RUMOR PERMAISURI SANG IBLIS PERANG

RUMOR PERMAISURI SANG IBLIS PERANG
36


__ADS_3


sinar hangat matahari pagi menyinari dua orang insan yang sedang saling memadu rindu, terlihat lebih hangat dari pancaran sinar matahari.


"kau harus makan lebih banyak sayang ku, aku ingin kau cepat sembuh" perintah juan xi


"aku sungguh sudah sangat kenyang suami ku" rengek ara lie, yang sedari tadi terus terusan di suapi oleh juan xi


"ini tinggal sedikit lagi, ayo lah sayang ku, atau mau aku itu kan kau" mata jahat juan xi mulai terpancar


"hey hey hey, jaga mata jahat mu itu, kau tahu bukan saat ini diriku tidak bisa melakukan apa yang otak mu itu pikirkan, jadi singkirkan jauh jauh fikiran buruk mu itu" tegas ara lie cemberut


"iya aku tahu, oleh karena itu kau harus memakan ini sampai habis, agar cepat sembuh dan kita bisa melakukan itu" seringai juan xi


"bisa kah kau tak memikirkan tentang hal itu suami ku, di mana wibawa mu yang selalu kau jaga itu" jengkel ara lie


"itu tidak berlaku untuk mu permaisuri ku" senyum juan xi


"dah lah, aku ingin beristirahat" ara lie langsung tiduran dan menutup tubuhnya dengan selimut


"baik lah jika kau tidak ingin menghabiskan makanan ini, biar aku kembali sekarang saja ke kerajaan" ancam juan xi


"ya sudah silahkan" ara lie tak perduli


"oh baik lah" juan xi keluar dari kamar ara lie, sontak ara lie langsung membuka selimutnya.


"apa dia benar benar meninggal kan ku?" tanya ara lie pada dirinya sendiri, tadinya ara lie hanya ingin bergurau saja dengan juan xi, melihat juan xi yang keluar dari kamarnya ara lie reflek berlari tapi sialnya dia tersandung dan akhirnya


"brakkk!" ara lie jatuh tersungkur di lantai, juan xi sebenarnya masih di depan pintu, juan xi ingin memberi pelajaran kepada ara lie yang keras kepala, saat mendengar suara benda terjatuh, juan xi langsung bergegas masuk, dan melihat ara lie yang sudah tersungkur di lantai


"istri ku!" teriak juan xi langsung berlari membantu ara lie kembali ketempat tidur


"apa ada yang sakit, maaf kan aku, aku tadi hanya ingin memberikan sedikit pelajaran untuk mu" kata juan xi khawatir


"sssttt, sepertinya luka ku terbuka lagi" jawab ara lie merasakan nyeri di perutnya yang sudah di penuhi darah, tentu juan xi langsung panik, bergegas memanggil tabib,


tabib memeriksa ara lie dan kembali membalut lukanya.


"yang mulia, sebaiknya anda lebih hati hati lagi, luka yang anda alami sangat lah parah, jika terbuka lagi bisa menyebabkan infeksi yang cukup berbahaya, jadi hamba mohon lebih berhati hati lagi dan terus rutin meminum obat yang telah hamba tuliskan" jelas tabib kepada ara lie


"terimakasih tabib, tadi saya yang terlalu ceroboh" kata ara lie


"tidak sayang ku, itu karena kesalahan ku, aku janji tak akan mengulangi nya lagi" ucap juan xi khawatir


"baik lah yang mulia, hamba mohon undur diri terlebih dahulu" tabib berlalu pergi.

__ADS_1


"maaf iya sayang" sesal juan xi


"sudah lah ini bukan salah mu, tubuhku saja yang lemah" ucap ara lie tersenyum


"ya sudah minumlah obatnya dan segera beristirahat" perintah juan xi.


setelah beberapa saat ara lie akhirnya terlelap, juan xi menutupi tubuh ara lie dengan selimut dan mengecup kening nya.


"cepat sembuh ya sayang" kata juan xi terus berlalu pergi meninggalkan kamar ara lie.


juan xi memanggil ketiga pengawal setianya


"salam yang mulia semoga selalu di berkati" salam ketiganya


"aku ingin pergi sebentar, lian xi dan xi huan jagalah permaisuri untuk ku, dan jie ikut bersama dengan ku" perintah dari juan xi


"baik yang mulia" jawab lian xi dan juga xi huan.


ara lie terbangun dari tidurnya melihat kesekeliling tidak menemukan keberadaan juan xi, mungkin dia sedang pergi fikir ara lie, ara lie berjalan perlahan, brak! tiba tibapintu terbuka.


"yang mulia sudah bangun" kata lian xi yang mendengar langkah kaki di dalam


"kau mengagetkan diriku lian, dimana juan xi?" tanya ara lie


"yang mulia putra mahkota sedang ada urusan di luar yang mulia, mungkin sebentar lagi beliau akan kembali" jelas lian xi.


"baik lah yang mulia, tapi hanya sebentar saja, nanti bisa bisa yang mulia putra mahkota akan menyalahkan saya" lian xi sangat takut membuat tuan nya marah apa lagi terkait dengan permaisuri nya bisa bisa kepala langsung melayang pikir lian xi


"kau tak perlu khawatir, juan xi tak akan marah kepada dirimu kan ada diri ku" ara lie meyakinkan. lian xi hanya pasrah dan membantu ara lie ke taman di temani xi huan juga.


di sisi lain juan xi sedang dalam perjalanan pulang, melihat seorang wanita yang sedang di ganggu oleh banyak bandit, merasa tidak tega juan xi membantu perempuan itu.


