RUMOR PERMAISURI SANG IBLIS PERANG

RUMOR PERMAISURI SANG IBLIS PERANG
13


__ADS_3


ara lie kecil sedang duduk di tepi hutan karena sedang di hukum oleh selir bai, dia menangis ketakutan sendirian meringkuk dengan tubuh kecilnya.


juan xi remaja sedang berburu di hutan bersama tiga orang teman nya huan jie remaja, xi huan remaja dan lian xi remaja.


juan xi remaja terpisah dari ketiga teman nya itu namun dia tidak mempermasalah kan nya, sial nya dia di serang oleh seekor harimau yang tiba tiba muncul di hadapan nya, juan xi remaja dapat mengalahkan harimau itu namun dia juga memiliki banyak luka di tubuhnya, juan xi terus berjalan sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya sampai ke tepi hutan lalu dia tak sadarkan diri.


ara lie kecil yang sangat ketakutan mulai berhenti menangis dan mulai memberanikan diri untuk berjalan, ara lie kecil terkejut melihat mayat seorang pemuda di hadapannya, saat ara lie kecil hendak berlari pergi, terdengar suara erangan dari mayat pemuda tadi menandakan pemuda itu masih hidup, ara lie kecil mendekat, terlihat pemuda itu memiliki banyak luka di tubuhnya, ara lie kecil mencoba membantu mengobati pemuda itu dengan tanaman yang ada di sekitarnya, ara lie kecil menunggu pemuda itu sampai tersadar namun belum sampai pemuda itu tersadar ara lie kecil sudah tertidur.


juan xi remaja tersadar dan merasakan sakit di tubuh nya, saat membuka mata juan xi remaja terkejut melihat gadis yang masih kecil menjadikan pahanya sebagai batal tidur juan xi remaja, juan xi remaja melihat kondisi tubuh nya dan mendapati banyak tanaman yang di tumbuk tidak beraturan menandakan yang membuatnya belum ahli( ya iya lah orang yang bikin juga anak kecil🤪) dan menebak bahwa gadis kecil ini yang telah mengobati diri nya


ara lie kecil terbangun, hari sudah sore fikirnya namun dia terkejut pemuda yang dia tolong sudah tidak ada di tempatnya, seketika dia menangis karena ketakutan, juan xi ternyata sedang mencari makanan di hutan, saat sudah mendapatkan makanannya juan xi remaja kembali, dan saat kembali dia sudah melihat gadis kecil itu sedang menangis


"kenapa kau menangis?" tanya juan xi remaja datar


"aku sangat ketakutan" ucap ara lie kecil masih terus menangis


"makan lah sebagai tanda terimakasih ku kepada mu karena telah menolong ku" ucap juan xi remaja sambil menyodorkan buah buah an yang dia dapat dari dalam hutan


"terimakasih" ara lie kecil makan dengan lahap nya karena dia memang sedang sangat kelaparan

__ADS_1


"siapa namamu?" tanya juan xi remaja


"ara lie pang" jawab ara lie kecil sambil terus memakan buah yang ada di tangan kecil nya


"kau anak dari paman jendral pang?" tanya juan xi remaja meyakinkan


"iya" angguk ara lie kecil


"lalu mengapa kau ada di sini?" tanya juan xi remaja heran


"aku tersesat" bohong ara lie kecil


"baik lah ayo kembali, ini sudah mulai larut malam" ajak juan xi remaja


juan xi remaja menggendong ara lie kecil yang sepertinya berusia 7 tahun itu, kembali ke kediaman jendral pang


"lie'er dari mana saja kau?" tanya jendral pang khawatir saat melihat putri nya baru saja kembali


"salam yang mulia putra mahkota" salam jendral pang saat melihat ada putra mahkota juga


"hmmm" juan xi hanya berdehem menjawab salah jendral pang

__ADS_1


"bagaimana yang mulia bisa bersama dengan putri saya?" tanya jendral pang


"aku bertemu dengan nya di tepi hutan dan dia juga telah menyelamatkan nyawaku" jawab juan xi datar


"bagaimana kau bisa sampai di sana putri ku?" tanya jendral pang kepada putri kecilnya


