sangat senang karena rencana pembunuhan mereka berhasil, keduanya tak sabar dengan rencana selanjut nya yang akan mereka lakukan.
saat semua orang sedang sibuk mencari keberadaan juan xi, yang di cari justru sedang makan romantis dengan istri nya di besmen.
jua xi sangat risih dengan badan nya memutuskan pergi ke besmen ara lie untuk membersihkan diri, ara lie terkejut melihat kedatangan juan xi yang hanya memakai hanfu dalam putih miliknya yang telah di penuhi darah
"ada apa dengan mu suami ku, apa kau terluka, mengapa begitu banyak darah, aku akan mengambil kan obat, oh astaga 😱 kau harus melepas hanfu mu dulu biar aku lihat seberapa parah luka yang kau miliki" pertanyaan beruntut di lontarkan ara lie saat kedatangan juan xi, juan xi terkekeh melihat sikap istri nya itu, yang tak memberikan jeda sama sekali untuk dirinya menjawab
"kenapa kau hanya memandangi diriku ku, apa terasa sangat sakit, ayo cepat masuk aku akan segera mengobati dirimu" cerewet ara lie, juan xi tertawa melihat tingkah lucu permaisuri nya itu, dia mendekat dan memeluk erat tubuh mungil wanita di hadapan nya
"bagaimana aku bisa menjawab semua pertanyaan mu itu sayang ku, sedangkan dirimu sendiri tak memberikan waktu untuk ku menjawab hem" jawab juan xi sambil memeluk ara lie dan melihat dengan jelas wajah cantik istri tercintanya itu.
" maaf, apa kau merasa sakit?" tanya ara lie yang sangat khawatir dan juga penasaran dengan kondisi juan xi
"aku baik baik saja, hanya perlu mandi untuk menghilangkan bau darah ini" jawab juan xi santai
"mengapa banyak darah di tubuhmu jika kau tak terluka?" kata ara lie lagi
__ADS_1
"nanti aku ceritakan, jadi aku boleh mandi dulu kan, sudah sangat bau badan ku ini, apa kau suka dengan bau badan suami tampan mu ini hem" goda jian xi sambil mencubit pipi permaisuri nya
"iiihhh iyu,,, mandi sana, bau getir darahnya sangat tidak enak" usir ara lie, juan xi berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri, saat telah selesai ara lie sudah menyiapkan makanan untuk juan xi, mereka pun makan bersama dengan sesekali juan xi bercerita kepada ara lie dengan apa yang terjadi.