
perayaan yang seharusnya menggembirakan itu langsung berubah menjadi suasana duka atas kondisi permaisuri kaisar, kericuhan terjadi di antara para tamu undangan, mereka sangat khawatir saat tiba tiba kaisar berteriak dan langsung membawa permaisuri pergi dari acara begitu saja, segera raja memberi perintah kepada para tamu undangan untuk kembali ke kediaman mereka masing masing.
rasa khawatir menyelimuti hati juan xi, dirinya tidak ingin jika sampai permaisuri nya mengalami hal buruk,
"apa yang terjadi dengan permaisuri?" tanya juan xi kepada tabib kerajaan yang sudah selesai memeriksa kondisi ara lie, raut muka nya terlihat sangat ketakutan
"aa..ampun yang mulia, permaisuri..." ucap tabib ragu ragu
"katakan!" bentak juan xi
"tubuh permaisuri sangat lemah yang mulia, kondisinya sangat buruk saat ini" jelas tabib tubuhnya di penuhi dengan ketakutan
"aku tidak mau tahu, kau harus segera mengobati permaisuri ku sampai sembuh atau seluruh keluarga mu yang akan menanggung akibat atas sedikit saja kesalahan mu" ancam juan xi
"mohon ampun yang mulia, hamba mohon jangan lakukan itu kepada keluarga hamba, hamba akan berusaha semaksimal mungkin yang mulia" ucap tabib memohon, juan xi tidak menggubrisnya saat ini dirinya hanya ingin kesembuhan dari ara lie, hatinya sangat sakit melihat kondisi permaisuri nya saat ini.
seminggu berlalu, masih belum ada tanda tanda kondisi ara lie akan membaik, juan xi selalu di liputi dengan perasaan gelisah, khawatir dan juga sangat takut, juan xi tidak siap dan tidak akan pernah siap jika harus kehilangan wanita tercintanya, sedikit pun juan xi tidak pernah meninggal kan ara lie, urusan negara kekaisaran juan xi titipkan kepada ayah nya yang merupakan seorang raja, ayah nya tahu betul penderita an dari juan xi, sebisa mungkin membantu juan xi dengan apa yang ayah nya bisa.
segala cara telah di lakukan oleh juan xi untuk dapat mengembalikan ara lie kembali, dia sampai meminta para pengawal nya untuk mencarikan tabib terhebat di seluruh dataran namun tetap saja hasil nya nihil, juan xi tidak pernah ingin menyerah dengan kondisi yang di derita permaisuri saat ini, dirinya sungguh sangat takut, juan xi tidak pernah bisa membayangkan bagaimana hidup nya jika harus kehilangan permaisuri tercintanya dalam kehidupan ini hanya sosok ara lie lah yang dapat merubah diri juan xi yang tadinya tidak memiliki hati menjadi pria penuh perasaan, dan hanya kepada ara lie dia berikan seluruh perasaan nya.
"sayang, suami mu ini memohon tolong bertahan lah" ucap juan xi sedih di sisi ranjang permaisuri nya berada sambil menggenggam erat tangan ara lie wajah juan xi terlihat sangat sendu
"yang mulia, anda juga harus menjaga kondisi tubuh anda saat ini, sudah berhari hari anda tidak memakan apapun dan tidak beristirahat dengan baik" kata raja yang datang mengunjungi menantunya
"aku tidak ingin makan apapun ayah sebelum permaisuri ku yang memberikan nya kepada ku" jelas juan xi melihat sendu wajah ara lie
__ADS_1
"hamba yakin jika permaisuri sadarkan diri dan tahu anda tidak makan dengan baik pasti dirinya akan merasa sangat kecewa kepada anda yang mulia" bujuk raja
"aku tidak perduli ayah, jika dia memang ingin aku makan dan istirahat dengan teratur seharusnya di segera membuka matanya, aku ingin mendengar suara marah nya kepada ku ayah" juan xi tak kuasa menahan dirinya, hati nya benar benar sakit saat ini mengingat segala kemungkinan yang akan terjadi
juan xi seorang pria yang gagah berani mampu memenangkan setiap peperangan yang dia jalani, mampu memberi perintah kepada siapapun yang dia kehendaki, pria yang sangat di hormati dan juga di takuti dengan kekuasaan yang dia miliki, kini terlihat sangat rapuh wajahnya terlihat sendu, ayah nya yang melihat kondisi putranya sungguh tidak tega, raja berharap semoga keajaiban segera datang, agar anak nya dapat kembali seperti sedia kala.
