RUMOR PERMAISURI SANG IBLIS PERANG

RUMOR PERMAISURI SANG IBLIS PERANG
39


__ADS_3


ara lie menatap tajam tubuh suami nya itu membuat juan xi terbidik ngeri dengan tatapan membunuh dari ara lie


"aku benar benar ingin menyingkirkan tubuh nya tadi sayang ku, namun kau sudah datang terlebih dahulu" jelas juan xi lagi mencoba meyakinkan ara lie


"kau harus menggosok tubuh mu sebanyak mungkin, aku tak ingin ada satu noda wanita manapun yang menempel di badan mu" kesal ara lie terbakar amarah cemburu


"kau sedang cemburu sayang ku?" goda juan xi melihat ara lie yang terlihat sangat marah kepada dirinya


"pikir saja sendiri" ketus ara lie memalingkan wajah nya


"ayo lah sayang ku, itu hanya ketidak sengajaan saja" ucap juan xi sambil memeluk pinggang ara lie dari belakang


"jangan pernah berdekatan dengan wanita mana pun lagi termasuk pelayan" cemberut ara lie


"baik lah sayang ku, kau terlihat sangat menggemaskan ketika sedang cemburu, aku sangat menyukai nya" bujuk juan xi


"jadi kau suka melihat aku marah" bentak ara lie menatap tajam juan xi lagi


"bukan begitu maksud ku sayangku, istri ku permaisuri ku, aku hanya merasa senang saat kau marah melihat wanita lain mendekati ku itu pertanda kau sangat menyayangi diriku, bukan kah begitu" jelas juan xi


"tidak, kau terlalu meninggikan diri mu sediri" elak ara lie tak mau mengaku


"baik lah, jika kau benar benar tidak cemburu kepada ku, aku akan mengangkat pelayan tadi sebagai selir ku" ancam juan xi


"jika kau berani mengangkat selir, ku pastikan junior mu tidak akan pernah bisa berdiri tegak lagi" marah ara lie


"ampun sayang ku, aku hanya bercanda, tidak ada yang bisa menandingi dirimu" rayu juan xi


"huh dasar lelaki" ketus ara lie, juan xi yang tidak ingin terus berdebat dengan ara lie, langsung menggendong ara lie masuk ke dalam kamar milik mereka


"kau mau apa suami ku?" kata ara lie yang di lempar ke atas kasur


"bukan kah kau meragukan diriku tadi istri ku, aku akan menghukum mu dengan cara yang sangat indah agar kau tau bahwa ucapan ku itu benar adanya" seringai jahat juan xi menatap ke arah ara lie, perdebatan mereka berakhir dengan penuh cinta.

__ADS_1


pagi yang cerah, rombongan putra mahkota kembali ke kediaman putra mahkota, san san sudah menunggu untuk hari ini, san san sangat merindukan tuan putri nya itu, saat mendengar ara lie di culik san san merasa sangat bersalah karena dia sedang tidak di samping ara lie waktu itu.


"yang mulia" ucap san san berlari ke arah ara lie yang baru turun dari tandu di bantu oleh juan xi, san san langsung memeluk erat ara lie


"yang mulia syukur lah anda tidak kenapa napa, nubi sangat merindukan yang mulia, maaf kan nubi karena tidak bisa melindungi yang mulia hiks" tangis san san di pelukan ara lie


"san san, kau tidak perlu merasa bersalah terimakasih karena selalu menyayangi diriku selama ini" ucap ara lie tulus


"yang mulia bicara apa, san san pasti akan selalu menyayangi yang mulia" jelas san san


"kau memang yang terbaik san san, aku sangat merindukan dirimu, kita jalan jalan nanti iya" ucap ara lie bersemangat


"nubi juga sangat ingin menghabiskan banyak waktu dengan yang mulia, tapi apakah di perbolehkan oleh yang mulia putra mahkota" tanya san san takut melihat ke arah juan xi


"hari ini kalian tidak di perbolehkan untuk pergi keluar terlebih dahulu, pergi lusa saja" kata juan xi datar


"terimakasih yang mulia" ucap san san merasa sangat senang, san san melihat dua orang pelayan baru yang sedang menurunkan barang bawaan tuan putri nya menjadi penasaran


