RUMOR PERMAISURI SANG IBLIS PERANG

RUMOR PERMAISURI SANG IBLIS PERANG
46


__ADS_3


tarian panglima min di akhiri dengan tepuk tangan setiap orang yang menyaksikan tampilan nya, di iringi dengan tawa lepas dari wanita yang berada dalam ruangan itu, panglima min merasa sangat malu.


"gege, kau mau kemana?" tanya ara lie melihat panglima min melangkah keluar


"aku sangat malu mei mei, aku akan segera merapihkan ini semua" ucap panglima min kesal melihat dandanan nya saat ini


"kau sangat cantik gege bahkan aku saja sampai iri melihat kecantikan wajah mu" timpal putri sie sie


"yang di ucapkan sie sie benar gege, kau sangat cantik dengan dandanan seperti itu" tawa ara lie dan putri sie sie kembali meledak, sedangkan orang yang di tertawakan langsung bergegas pergi meninggalkan ruangan siksaan untuk dirinya itu.


"sudah cukup istri ku, kasihan kakak ipar" ucap fred yang merasa kasihan melihat panglima min yang selalu di kerjain oleh istrinya


"tapi yang aku katakan itu benar suami ku, gege bahkan lebih cantik dari kita berdua" ucap putri sie sie tak mau kalah.


ara lie merasa dirinya barusan bersikap keterlaluan terhadap panglima min langsung bergegas menyusulnya ke paviliun milik panglima min


"gege" panggil ara lie


"iya mei mei" jawab panglima min


"maaf kan atas sikap kami berdua tadi" ucap ara lie tak enak hati


"sudah lah lupakan saja, yang terpenting kalian semua bahagia" jelas panglima min, walaupun dia merasa sangat kesal namun hal itu tidak sebanding dengan tawa lepas dari semua anggota keluarga nya saat ini


"terimakasih, aku sangat merindukan dirimu" ucap ara lie memeluk panglima min


"aku juga sangat merindukan dirimu mei mei" mereka saling berpelukan melepas kerinduan di antara mereka.


malam semakin larut ara lie melangkah kembali kedalam paviliun nya, karena tak ingin juan xi menunggu terlalu lama, di tengah perjalanan dada ara lie terasa sangat sesak, setetes darah mengalir keluar dari hidung nya, dengan cepat ara lie membersihkan nya, ara lie tidak ingin ada seorang pun yang tahu akan kondisi dirinya saat ini, sebisa mungkin ara lie ingin menyembunyikan keadaan nya terlebih dahulu kepada semua orang.


"sayang" panggil juan xi yang melihat ara lie mematung di luar

__ADS_1


"iya" jawab ara lie menghampiri juan xi


"kau sedang memikirkan hal apa?" tanya juan xi sambil memegang wajah cantik ara lie


"aku hanya merasa tidak enak hati terhadap gege tadi" kata ara lie


"bukan kah kau sudah mengunjungi nya tadi" ucap juan xi


"sudah, hanya saja aku merasa sikap ku tadi terlalu berlebihan bersama sie sie" jelas ara lie sedih


"sudah lah, aku yakin adik ipar pasti tidak merasa keberatan terhadap sikap kalian, mari kita masuk, hari sudah semakin larut" juan xi menggandeng ara lie masuk kedalam kamar mereka.


malam yang panjang, juan xi menghukum ara lie sesuai janjinya di dalam kereta siang tadi, ara lie mengutuk dirinya sendiri karena telah kelepasan dalam berbicara kepada suami nya itu al hasil dia harus menerima hukuman penuh cinta dari juan xi hingga dini hari, dan membuat seluruh tubuhnya terasa remuk.


kediaman jendral pang sedang sangat sibuk menyiapkan segala keperluan untuk acara yang akan di gelar nanti malam, terlihat para pelayan yang sangat kewalahan berlalu lalang tidak ada hentinya, namun lain halnya dengan kamar milik juan xi dan ara lie yang terlihat sangat sepi dan damai, bahkan mereka melewatkan waktu sarapan mereka.


jendral pang tidak bertanya apa pun dengan ketidak hadiran dari putri dan juga menantunya itu, justru jendral pang sangat senang dan berdoa agar pasangan itu cepat di beri kebahagiaan seperti putri sie sie saat ini