"aku tersesat ayah" ara lie kecil mulai menangis


"sudah tidak apa, putri kecil ayah pasti sangat ketakutan sini ayah peluk" jendral pang membopong putri kecilnya untuk menenangkan nya.


itu adalah momen pertemuan juan xi dan ara lie bertemu, setelah kejadian itu juan xi remaja meminta dekrit pernikahan kepada ayah nya untuk ara lie kecil semenjak itu ara lie kecil sudah menjadi calon putri mahkota sedari kecil


selir bai yang sangat membenci ara lie tak menerima keputusan sang raja yang akan menjadikan ara lie sebagai putri mahkota, dia berencana akan membuat putri nya putri sie sie kecil yang sangat dekat dengan ara lie untuk membenci ara lie.


selir bai menghasut putri sie sie kecil bahwa ara lie akan menjadi putri mahkota sehingga dia di beri jabatan putri saat ini, putri sie sie yang mendengar hal itu jadi marah dan meminta kepada jendral pang agar die juga di beri gelar putri juga.


saat memasuki usia remaja selir bai sengaja membuat putra mahkota bertemu dengan putri sie sie terlebih dahulu sehingga saat putra mahkota bertemu dengan ara lie, putra mahkota sudah mencintai putri sie sie terlebih dahulu, namun sayang, hasil akhirnya tak begitu memuaskan dirinya karena putra mahkota sangat dingin kepada putri sie sie, walau begitu dia juga masih merasa senang karena putri nya telah jatuh cinta kepada putra mahkota sehingga akan sangat mudah bagi dirinya untuk membuat putri sie sie semakin membenci ara lie.


selir bai memberi tahu putri sie sie bahwa ara lie dan putra mahkota akan segera menikah, putri sie sie langsung terbakar amarah dia mendatangi ara lie, melampiaskan kemarahan dan menunjukan kebencian yang sangat mendalam di hadapan ara lie langsung, ara lie yang melihat kebencian dari adik kesayangan nya itu menjadi sangat sedih, dia tak tau harus berbuat apa agar dirinya tak di benci oleh adik nya itu, sedari kecil ara lie yang sudah menjadi tunangan putra mahkota sudah mendapat pembelajaran yang jauh lebih baik dari nona nona bangsawan lain nya, dari pembelajaran itu ara lie memiliki banyak bakat, sebenarnya dia ingin menunjukan bakat nya kepada adik perempuan nya itu, namun saat melihat kebencian yang mendalam dari adik perempuan nya, ara lie mengurungkan niat nya, dia berfikir mungkin jika ara lie tidak menunjukan bakat bakat nya, putri sie sie tak akan membenci diri nya lagi dan keputusan sang raja bisa di ubah, dari saat itu ara lie di kenal sebagai sampah masyarakat karena tidak memiliki bakat apa pun, di setiap perayaan yang di adakan dalam kerajaan mau pun kediaman kediaman bangsawan ara lie selalu di ejek dan di hina karena tak memiliki bakat apa pun, dia sering di ketawai dan di caci di setiap acara yang di adakan.


sering nya mendapat hinaan dan cacian membuat ara lie tak pernah mau ikut dalam acara apa pun lagi, dia sangat sedih, namun juga tak bisa melakukan apapun lagi, terlebih ketika melihat putri sie sie begitu di kagumi dan banyak menuai pujian hal itu semakin membulatkan tekad nya untuk tetap menyembunyikan bakat bakat nya, ara lie selalu berdoa agar adik perempuan nya tak membenci dirinya lagi, ara lie sangat merindukan saat saat kedekatan di antara ara lie dan putri sie sie sewaktu kecil dulu.

__ADS_1


jendral pang menitik kan air mata nya saat mengenang bagaimana kehidupan putri kesayangan nya ara lie, begitu banyak penderitaan yang dia lalui,. begitu banyak luka yang dia pendam sendiri, jendral pang merasa sangat sesak di dadanya saat melihat kesedihan dari putri nya dari kejauhan namun saat dirinya bertanya kepada ara lie, putri nya memilih untuk menutupi nya dengan senyuman, jendral pang mengetahui segala yang di alami oleh putri nya itu namun tidak dapat melakukan apapun karena ara lie sendiri yang menginginkan hal itu.


__ADS_2