RUMOR PERMAISURI SANG IBLIS PERANG

RUMOR PERMAISURI SANG IBLIS PERANG
21


__ADS_3


juan xi menceritakan semua nya kepada ara lie, ara lie sangat terkejut mengetahui kebenaran nya, ara lie memang sudah tahu tentang kabar bahwa juan xi bukan lah anak dari sang ratu, namun tak menyangka bahwa juan xi kecil merupakan saksi di balik kematian ibundanya sendiri, ara lie merasakan sakit yang juan xi rasakan, memeluk hangat juan xi


"aku sudah mencari bukti atas kematian ibunda cukup lama, namun aku sungguh anak yang kurang becus" sesal juan xi yang tak pernah bisa menemukan bukti apa pun, bagaimana juan xi tahu siapa yang telah memberikan racun itu kepada ibundanya, siapa saja yang terlibat di dalam nya, dan racun apa yang mereka gunakan, karena saat kejadian itu terjadi juan xi kecil sedang dalam keadaan tak sadarkan diri, ara lie sangat paham dengan apa yang menimpa suami nya itu


"bersabarlah suami ku, kita pasti akan segera menemukan bukti bukti yang kita ingin kan, aku sudah lama menaruh mata mata di dalam kediaman ratu" kata ara lie mencoba membuat juan xi lebih baik


"sedari kapan kau melakukan hal itu?" tanya juan xi bingung, yang dia tahu ara lie selalu sibuk dengan hal yang ara lie sukai untuk dilakukan, dia tak pernah mengambil pusing dengan orang orang yang dia tak sukai


"sedari waktu aku berkunjung ke kediaman ratu kala itu" jawab ara lie enteng


"mengapa kau melakukan hal itu" tanya juan xi lagi


"kau tau, aku sangat curiga kepada sikap kalian berdua, kalian memang diam di tempat umum, namun sorotan mata kalian saling membunuh, aku melihat itu semua" jelas ara lie


"lalu"


"saat aku bertanya pada mu, kau tak memberikan jawaban yang memuaskan diriku, ya dengan sangat terpaksa aku harus mengetahui nya dengan cara ku sendiri hehehe" cengir ara lie


"kau ini, apa yang kau dapatkan dari orang suruhan mu itu?" tanya juan xi


"aku mengetahui bahwa kau bukan lah anak dari ratu saat ini melainkan anak dari mendiang ratu terdahulu dan semenjak ratu terdahulu meninggal lah sifat mu menjadi berubah hanya itu" jawab ara lie


"kau memang sangat pintar permaisuri ku" puji juan xi kepada istri nya itu


"namun aku tak menyangka mengetahui fakta yang sebenarnya langsung dari mulut mu suami ku, dan lebih tak menyangka mengapa ratu tega membunuh saudara sepupu nya sendiri padahal mereka sangat dekat, aku sangat membenci penghianatan dari orang yang dekat dengan kita" jelas ara lie dengan aura yang membunuh, juan xi melihat ara lie, terlihat sangat jelas jika ara lie seperti pernah mengalami hal yang sama dengan ibundanya, juan xi berfikir mungkin ara lie merasakan hal yang sangat pahit yang selalu di berikan oleh selir dan putri dari ayah nya selama ini dan membuat ara lie menjadi berubah seperti sekarang

__ADS_1


"apa sebenarnya yang kau rasakan permaisuri ku?" pertanyaan itu lolos dari bibir juan xi


"kau ingat, semenjak diriku di umumkan menjadi calon putri mahkota" kata ara lie


"iya lalu"


"sebenarnya dulu hubungan ku dengan sie sie sangat baik, kami sangat dekat, namun setelah pengumuman itu dia menjadi sangat membenci diriku sampai saat ini" jelas ara lie


"mengapa demikian" timpal juan xi


"tentu saja karena campur tangan dari selir bai dan juga karena sie sie telah jatuh cinta kepada dirimu terlebih dahulu" jelas ara lie


"apa kau mencintaiku permaisuri?" tanya juan xi sambil menatap mata ara lie, jantung ara lie berdebar sangat kencang, begitu juga dengan jantung juan xi, suara detak jantung mereka dapat terdengar sampai ke telinga mereka


"apa kau mencintaiku?" tanya ara lie balik, juan xi mendekatkan wajah nya, mengangkat dagu wajah ara lie, menci**m lembut bi**r nya dan berkata