"terimakasih tuan, karena telah menyelamatkan saya" kata wanita itu


"hmmm" juan xi hanya berdehem sebagai jawaban nya langsung berlalu meninggalkan wanita itu. wanita itu menyeringai melihat kepergian juan xi, ada niat jahat di balik senyuman nya.


juan xi kembali ke kediaman tempat dia tinggal sekarang, saat ingin menuju ke kamara ara lie, juan xi mendengar suara tawa ara lie di taman, langsung bergegas ke sana


"mengapa kau di sini sayang ku, kau ingat kata tabib kau harus banyak beristirahat" kata juan xi


"kalian kenapa membiarkan permaisuri keluar!" bentak juan xi kepada dua pengawal nya itu


"jangan marah suami ku, maaf kan aku, aku hanya merasa bosan dan meminta mereka untuk membantu ku ke taman" jelas ara lie


"baik lah, sekarang kita masuk" tanpa menunggu jawaban dari ara lie, juan xi langsung menggendong nya ke dalam kamar ara lie.

__ADS_1


hari berganti ara lie sudah merasa dirinya lebih baik dari sebelumnya, ara lie ingin pergi berjalan jalan selagi juan xi masih berada di luar kediaman, karena jika juan xi ada di kediaman pasti juan xi akan super protektif kepada ara lie, yang membuat ara lie tidak bisa melakukan apa pun.


"lian, mari kita pergi ke pasar" kata ara lie antusias


"ampun yang mulia, anda tidak boleh berpergian dulu nanti putra mahkota yang akan menyalahkan kita" jelas lian xi sambil melihat xi huan


"dia baru saja pergi, pasti lama kembalinya, ayo lah kita pergi ke pasar untuk menghilangkan bosan, aku sungguh merasa sangat bosan, apa kalian ingin aku jadikan badut penghibur ku di kediaman ini untuk menghilangkan rasa bosan ku" ancam ara lie membujuk kedua anak buah nya


"ampun yang mulia, lebih baik kita pergi ke pasar sebentar" lian xi hanya bisa pasrah, dia dan xi huan tak bisa menolak suami istri majikan mereka itu, keduanya sama sama sangat mengerikan fikir mereka.


pasar hari ini terlihat sangat ramai membuat senyum ara lie mengembang, ara lie berbelanja berbagai macam hal yang dia sukai, dan berlalu ke restoran milik nya untuk beristirahat.


ara lie sedang asik menyantap hidangan nya, tiba tiba ada wanita yang menghampirinya dengan sangat terburu-buru


"nona tolong adik saya, adik saya di serang oleh orang jahat di gang sana hiks" isak wanita itu memohon ke ara lie


"tenang dulu nona, apa yang terjadi?" tanya ara lie tak tega melihat wanita itu terus menangis


"aku tadi sedang berjalan jalan dengan adik ku, tiba tiba beberapa orang menghadang kami di gang sana, aku bisa lolos namun adik ku tertangkap oleh mereka, nona mohon tolong adik ku hiks" wanita itu bersujud terus memohon kepada ara lie, ara lie yang melihatnya tidak tega dan menuruti wanita itu untuk menolong adik nya di ikuti oleh lian xi dan juga xi huan.


lian xi dan xi huan menghajar orang yang sedang melecehkan adik wanita itu tanpa ampun .


"kakak hiks hiks" tangis gadis muda langsung memeluk wanita itu saat melihatnya wanita itu datang membawa pertolongan untuk dirinya


"tenang lah kita sudah aman adik" ucap wanita itu mencoba menenangkan adik yang ada dalam pelukan nya saat ini


"hiks aku sangat takut kakak" rengek gadis itu sambil terus menangis


"sudah, sudah tidak apa apa sekarang" wanita itu terus menenangkan adik nya, setelah adik nya sudah mulai tenang wanita itu melepaskan pelukan nya.


"nona terimakasih telah menolong kami" ucap wanita itu sambil membungkuk


"tidak perlu seperti itu, ini hanya bantuan kecil saja" kata ara lie sambil tersenyum


"sebagai balasan nya mohon nona bersedia mengangkat kami sebagai pelayan nona" ucap wanita itu


"itu tidak perlu kau lakukan, terlebih aku sedang tidak membutuhkan seorang pelayan " elak ara lie


"mohon terima kami nona, kami anak yatim piatu, akan sangat merasa senang jika nona dapat menerima kami sebagai pelayan, anda tidak perlu membayar kami, karena ini sebagai bentuk rasa terimakasih kami kepada nona" ucap wanita itu terus memohon


"baik lah siapa nama kalian?" tanya ara lie


"saya fayie dan ini adik saya fueya" jawab wanita itu


"baik lah kalian saya terima sebagai pelayan saya, namun kalian harus tetap menerima gaji bulanan pelayan yang saya berikan" jelas ara lie

__ADS_1


"terimakasih nona"


ara lie membawa kedua wanita itu ke kediaman nya saat ini, tapi entah mengapa ara lie merasa ada yang janggal dari tingkah kedua wanita itu.


__ADS_2