" di mana mei mei ayah?" tanya putri sie sie yang tidak melihat kehadiran dari ara lie dan juga juan xi di ruang makan


"mengapa demikian?" tanya putri sie sie tak mengerti


"sudah lah sayang ku, mereka itu sepasang suami istri jadi wajar saja jika mereka terlambat untuk memakan sarapan mereka" jelas fred kepada istri tercintanya, yang mengetahui maksud dari perkataan ayah mertua nya tadi


"ya sudah lah, aku tidak ingin memusingkan apa yang kalian bicarakan itu, aku dan anak ku sudah merasa sangat lapar" ucap putri sie sie bersemangat melihat makanan yang ada di hadapan nya saat ini, para lelaki hanya bisa menggelengkan kepala mereka sambil tersenyum menyaksikan tingkah dari putri sie sie, apa lagi cara makannya yang sangat rakus sekarang ini, tidak sama seperti dirinya sebelum mengandung.


"pagi sayang" ucap juan xi sambil mengecup dahi istri nya


"sudah bukan waktu pagi lagi suami ku, matahari sudah sangat terik" kata ara lie melihat cahaya matahari yang sudah sangat terang di luar sana


"biarkan saja, toh tak ada bedanya" ketus juan xi


"iya sudah terserah pada mu" ara lie berjalan menuju kamar mandi untuk berendam di dalam bak mandinya, berharap dapat menghilangkan rasa pegal di seluruh badan nya akibat dari permainan suami nya yang tidak kenal ampun itu, sedangkan juan xi dia sangat puas menikmati hukuman yang dia berikan kepada ara lie yang berlangsung semalaman

__ADS_1


hari sudah tampak gelap, kediaman jendral pang sudah terlihat sangat ramai di penuhi dengan tamu undangan yang sudah berdatangan, juan xi dan ara lie memakai baju yang senada untuk acara kali ini, mereka terlihat sangat serasi, semua orang yang menyaksikan mereka merasa sangat cemburu dan juga iri dengan kehangatan dan keromantisan yang terpancar dari pasangan serasi itu.


"selamat untuk mu jie jie, maaf kan aku karena tidak bisa memberi kan hadian yang istimewa untuk dirimu, aku hanya bisa memberikan hadiah sederhana ini, semoga kau dapat menerimanya" ucap ara lie sambil memberikan sebuah kotak kepada putri sie sie


"mei mei bicara apa sih, hadiah apapun yang mei mei berikan kepada ku pasti akan aku terima dengan sangat senang hati, yang terpenting mei mei bisa hadir berkumpul bersama keluarga kita di sini itu sudah lebih dari cukup" jelas putri sie sie


"terimakasih jie jie, buka lah" perintah ara lie, putri sie sie membuka kotak yang di berikan ara lie, ternyata berisi sebuah gaun yang sangat cantik dan ada dua baju kecil juga di sana yang sangat serasi dengan gaun cantik itu


"ini sangat indah mei mei" ucap putri sie sie senang


"aku yang mendisain gaun nya, gaun itu senada dengan dua baju kecil itu, aku tidak tahu anak mu nanti akan laki laki atau perempuan jadi aku buat kan untuk kedua nya, semoga kau senang iya jie jie" jelas ara lie


"aku sangat senang mei mei, terimakasih" ucap putri sie sie terharu langsung memeluk kakak nya itu


"ah iya, aku juga membuatkan tempat tidur untuk anak mu nanti, tapi tidak aku perlihatkan di sini, aku akan mengirimkan nya ke kediaman milik mu jie jie" bisik ara lie


"mei mei memang yang terbaik" seru putri sie sie.


acara berjalan dengan penuh kegembiraan, suara canda tawa terpancar di sepanjang acara, harapan dan doa menyelimuti setiap hati seseorang, mengharapkan kebahagiaan akan selalu hadir di kehidupan mereka, tak akan ada lagi penderita yang akan mengusik ketenangan di antara mereka kembali.



***harpa kehidupan terus berjalan***


***sebuah takdir sudah di tentukan***


***jika jiwa boleh berharap***


***izinkan diri untuk terus bersama dengan nya***



~***seutas harapan***~

__ADS_1


🍁


__ADS_2