RUMOR PERMAISURI SANG IBLIS PERANG

RUMOR PERMAISURI SANG IBLIS PERANG
41


__ADS_3


suasana yang indah di hangatkan dengan terik mentari terasa sangat damai dan juga tentram, alangkah baik nya jika hati setiap insan tidak dipenuhi dengan dusta mungkin dunia akan terasa sangat nyaman, ara lie termenung, jika boleh jujur ara lie merasa sangat jengah di sepanjang kedua kehidupan nya pasti selalu saja ada banyak orang yang membenci dirinya.


apakah salah jika ara lie selalu di lahirkan dengan dikelilingi banyak kasih sayang, entah lah, mungkin anugrah tuhan terlalu baik hingga hidupnya harus selalu berjalan dengan seimbang.


"kau sedang memikirkan apa sayang ku?" tanya juan xi melihat ara lie yang sedari tadi sedang merenung


"aku sedang tidak memikirkan apa apa suami ku, aku hanya sedang menikmati suasana indah hari ini" jawab ara lie sambil tersenyum


"hari ini tampak begitu indah namun masih lebih indah jika diri ku dapat selalu melihat senyum mu permaisuri" goda juan xi memeluk ara lie dari belakang


"kau ini" ara lie mencubit hidung juan xi gemas


fu yie meremas gaun nya melihat kemesraan yang selalu di tunjukan oleh pasangan di depan nya, dia sudah tidak dapat menahan nya lagi, fu yie akan melangsungkan rencana nya saat itu jg.


"jie jie, aku sudah tidak bisa menunggu lagi" rengek fu yie


"bersabarlah mei mei, kita harus menunggu sedikit lebih lama lagi" jelas fue ya


"tidak bisa, kita harus melakukan nya malam ini juga" desak fu yie


fue ya hanya menghela nafas, dia sangat tidak menyukai kakaknya yang terlalu terobsesi dengan musuh nya, jika bukan karena fue ya sangat menyayangi kakak nya itu sudah pasti sejak awal rencana mereka bisa berjalan dengan sangat baik.


malam ini fu yie dan fue ya menerobos masuk kedalam penjara bawah tanah kerajaan ping, mereka ingin membebaskan jendral dan juga panglima kerajaan xiao yang saat ini sedang tertahan di sana, mereka menggunakan token yang telah mereka curi untuk membebaskan kedua nya.

__ADS_1


"paman panglima dan paman jendral ini kami" kata fue ya memanggil panglima dan juga jendral kerajaan xiao


"tuan putri,syukur lah anda selamat, bagaimana anda bisa di sini, cepatlah pergi, atau akan ada orang yang akan menangkap tuan putri" kata jendral


"paman tidak usah khawatir aku dan jie jie kemari untuk membebaskan paman jendral dan juga paman panglima, kita akan merebut kerajaan xiao kembali" ucap fu yie tegas.


mereka ber empat keluar dari kerajaan ping dengan sangat mudah, fu yie dan fue ya memberikan token yang mereka dapat kepada jendral dan panglima kerajaan xiao, mereka meminta agar kedua orang hebat itu mengendalikan semua prajurit kerajaan ping dan juga kerajaan xiao membalas semua perbuatan raja dan juga putra mahkota kepada kerajaan mereka. setelah selesai berdiskusi fu yie dan fue ya kembali ke kediaman putra mahkota.