pertemuan dalam mimpi
"sayang" panggil zahra kepada juan xi agar dia mau membuka matanya
"siapa kau?" tanya juan xi yang melihat seorang wanita di samping nya terlihat sedikit ada kemiripan dengan wajah permaisuri nya
"aku adalah zahra" jawab zahra
"siapa kau dan di mana aku?" tanya juan xi melihat sekeliling nya yang banyak terlihat kabut putih di mana mana
"tidak kau bukan istri ku!" sangkal juan xi tidak percaya membuat zahra sedikit sakit hati lalu sosok ara lie muncul di hadapan juan xi
"permaisuri" ucap juan xi bahagia melihat ara lie dia ingin memeluk ara lie namun ara lie langsung menghindar
"aku bukan lah permaisuri mu yang mulia, dia lah permaisuri mu selama ini" ucap ara lie menunjuk zahra
"apa maksud dari perkataan mu permaisuri? aku tidak mengerti" kata juan xi.
zahra dan ara lie mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada juan xi, juan xi terlihat tidak percaya namun memang ara lie yang dia temui saat ini bersikap jauh berbeda dari zahra yang terlihat memang seperti sikap permaisuri nya selama ini
"jadi selama ini kau adalah permaisuri ku?" tanya juan xi kepada zahra
__ADS_1
"iya kaisar ku" kata zahra meyakinkan, juan xi langsung memeluk zahra erat
"kau terlihat sangat cantik dengan wujud asli mu sayang" ucap juan xi memuji langsung memeluk zahra erat, zahra membalas pelukan juan xi, sungguh dirinya tidak tega.untuk meninggalkan juan xi
"suami ku ada yang ingin aku katakan kepada mu" ucap zahra melepaskan pelukan mereka
"apa yang ingin kau katakan permaisuri?" tanya juan xi lembut
"jiwa ku sudah tidak dapat bertahan lama di dalan dunia mu, mungkin aku akan segera kembali kedalam dunia ku" jelas zahra sedih
"apa maksud dari perkataan mu permaisuri? jangan katakan hal yang tidak tidak, aku tidak menyukai nya" kata juan xi tidak ingin mendengar apa yang zahra katakan, juan xi sudah bahagia mengetahui sosok permaisuri nya selama ini, yang ternyata begitu sangat cantik, juan xi tidak perduli asal usul dari permaisuri nya yang juan xi ingin kan hanya hidup bersama dengan wanita yang dia cintai dan wanita yang mencintai nya selama ini
"yang mulia tubuh ku sudah tidak dapat bertahan lebih lama lagi, dan zahra harus segera kembali kedalam tubuh asli nya karena sudah ada seseorang yang sedang menunggu nya saat ini" jelas ara lie kepada juan xi
"tidak! aku mohon permaisuri tolong jangan tinggal kan aku, aku tidak tahu harus bagaimana jika tidak ada dirimu, kau tahu beberapa hari ini diriku sungguh sudah menderita" juan xi memohon kepada zahra, sungguh hati nya tidak bisa menerima jika harus kehilangan permaisuri nya.
"tolong maaf kan aku sayang, tapi waktu ku benar benar sudah habis, ingat satu hal sayang, tolong jangan pernah kau melakukan hal bodoh setelah kepergian ku, kau harus ingat aku sangat mencintaimu" ucap zahra dengan penuh kesedihan
"aku juga sangat mencintai dirimu permaisuri, jangan tinggal kan aku" ucap juan xi, ara lie tidak menjawab dia langsung memeluk erat juan xi, semakin lama jiwa zahra semakin menghilang dalam dekapan juan xi.
"tidak! jangan tinggal kam aku permaisuri!"
kembali ke dunia nyata
"tidak! jangan tinggal kan aku permaisuri!" teriak juan xi histeris terbangun dari tidur nya, secepat mungkin juan xi langsung memeriksa tubuh ara lie, dan benar ada nya, ara lie telah tiada.
"tidakkkkk!!!!!!"
__ADS_1
🍁