
raut senang di wajah ratu zuya dan ratu pie sie langsung menghilang seketika, mengetahui betapa bodohnya mereka selama ini, tak pernah menyadari kejanggalan di setiap taktik yang di lakukan oleh juan xi. terlintas di fikiran mereka, pantas saja dalam beberapa bulan ini rencana ratu zuya bisa di lakukan dengan sangat lancar dan mudah, seharusnya dari awal ratu zuya menyadari jian xi bukan lah lawan yang mudah, namun penyesalan tinggal lah penyesalan, detik ini ratu zuya harus tersadar dan melihat fakta dengan mata kepalanya sendiri
semua prajurit panah yang di siapkan oleh juan xi langsung memanah tepat musuh di depan, hujan panah berjatuhan tanpa henti, pasukan kerajaan xiao mengalami kritis yang sangat ironis, saat tinggal beberapa orang dari pasukan kerajaan xiao,. juan xi menyuruh para pemanah untuk berhenti
"bagaimana yang mulia ratu?' seringai juan xi melihat ratu zuya yang sangat kewalahan
"hahahaha, putra mahkota, putra mahkota,.walaupun aku kau kalahkan, namun bukan hanya aku yang akan merasakan kekalahan itu, melainkan juga dirimu" tawa ratu zuya
"apa maksud mu?" tanya juan xi santai
"raja han bawa wanita sialan itu kemari!" teriak ratu zuya, raja han yang masih dalam keadaan yang terluka cukup serius membawa seorang wanita ke samping ratu zuya
"lihat sang iblis yang terhormat kau juga kalah hahaha" tawa ratu zuya sambil meletakan pedang di leher wanita itu, saat ratu zuya hendak menebas leher wanita tak bersalah itu, ara lie datang menolong wanita itu
"siapa kau!' teriak ratu zuya tak terima tawanannya di ambil oleh wanita bercadar
"wanita ini tidak bersalah" kata ara lie sambil meletakan wanita yang dalam keadaan tak sadarkan diri itu
"kembalikan sandra ku!" ratu zuya menyerang ara lie namun dapat di tangkis dengan mudah oleh ara lie, ara lie membuka cadar nya saat ratu zuya telah terkunci oleh serangan dari ara lie
"lihat baik baik, wanita yang akan kau bunuh adalah orang yang paling setia padamu" tegas ara lie menunjuk wanita yang sedang dalam keadaan tak sadarkan diri itu, tak lain merupakan pelayan setia ratu zuya sendiri.
"bagaimana bisa kau!" ratu zuya tak percaya apa yang dia lihat saat ini, dan juga merasa benar benar telah kalah
"hahaha ternyata semua ini sudah kalian rencanakan" tawa gila ratu zuya
__ADS_1
"aku akan membunuh kalian semua!' histeris ratu zuya, langsung membalik tubuh ara lie dan menyerang nya berkali kali, juan xi melihat hal itu tentu tak akan diam begitu saja, juan xi menusuk ratu zuya yang sedang menyerang ara lie, namun tak di sangka raja han hendak menusuk juan xi dan ara lie yang terkena tusukan pedang raja han karena melindungi juan xi.
juan xi terbakar amarah melihat permaisuri tercintanya terkapar tak sadarkan diri dengan begitu banyak darah di tubuhnya, juan xi menitipkan ara lie kepada huan jie untuk segera di obati.
bagaikan orang gila karena terbakar amarah yang sangat meluap, juan xi menyerang habis habisan sisa pasukan kerajaan xiao tanpa ampun sampai tak tersisa satu orang pun , dan di akhiri dengan memenggal kepala raja han, ratu zuya dan juga ratu pie sie dengan tanganya.sendiri
"xi huan, bawa ketiga kepala orang itu, hadiahkan kepada raja atas kemenangan kita" perintah juan xi datar
"baik yang mulia" jawab xi huan segera.