"yang aku tanyakan apakah aku mencintai diri ku suami ku" tanya ara lie lagi


"aku sangat mencintai dirimu permaisuri ku" juan xi melihat wajah ara lie yang sangat merah


"bagaimana dengan dirimu?' desak juan xi, ara lie memeluk juan xi


"aku juga sangat mencintai dirimu" jawaban ara lie sungguh sangat membuat juan xi sangat senang dan juga bahagia, mereka bermesraan bersama di tepi sungai sampai matahari mulai tenggelam, pemandangan yang sangat indah dan juga suasana yang sangat romantis, dari kejauhan ada beberapa pasang mata yang melihat kearah mereka, sangat iri dan juga bahagia dengan kemesraan diantara mereka berdua


"aku sangat iri dengan putra mahkota" ucap lian xi


"kau benar, putra mahkota sangat beruntung mendapatkan putri mahkota" timpal roy

__ADS_1


"tidak putri mahkota yang sangat beruntung mendapatkan putra mahkota" jelas huan jie


"sudah lah mereka sama sama beruntung" ucap xi huan


semua anak buah juan xi dan ara lie sangat bahagia dengan kebahagiaan orang yang sangat penting bagi mereka, mereka berharap semoga hubungan junjungan nya itu akan bahagia selalu dan dapat melewati segala rintangan yang akan datang bersama, tanpa ada yang dapan memisahkan diantara kedua nya.


malam yang terasa sangat indah sedang di rasakan dua orang insan yang sedang menjalin cinta, memberikan kehangatan dan kebahagiaan surga dunia untuk satu sama lain, menyatukan dua orang yang berbeda menjadi satu (bayangkan sendiri adegan apa oke😉😁) juan xi merasa sangat bahagia, karena wanita yang dia cintai mampu menjaga dirinya untuk juan xi seorang sampai malam yang mereka nantikan, seperti adegan tadi yang sudah mereka lakukan, adegan itu terus berlanjut sampai beberapa ronde, setelah merasa kelelahan mereka tidur bersama dengan saling berpelukan🥳


pagi yang terasa sangat hangat menyambut dunia yang indah untuk setiap orang yang menikmati nya, dua insan yang telah kelelahan dengan pergelutan mereka tadi malam masih terlelap dalam tidurnya, (suasana yang sangat hangat🥰) ara lie terbangun dari tidur nya, merasakan sakit di area sensitif miliknya


"aauuwww, sssttt" teriak ara lie tak bisa menahan rasa sakit di area sensitif miliknya itu


"ada apa sayang?" juan xi terbangun dari tidurnya saat mendengar teriakan ara lie


"aku ingin mandi, tapi di sana terasa sangat sakit" jawab ara lie sangat malu memberitahu juan xi, juan xi awalnya bingung namun setelah mengingat adegan tadi malam akhirnya dia menyadari apa yang di maksud istri tercintanya itu


"apa sesakit itu sayang, biar aku periksa" juan xi menarik selimut yang di kenakan ara lie untuk menutupi tubuhnya namun di tahan ara lie


"sayang tak perlu seperti itu aku sangat malu" jelas ara lie membuat rona di pipinya semakin merah


"hahaha, kau merasa malu kepada siapa sayang ku, aku sudah melihat semuanya" tawa juan xi melihat wajah ara lie yang sangat menggemaskan menurut nya


"sayang" rengek ara lie tak tahan menahan rasa malu nya


"baik lah, maaf kan suami tampan mu ini iya sayang ku, mari aku bantu dirimu ke kamar mandi, kebetulan badan ku juga sangat lengket" jelas juan xi


juan xi menggendong ara lie lalu mereka mandi bersama.

__ADS_1


kebahagiaan yang kini ara lie rasakan membuat dia tak ingin kehilangan juan xi terlebih juan xi orang yang telah membuat ara lie merasakan cinta kembali, ara lie ingin juan xi selalu bersama dengan nya melawan setiap orang yang ingin memisahkan mereka berdua, begitu juga dengan juan xi, kebahagiaan hadir dalam kehidupan keras yang juan xi rasakan selama ini setelah kehadiran ara lie masuk kedalam kehidupan nya،juan xi berharap mereka berdua dapat melewati setiap rintangan yang akan menghampiri mereka di depan nya nanti.


__ADS_2