
malam yang terasa cukup dingin, terlihat dua sosok insan yang terlelap satu ruangan namun beda tempat, juan xi terbangun dari tidurnya dia melihat ara lie tengah tertidur di bangku samping tempat tidur nya terlihat dia sangat kelelahan setelah mengurus dirinya, juan xi mengangkat ara lie ke tempat tidur agar tidurnya bisa lebih nyaman dia sendiri ingin mengambil beberapa berkas laporan yang sempat dia tinggal tadi siang dan belum ter selesaikan.
" jangan pergi" ara lie sambil memegang tangan juan xi
juan xi melihat kearah ara lie yang ternyata masih terlelap
"aku sungguh sangat kesepian" gumam ara lie lagi
juan xi memandang wajah ara lie nampak ara lie banyak masalah yang tidak dia ketahui, juan xi tidak jadi beranjak pergi dan kembali ketempat tidurnya
.
ara lie merasakan sesuatu yang sangat nyaman di dekatnya langsung memeluk nya dan kembali tertidur lelap
cahaya matahari telah bersinar terik, semua orang telah di sibukkan dengan segala aktifitas nya, para pelayan kediaman putra mahkota hendak membangun kan tuan nya namun tidak jadi saat melihat ada permaisuri di dalam nya
"ini kabar yang sangat baik" ucap salah seorang pelayan
"kabar apa?" tanya temannya
"putra mahkota dan putri mahkota tidur bersama, sebentar lagi kediaman kita akan memiliki berita yang baik" jawab pelayan itu antusias
" benarkah, itu kabar yang sangat baik, apa lagi permaisuri sosok yang sangat anggun dan cantik beliau juga sangat baik" seru temanya
"iya itu benar" jawab pelayan itu
di dalam kerajaan sang raja yang mendengar putra nya terluka mengutus seorang kasim untuk kekediaman milik putranya untuk memeriksa dan juga menyuruh nya untuk memberi salam ke istana karena saat ini sudah memasuki 2 minggu mereka menikah
sang kasim datang pagi ini kekediaman putra mahkota
"saya utusan dari yang mulia raja ingin menyampaikan pesan suara langsung dari yang mulia raja untuk putra mahkota dan juga putri mahkota" kata sang kasim
" baik tunggu sebentar" kata pengawal
pengawal mengetok pintu kamar tuan nya, mendengar kebisingan di luar ara lie merasa terusik tidurnya, dia ingin bangun namun terasa ada sesuatu yang berat menimpa badannya, dia membuka mata dan melihat wajah tampan juan xi yang masih terlelap sambil memeluk dirinya, seketika jantungnya berdetak cukup kencang
"ada apa dengan diri ku ini" tanya ara lie dalam hati, entah mengapa tangannya ingin sekali membelai wajah juan xi
"sudah cukup merabanya" goda juan xi yang membuka mata tiba tiba, hal itu membuat ara lie jadi salah tingkah membuat pipinya semu sangat merah
"a..aku... ti tidak" jawab ara lie gugup dan malu
"pagi permaisuri ku cup..." juan xi mengecup kening ara lie, sontak pipi ara lie tambah memerah
"hahahaha.. aku baru menyadari kau sangat menggemaskan" tawa juan xi melihat wajah ara lie yang sedang menahan malu
"kau bre****k" kesal ara lie
"sudah sudah, tolong bukakan pintunya, kita memiliki tamu" perintah juan xi
ara lie memakai jubahnya lalu membuka pintu
"salam yang mulia putri mahkota semoga panjang umur" salam sang kasim
"iya ada hal apa kasim kemari" tanya ara lie
"maaf mengganggu yang mulia, saya di perintahkan langsung oleh yang mulia raja untuk menanyakan kabar tentang putra mahkota" ucap sang kasim
"oh masuk lah" ara lie membawa kasim masuk ke dalam kamar juan xi, juan xi sedang duduk santai di tempat tidurnya
"salam yang mulia putra mahkota semoga panjang umur dan di berkati" salam sang kasim pada juan xi
"ada apa" jawab juan xi datar
"mohon ampun yang mulia karna hamba telah mengganggu waktu anda"ucap sang kasim
"hmmmm..." juan xi hanya berdehem untuk membalas kasim, ara lie agak merasa kesal kepada sikap juan xi yang sangat dingin kepada semua orang bahkan kepada dirinya dulu.