dalam amarah tersimpan rasa khawatir yang begitu besar kepada wanita yang paling di cintainya itu, di saat juan xi berfikir semua rencananya berjalan dengan baik bahkan kemenangan kerajaan ping juga sudah berada di tangan nya, namun justru harus mengorbankan permaisuri tercintanya, rasa penyesalan dan bersalah berkecamuk di dalam dadanya, juan xi sudah tak bisa bersabar lagi, saat ini yang sedang juan xi ingin kan hanya menemani ara lie, bersama dengan dirinya dan terus di samping nya
"dimana permaisuri?" tanya juan xi penuh tekanan
"putri ku masih dalam pemeriksaan tabib yang mulia" jawab jendral pang sedih, rasa khawatir juan xi semakin tak terbendung, jendral pang dan juan xi hanya bisa berdoa di luar ruangan semoga ara lie bisa terselamatkan
"kakak mu sedang dalam pemeriksaan tabib putra ku" jawab jendral pang
"aku sangat mengkhawatirkan keselamatan mei mei ayah" ucap panglima min sedih
"ayah juga merasakan hal yang sama nak, kita semua mengkhawatirkan keadaan kakak mu, namun kita harus percaya kakak mu bukan lah wanita lemah, dia wanita yang sangat hebat dan juga kuat, mari kita doakan untuk kesehatan nya" jendral pang mencoba menenangkan putra nya.
lama menunggu akhirnya tabib keluar dari ruangan ara lie berada
"tabib bagaimana keadaan permaisuri ku" tanya juan xi dengan sangat cemas
"ampun yang mulia,.yang mulia putri mahkota masih dalam keadaan koma, beliau kehilangan banyak darah dan juga baru saja kehilangan janin yang ada di dalam rahimnya di akibatkan tusukan pedang yang sangat dalan mengenai janin nya" jelas tabib
__ADS_1
"apa!" sontak ketiga pria tangguh itu
"apa kau bilang janin?" tanya juan xi tak percaya
"maaf kan hamba yang mulia, janinnya tak bisa tertolong karena tusukan pedang yang tepat mengarah kearah nya" jelas tabib itu lagi, juan xi merasa sangat hancur, ara lie sedang mengandung bagaimana bisa dia tidak mengetahui nya dan lagi sekarang dia harus kehilangan anak nya yang bahkan belum sempat di lahirkan
"cucu ku?" sedih jendral pang
"bersabarlah putra mahkota dan ayah,kita memang sangat kehilangan calon penerus kerajaan dari putra mahkota dan juga penerus keluarga jendral pang, namun saat ini yang harus kita lakukan adalah mengutamakan kesembuhan untuk mei mei yang saat ini masih dalam keadaan koma di dalam" panglima min menepuk bahu kedua pria tangguh di hadapan mencoba memberikan kekuatan untuk mereka berdua
dalam ruangan ara lie terbaring lemah, juan xi masuk menatap sendu wajah cantik wanita tercintanya yang tampak pucat dan terlihat sangat lemah
"maaf kan aku istri ku, aku tak dapat diandalkan karena tidak bisa menyelamatkan anak kita" juan xi menangis di samping ara lie,ara lie masih setia memejamkan matanya tanpa merespon perkataan juan xi
"mengapa kau tak memberitahu kan tentang kabar kehamilan mu kepada ku, jika aku tahu pasti aku akan melarang mu untuk muncul di medan perang" lanjut juan xi penuh penyesalan
"kau harus sadar sayang ku, dan menjelaskan semuanya kepada ku" juan xi terus bertanya kepada ara lie berharap pertanyaan nya akan membuat ara lie sadar namun nihil ara lie masih terdiam
"lian" panggil juan xi
"hamba yang mulia" jawab lian xi
"apa kau mengetahui tentang kabar kehamilan permaisuri ku?" tanya juan xi sendu sambil terus menatap wajah pucat ara lie
"ampun yang mulia, semua orang di dalam besmen mengetahui nya" jelas lian xi
" mengapa kau tak mengatakan nya kepada ku?" tanya juan xi marah
__ADS_1
"mohon ampun yang mulia, yang mulia putri mahkota yang tak memperbolehkan semua orang untuk memberitahukan kepada anda, karena putri mahkota ingin memberikan tahukan secara langsung kepada anda sebagai hadiah kemenangan anda nanti" jelas lian xi