RUMOR PERMAISURI SANG IBLIS PERANG

RUMOR PERMAISURI SANG IBLIS PERANG
23


__ADS_3


suasana malam hari sedang terasa sedikit dingin, entah mengapa saat mengetahui di kerajaan sedang mengadakan perayaan, ada sedikit rasa khawatir di dalam diri ara lie, dia berdoa semoga tidak terjadi apa apa kepada juan xi.


waktu sudah semakin larut namun ara lie tetap tidak bisa memejamkan matanya, hatinya selalu merasakan firasat buruk, tiba tiba terdengar pintu di ketuk, ara lie membuka pintu nya mendapati huan jie dan xi huan sedang membopong juan xi yang terlihat sangat pucat, sontak membuat ara lie merasa sangat khawatir


"apa yang terjadi pada juan xi?' tanya ara lie pada mereka berdua


"akan aku ceritakan nanti istri ku, sekarang kau tolong diri ku terlebih dahulu" juan xi yang menjawab, ara lie langsung membawa juan xi masuk, baru dia menutup pintu, ara lie langsung di tarik oleh juan xi, juan xi menci**m bi**r nya dengan sangat rakus dan buas, ada apa dengan juan xi fikir ara lie, merasa kehabisan nafas ara lie mendorong juan xi dengan keras.


" tolong aku sayang ku, ini sungguh sangat panas" rintih juan xi sambil membuka bajunya, ara lie melihat juan xi yang sepertinya terkena obat perangsang membuat ara lie tidak tega, dan akhirnya mereka pun bergulat dengan penuh cinta😁


ara lie yang kelelahan langsung terlelap, juan xi memandang wajah istri nya yang terlihat sangat cantik tanpa ada riasan sedikit pun tersenyum


"terimakasih sayang ku,cup" juan xi mencium ara lie, saat dia hendak beranjak pergi, ara lie terbangun karena kecupan juan xi tadi


"kau mau pergi kemana suami ku?' tanya ara lie


"aku harus membereskan yang belum aku bereskan istri ku" jawab juan xi


"bukan kah seharusnya kau menjelaskan apa yang terjadi dengan dirimu barusan suami ku" ucap ara lie, juan xi menceritakan apa yang terjadi di penjamuan kerajaan sontak membuat ara lie sangat marah


"bisa bisa nya dia ingin menjebak suami ku saat aku tak ada" kesal ara lie


"sudah lah istri ku, kau harus bersabar, lagi pula percayalah pada suami mu ini, aku pasti akan menjaga diriku dengan lebih baik lagi" ucap juan xi mencoba meyakinkan ara lie


"ingat suami ku, kau pria milik ku, jika sampai ada yang menyentuh dirimu sedikit pun, akan ku potong bagian tubuh nya yang telah menyentuh dirimu" ancam ara lie


"istri ku memang yang terbaik" puji juan xi pada ara lie

__ADS_1


"baik lah, pergilah, dan ingat jaga dirimu baik baik sampai aku kembali" kata ara lie


"baik lah, kau juga jaga dirimu istri ku, sungguh aku sangat merindukan dirimu, tapi kita harus berpisah untuk sementara" juan xi sedih


"sudah lah, cepat lah selesaikan semua nya agar kita bisa kembali bersama" sesungguhnya ara lie berat melepaskan juan xi, namun dia juga mempunyai rencana tersendiri begitu juga dengan juan xi


juan xi kembali menggunakan kecepatan yang dia punya, saat kembali di kediaman istirahat miliknya sedang sangat ramai, dia pun ikut serta untuk melihat


"ada apa di sini?" tanya juan xi datar, terlihat putri sie sie yang sedang menangis tersedu sedu di pelukan selir bai tanpa menggunakan sehelai baju dan hanya di tutupi selimut milik juan xi, dan seorang lelaki yang merupakan pemain seni di acara teater perayaan kerajaan tadi terlihat babak belur di tangan panglima min


"kau dari mana saja putra ku?" tanya raja


"aku tadi merasa tidak enak badan, lalu meninggalkan perayaan untuk menenangkan diri" jawab juan xi


"awalnya tadi ayah handa mendengar laporan bahwa ada mata mata di kediaman tempat peristirahatan mu, dan saat kemari kami mendengar suara gaduhan di dalam, ayah berfikir kau kenapa napa dan saat di buka ternyata hal yang sangat tidak di duga" jawab raja pada putra nya itu