"lapor yang mulia" ucap lian xi


"bagaimana?" tanya juan xi datar


"mereka sudah membebaskan jendral dan juga panglima kerajaan xiao yang mulia" kata lian xi


"bagus,.jalan kan semua nya sesuai rencana" singkat juan xi berlalu pergi meninggalkan lian xi.


san san dengan cepat memanggil pelayan lain untuk mengalihkan perhatian fu yie dan menukar teh itu dengan teh lain


fu yie membawa teh istimewa buatan nya ke kediaman ara lie


"salam yang mulia, saya membawa teh hijau buatan saya, teh ini sangat cocok di minum saat malam hari untuk kecantikan anda" kata fu yie dengan penuh percaya diri,


"terimakasih fu yie, kinerja mu semakin hari semakin sangat memuaskan, tinggalkan teh itu di atas meja dan pergi lah" ucap ara lie lembut


"jangan lupa di minum yang mulia selagi teh nya masih hangat saya permisi undur diri" fu yie berjalan keluar dengan raut wajah yang sangat senang

__ADS_1


"san san" ara lie memanggil san san untuk keluar dari tempat persembunyiannya


"itu teh buatan hamba yang mulia, tadi hamba melihat fu yie memasukan sesuatu yang mencurigakan kedalam teh yang dia buat dan saya langsung menggantinya" jelas san san


"aku tau san san, mari kita bermain" kata ara lie santai sambil meminum teh nya


"apa maksud dari yang mulia, yang mulia sudah tahu sedari awal?" tanya san san heran


"kau benar san san, fu yie dan fue ya adalah putri dari mendiang ratu zuya dan juga raja han, mereka datang untuk membunuh diriku dan juga suami ku" jelas ara lie


"nubi tidak akan pernah membiarkan siapapun mencelakai anda yang mulia" ucap san san penuh amarah


"sudah tenang lah itu semua tidak akan pernah terjadi, san san aku ingin kau menyebarkan kabar bahwa diriku sedang dalam keadaan koma, dan bulat lah seolah keadaan ku benar benar sangat meyakinkan semua orang" perintah ara lie


"baik yang mulia akan hamba laksanakan"


esok harinya udara yang sejuk memperlihatkan suasana yang damai hilang seketika dengan adanya kabar tentang keadaan putri mahkota yang tiba tiba dalam keadaan koma, kabar duka menyelimuti seluruh kediaman putra mahkota


juan xi tidak pernah ingin beranjak pergi dari sisi permaisuri nya, banyak tabib yang berada dalam ruangan ara lie, seluruh ruangan di penuhi dengan bau obat obat an yang di racik oleh para tabib namun tidak membuahkan hasil.


kabar buruk tentang putri mahkota bagaikan angin lewat langsung tersebar ke seluruh penjuru kerajaan, hati jendral pang sangat hancur mengetahui putri nya dalam keadaan hidup dan mati kembali, tanpa berfikir panjang rombongan jendral pang langsung mengunjungi kediaman putra mahkota.


keluarga kerajaan sudah berada di kediaman putra mahkota saat ini memandang sendu putra mahkota mereka yang tidak pernah mau beranjak dari tempatnya saat ini, terlihat wajah nya yang sembab dan di penuhi dengan kesedihan yang sangat mendalam.


rombongan jendral pang sampai, jendral pang langsung berlari tanpa melihat di sekitarnya dia menuju kamar putri nya dengan deraian air mata jendral pang melangkah melihat wajah pucat putri nya saat ini, luka nya kembali tergores baru beberapa bulan lalu ara lie sembuh dari masa kritisnya saat ini dia kembali kedalam masa itu lagi, rasa pedih menyelimuti dirinya, jendral pang tak kuasa menahan nya lagi, panglima min merasakan hal yang sama dengan ayahnya namun dia harus tetap tegar untuk menguatkan hati sang ayah

__ADS_1


semua orang merasakan kesedihan dari putra mahkota dan juga jendral pang rasa haru pilu memenuhi seluruh ruangan milik ara lie, selir bai yang melihat keadaan ara lie justru sangat senang dia tidak ingin membuang waktu lagi, jika waktu itu selir bai membiarkan ara lie hidup kembali kali ini selir bai ingin ara lie benar benar mati di tangan nya. selir bai sedikit tersenyum dan berlalu pergi meninggalkan suasana yang sangat membosankan bagi dirinya itu.


__ADS_2