RUMOR PERMAISURI SANG IBLIS PERANG

RUMOR PERMAISURI SANG IBLIS PERANG
37


__ADS_3


hari ini putra mahkota akan kembali ke kerajaan bersama dengan putri mahkota, seluruh rakyat ingin menyambut putra mahkota kebanggaan kerajaan mereka dengan meriah, seluruh penghuni kerajaan menyiapkan perayaan untuk kembalinya putra mahkota dan juga putri mahkota


kebahagiaan muncul di hati juan xi, melihat permaisuri tercintanya sudah dalam keadaan baik baik saja saat ini, apa lagi mulai sekarang mereka akan selalu bersama, juan xi sangat berharap dia tidak akan pernah berpisah dengan ara lie lagi


"kau memikirkan apa suami ku?" tanya ara lie yang melihat juan xi merenung


"aku merasa sangat bahagia sayang ku" kata juan xi memegang lembut tangan istrinya


"aku juga sangat bahagia suami ku, akhirnya aku bisa bertemu dengan ayah, gege dan juga san san, aku sudah sangat merindukan mereka" ucap ara lie antusias


"sebentar lagi kita akan bertemu dengan mereka sayang, tidur lah jika kau lelah" ucap juan xi lembut menyenderkan kepala ara lie di dada bidang miliknya.


rombongan putra mahkota sampai di ibu kota, terlihat pemandangan yang tidak seperti biasanya, semua orang sangat bersemangat menyambut kedatangan putra mahkota, sepanjang perjalanan terlihat rumah dan juga jalanan yang di hias dengan sangat cantik.


kabar kembalinya putra mahkota tentu sangat di nantikan oleh raja, berkat putra kesayangan nya lah saat ini kerajaan ping menjadi lebih berkuasa lagi di dataran ini dan juga berkat putra nya lah wanita yang paling di cintai oleh nya mendapatkan keadilan.


jendral pang dan juga panglima min sangat bahagia mendengar kabar wanita kesayangan mereka sudah dalam keadaan baik baik saja dan sedang dalam perjalanan kembali ke kerajaan, mereka sangat takut jika harus kehilangan wanita kesayangan mereka untuk yang ke dua kali nya lagi.


hanya selir bai yang sangat benci dengan kembalinya ara lie, dia mengutuk keburukan untuk ara lie di sepanjang perjalanan menuju istana.


putri sie sie sudah tidak memiliki alasan untuk membenci kakak nya lagi, karena saat ini putri sie sie telah menerima suami nya yang merupakan seorang pemain seni, awalnya putri sie sie sangat membenci suami nya itu, yang tidak sebanding dengan putra mahkota, namun seiring berjalan nya waktu dengan segala perhatian dan kasih sayang yang tulus dari suami nya membuat putri sie sie tersadar, bahwa suami nya saat ini adalah orang yang terbaik untuk dirinya, putri sie sie sadar sampai kapan pun putra mahkota tidak akan pernah melihat dirinya, jadi memutuskan untuk lebih menerima suami nya saat ini dan berhenti membenci kakak nya.


juan xi dan ara lie tiba di kerajaan, banyak orang yang menyambut mereka dengan suka cita, juan xi membantu ara lie turun dari tandu lalu menggandeng tangan nya dan berjalan bersama


"mei mei" ucap putri sie sie langsung memeluk ara lie

__ADS_1


"apa yang kau lakukan!" bentak juan xi


"maaf kan kesalahan ku selama ini hiks" tangis putri sie sie dalam pelukan ara lie dan tidak menghiraukan perkataan juan xi


"aku sudah memaafkan diri mu jie jie" balas ara lie sambil memeluk adik perempuan yang sangat di rindu kan ara lie selama bertahun tahun lamanya


"terimakasih mei mei, aku berjanji tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi hiks" ucap putri sie sie menyesal


"sudah lah jangan menangis,aku dengar kau sudah menikah jie jie" tanya ara lie setelah melepas pelukan mereka dan menghapus air mata putri sie sie


"ah iya aku lupa, kenalkan dia fred suami ku" kata putri sie sie memperkenal kan pria yang berada di belakangnya


"salam yang mulia putri mahkota dan putra mahkota" ucap fred


"maaf kan mei mei jie jie, Karena tidak hadir di acara pernikahan kalian" sesal ara lie menatap pasangan dihadapan nya


juan xi merasa bahagia melihat ara lie dan putri sie sie telah berbaikan, mereka berdua terlihat sangat saling merindukan satu sama lain


pemandangan itu pun tak luput dari jendral pang dan juga panglima min, mereka berdua sangat bahagia melihat kedua wanita itu saling berbicara melepas kerinduan mereka, jendral pang sagat menyesal karena membiarkan selir nya merusak kedekatan di antara kedua putri nya.