"mereka siapa yang mulia?" tanya san san kepada ara lie


ara lie terbangun dari tidur nya melihat keluar yang ternyata langit sudah gelap, entah mengapa ara lie ingin membakar hewan dan makan bersama orang orang di kediaman milik nya


"sayang bangun" ucap ara lie menggoyangkan tubuh juan xi


"hmmm, ada apa sayang" jawab juan xi setengah tersadar


"kita bikin parti yu" seru ara lie bersemangat


"parti itu apa?" tanya juan xi tidak mengerti


"sudah lah kau kumpulan saja semua orang untuk berkumpul di halaman" perintah ara lie


semua orang sudah berkumpul di halaman sedangkan ara lie masih menyiapkan bahan bahan untuk mereka memanggang nanti nya


"untuk apa semua itu sayang ku?' tanya juan xi heran melihat istri nya membawa banyak bahan

__ADS_1


"untuk kita memanggang daging dan memasak bersama" ucap ara lie penuh semangat


"ayo kalian lakukan apa yang sudah aku perintahkan tadi" lanjut ara lie memerintah semua orang yang sudah di beri tugas masing masing dengan sangat antusias


"aku harus melakukan apa sayang ku?" tanya juan xi


"kau memanggang daging rusa bersama dengan lian xi, huan jie, dan juga xi huan" perintah ara lie


"tidak istri ku, aku aku akan bersama dengan mu" tolak juan xi yang tidak ingin memanggang karena selama ini juan xi tidak pernah melakukan hal seperti itu sama sekali


"ayo lah suami ku" bujuk ara lie, juan xi hanya bisa menghela nafas pasrah saja melihat mata Popy eyes milik ara lie.


ketiga trio macan hanya bisa tertawa melihat junjungan mereka yang tidak bisa berkutik di depan istri nya dan di balas tatapan membunuh dari juan xi membuat ketiga trio macam langsung terdiam serempak.


"bersabarlah yang mulia, lagi pula memanggang daging tidak lah sulit" ucap huan jie menepuk punggung junjungan nya itu


"kalian panggang lah daging itu, aku tunggu di sini" perintah juan xi kepada trio macan


"yang mulia, bukan kah yang mulia putri mahkota meminta anda untuk ikut memanggang bersama kami" ucap xi huan


"tidak perlu banyak bicara cepat kerjakan" perintah juan xi namun sial nya sikap juan xi terlihat oleh ara lie, membuat ara lie memarahi juan xi dan membuat ketiga trio macan tertawa lagi melihat juan xi yang tidak bisa melakukan apa pun di depan istri nya itu.


kediaman putra mahkota terlihat sangat hangat dan penuh dengan kegembiraan banyak canda tawa dia sana , semua orang berdoa agar kediaman mereka selalu seperti malam ini, berharap tidak akan ada orang lain lagi yang akan memisahkan kedua junjungan mereka itu


sedangkan di tempat lain, ada tiga orang yang sedang bertemu secara diam diam di halaman belakang kediaman putra mahkota


"apa kau sudah membawa apa yang telah kami perintahkan?" tanya fu yie kepada laki laki di hadapan nya


"tuan putri tenang saja, barang yang anda pesan sudah ada di tangan saya saat ini" jelas orang itu memberi botol kecil kepada fu yie


"bagus sekali, dengan racun ini, ara lie akan segera mati secara perlahan namun pasti" seringai fu yie menatap botol racun yang ada di tangan nya itu


"betul mei mei, dia akan mati secara perlahan dan tidak ada yang akan mengetahui nya, dan juan xi itu akan sangat terpukul dan juga menderita hahaha" tawa fue ya


"kau benar jie jie, kita akan memasukan racun ini secara bertahap kepada ara lie" sinis fu yie

__ADS_1


mereka berdua menyusun rencana agar dapat melangsungkan rencana mereka dengan sangat baik tanpa ada yang akan mengetahui nya. dendam yang membara di hati kedua nya membuat mereka tidak sabar melihat kehancuran dari ara lie dan juga juan xi.


__ADS_2