"mohon ampun putra mahkota, atas keributan dan kekacauan yang telah di buat oleh putri saya ini, hamba berjanji akan menghukum nya" ucap jendral pang dengan nada tak enak hati dan juga marah


"sebaiknya ayah mertua cepat menyelesaikan nya" kata juan xi datar


"terimakasih yang mulia, kalau begitu keluarga hamba mohon undur diri" jendral pang sangat malu dengan kelakuan putri ketiga nya itu, dia memutuskan untuk kembali kekediaman jendral dan melaksanakan pernikahan putri sie sie dengan pemuda tadi tanpa adanya perayaan pernikahan sama sekali.


kabar pernikahan putri sie sie tersebar luas tentu ara lie mendengar tentang hal itu, ada rasa senang di hati karena setelah menikah putri sie sie tidak akan menjadi pengganggu rumah tangganya lagi, namun ara lie juga masih sangat marah mengingat niat putri sie sie yang mau menjebak suami nya, ara lie tau pasti itu perbuatan selir bai dan dia berjanji akan mengungkap segala keburukan selir bai suatu hari nanti.


acara kerajaan masih terus berlanjut, walau ada sedikit kehebohan.


hari ini di adakan pesta berburu di kerajaan, semua orang bisa berpartisipasi dalam acara ini, baik laki laki maupun perempuan, acara di gelar di hutan kota kerajaan ping, yang sudah di pastikan keamanan nya oleh sang raja.


sebelum acara berburu di mulai semua peserta berkumpul di lapangan yang telah di siapkan, untuk mendengar sepatah kata dari raja,

__ADS_1


"putra mahkota" putri ana lie menghampiri juan xi, juan xi tak menghiraukan dirinya


"bolehkah aku berburu dengan mu, kau tau kan sedari dulu aku tak terlalu pandai berburu" ucap putri ana lie mengajak juan xi tapi malah di abaikan oleh juan xi


"awas saja kau juan xi, kau berani beraninya mengabaikan diriku, akan aku pastikan, aku akan membalas perlakuan mu, sampai kau sendiri yang akan memohon ampun kepada diriku" ucap putri sie sie saat juan xi terus mengabaikan setiap dirinya mendekati juan xi, juan xi jengah dengan sikap orang yang selalu berpura pura kepada dirinya, juan xi dari dulu sadar bahwa setiap orang yang mendekati dirinya pasti hanya memandang tahta nya saja, namun tidak setelah juan xi memiliki ara lie fikirnya.


di sisi lain ratu pie sie sedang menerima undangan ratu zuya untuk datang ke tenda miliknya, tentu dengan senang hati ratu pie sie menyetujuinya


"salam yang mulia ratu zuya" salam ratu pie sie


"salam juga yang mulia" jawab ratu zuya anggun


"jadi apa yang kau rencanakan ratu" to the points ratu pie sie


"tak perlu ter buru buru ratu, minumlah teh mu terlebih dahulu" kata ratu zuya santai


"jadi" lanjut ratu pie sie


"dalam acara berburu nanti, aku berencana akan membunuh sang iblis perang itu, untuk langkah awal kita menghancurkan kerajaan ini" jawab ratu zuya santai


"kau akan mengirim pembunuh di acara nanti" kata ratu pie sie


"kau benar bukan hanya itu, aku juga akan mengirim hewan buas untuk memakan tubuhnya, supaya kematian nya terlihat di karena kan oleh hewan buas" ucap ratu zuya puas


"kau sangat pintar ratu, aku sangat setuju dengan ide bagus mu itu, setelah kita menggulingkan putra mahkota sialan itu, kita memiliki banyak peluang untuk menjatuhkan kerajaan ini, dan aku, aku akan menjadi penguasa kerajaan ini hahaha" tawa ratu pie sie senang.


"kau bisa menikmati nya nanti ratu, sekarang banyak yang harus kita selesaikan" ucap ratu zuya


"kau benar ratu" mereka terus ber bincang tentang rencana rencana yang akan mereka lakukan ke depan tanpa di sadari semua pembicaraan mereka telah sampai ke telinga juan xi.

__ADS_1


__ADS_2