"mei mei hanya merindukan jie jie sie sie saja, tidak merindukan aku dan juga ayah" timpal panglima min menghampiri kedua wanita yang masih asik mengobrol tanpa mempedulikan yang lain nya


"ah gege, aku juga sangat merindukan kalian" ucap ara lie langsung memeluk adik laki lakinya


"salam putra mahkota bagaimana kabar anda?" salam jendral pang


"kabar baik ayah mertua" ucap juan xi

__ADS_1


"sudah sudah, mari kita masuk kalian sudah di tunggu kehadiran nya oleh raja" ucap jendral pang memberi tahu anak anak nya yang masih asik mengobrol.


jendral pang membawa mereka semua masuk ke dalam aula istana,


"salam yang mulia raja semoga panjang umur dan sejahtera selalu" ucap mereka


"salam kalian zen terima, putra mahkota kemari lah" perintah raja, juan xi mendekat ke tempat ayah nya


"selamat putra ku, kau bukan hanya kebanggaan kerajaan tapi juga kebanggaan terbesar ku" ucap raja bangga sambil memeluk putranya


"terimakasih ayahanda" juan xi membalas pelukan raja.


"maafkan ayahanda mu yang tidak bisa di andalkan ini nak" raja sangat menyesal tidak bisa mengungkap kebenaran tentang kematian istrinya selama ini.


"saya tau apa yang anda alami ayah, oleh karena itu saya tidak pernah menyalahkan anda" ucap juan xi sambil menepuk bahu ayah nya, raja dan juan xi terus berbincang bersama bukan dengan status raja dan putra mahkota melainkan dengan status ayah dan anak.


semua orang terharu dengan pemandangan kehangatan raja dan putra mahkota, walau pun raja sangat menyayangi putra mahkota namun raja dan putra mahkota tidak pernah menunjukan kasih sayang mereka satu sama lain selama ini.


perayaan penyambutan kembalinya putra mahkota berjalan dengan sangat baik, kerajaan bukan hanya menyambut putra mahkota melainkan juga menyambut kekuasaan kerajaan yang telah meluas dan memperkuat kedudukan kerajaan ping di antara kerajaan kerajaan yang lain.


"sayang, apa kau tidak merasa lelah dan juga bosan" kata juan xi melihat ke arah istri nya yang sangat asik menikmati acara


"tidak, aku sedang menikmati acaranya" jawab ara lie tanpa menoleh ke arah juan xi,.juan xi hanya menggelengkan kepala melihat ara lie yang sangat fokus dengan berbagai rangkaian acara yang sedang berlangsung, juan xi juga merasa sangat bahagia melihat senyum mengembang ara lie yang selalu merekah di sepanjang acara, senyum ara lie yang menghilangkan kebosanan juan xi hadir di acara saat ini.


"kenapa kau terus memandangi wajah ku? apa di wajahku ada kotoran?" tanya ara lie melihat juan xi yang selalu memandangi dirinya dengan tidak mengedipkan mata sama sekali


"kau sangat cantik permaisuri ku" jawab juan xi sambil tersenyum manis, jawaban juan xi lolos membuat pipi ara lie merona

__ADS_1


"kau terlihat sangat menggemaskan ketika sedang malu" goda juan xi melihat pipi ara lie memerah, ara lie yang merasa tergoda langsung memalingkan wajahnya dari juan xi mengalihkan pandangan nya fokus kembali ke acara yang sedang berlangsung untuk menetralkan kembali dirinya, sebenarnya yang membuat rona di pipi ara lie muncul bukan perkataan juan xi, melainkan senyum manis milik suami nya itu, yang terlihat sangat menggoda.


__ADS_2