"kasim apa yang mau kau sampaikan?" tanya ara lie lembut
__ADS_1
"hamba di perintahkan langsung oleh yang mulia raja untuk menanyakan kabar yang mulia putra mahkota" jawab sang kasim melihat kearah juan xi
"sampaikan aku baik baik saja, hanya perlu istirahat sebentar" jawab juan xi datar
"ampun yang mulia, yang mulia raja juga menyampaikan pesan kepada saya, bahwa yang mulia putra mahkota dan putri mahkota telah menikah selama 2 minggu, sudah saatnya memberi salam kepada raja dan ratu" jelas sang kasim
mendengar hal itu ara lie memikirkan tentang kondisi juan xi yang saat ini terasa tidak memungkin kan untuk menempuh perjalanan pergi menuju istana
"maaf kasim, tolong sampaikan kepada yang mulia raja, bahwa untuk saat ini kami belum bisa datang mengingat kondisi suami ku saat ini, mohon tambahan waktu hingga suami ku ini membaik" ucap ara lie, juan xi melihat ara lie yang perduli akan dirinya merasa senang, dia pun tidak berkata apa apa, kasim itu undur diri untuk kembali ke kerajaan menyampaikan pesan sang putri mahkota kepada sang raja
"apa kau ingin mandi?" tanya ara lie
"tentu saja, kau ingin mandi bersamaku?" goda juan xi
"ti tidak mandi saja sendiri" rona pipi ara lie muncul
"tapi aku tidak bisa mandi sendiri permaisuri ku, kau tega sekali lihat kan punggungku masih terasa sakit" juan xi beralasan
"iya sih tapi..." ara lie berfikir
"ayo lah apa kau sungguh tega dengan suami tampan mu ini" bujuk juan xi
"cuih, narsis, sejak kapan es balok ini menjadi lembek" gerutu ara lie
"entah lah, jadi kau akan membantu diriku tidak?" desak juan xi
"baiklah dengan TERPAKSA" jawab ara lie sengaja menekan kalimat yang ia ucapkan
pelayan menyiapkan air untuk mandi juan xi, ara lie membantu juan xi ke kamar mandi, tiba tiba juan xi membuka bajunya sontak ara lie langsung menutup wajahnya
"kenapa kau menutup wajah mu?" tanya juan xi
"kau tidak tau malu" kesal ara lie
"aku mau mandi permaisuri masa iya aku mandi sambil mengenakan pakaian" timpal juan xi
"iya iya terserah kau, masuk ke dalam bak mandi cepat biar aku bantu menggosok punggung mu" perintah ara lie
"aaaaggghhh J.U.A.N.X.I BRE****K" teriak ara lie
"tangan ku licin tadi" juan xi membuat alasan
ara lie mencoba keluar dari bak mandi namun naas dia terpeleset karena lantai kamar mandi yang licin, al hasil ara lie jatuh menimpa juan xi
"ternyata tubuhmu lebih jujur iya permaisuri ku" goda juan xi
"sialan kau!" ara lie sangat kesal kepada juan xi, ara lie memelotot kan mata guna memberitahu juan xi bahwa ini sangat lah tidak lucu, bukan nya takut juan xi justru tertawa melihat ara lie yang sedang marah, ara lie yang kesal langsung berdiri ingin pergi namun di tarik kembali oleh juan xi, tubuh mereka sangat dekat, juan xi tidak henti henti nya menatap ara lie begitu pula sebaliknya, jantung mereka berdebar sangat kencang hingga dapat terdengar oleh telinga, juan xi terus menatap ara lie dalam tak lama kemudian dia mel****t bi**r ara lie, ara lie tidak menolak bahkan dia melingkarkan lengan nya ke leher juan xi, juan xi yang merasa permaisurinya tak menolak apa yang dia lakukan memperdalam lagi ci**n nya, lama dan penuh ga****h karna kehabisan nafas keduanya mengakhiri ci***n mereka, ara lie terlihat sangat malu setelahnya, dia beranjak keluar kamar mandi secepat kilat, baru saja keluar ara lie mendengar teriakan dari juan xi
"aaaagggghhhh" teriak juan xi, sontak membuat ara lie berlari menghampiri juan xi, terlihat luka juan xi terbuka kembali, mungkin karena kejadian tadi fikir ara lie langsung membantu juan xi ke kemar dan langsung membalut luka juan xi kembali
"tunggu lah di sini aku akan buat kan sarapan untuk mu" kata ara lie
"baik lah" singkat juan xi
ara lie meninggalkan ruangan, datang pengawal kepercayaan juan xi
"salam yang mulia" ucap huan jie
"hmmm" jawaban juan xi
" yang mulia kenapa?" huan jie kaget melihat tuan nya tengah terluka
" hanya luka kecil, ada apa?" tanya juan xi
"ampun yang mulia, sepertinya dugaan anda benar bahwa mentri keuangan dan yang mulia ratu telah bersekongkol" ucap huan jie serius
"bagus, terus awasi pergerakan mereka dapatkan semua bukti" perintah juan xi
" baik yang mulia" huan jie pergi meninggalkan ruangan dan berpapasan dengan Ara lie
" salam yang mulia putri mahkota" ucap huan jie
__ADS_1
" iya, kau siapa?" tanya ara lie datar
benar benar persis dengan yang mulia putra mahkota, pasangan yang serasi fikir huan jie melihat sikap ara lie
" hamba pengawal yang mulia putra mahkota, hamba mohon undur diri" ucap huan jie langsung meninggalkan ara lie, ara lie hanya acuh dan langsung masuk kedalam kamar juan xi
" apa ada masalah?" tanya ara lie
" tidak ada, memangnya ada apa?" tanya juan xi balik
" tadi aku bertemu pengawal mu di depan" jujur ara lie
"cuma masalah kecil" singkat juan xi
ara lie menyuapkan bubur buatan nya kepada juan xi
"suami ku, boleh kah aku berbisnis" tanya ara lie, dia sangat bosan hanya di kediaman saja itu todak seperti dirinya yang suka menghasilkan banyak uang
"memang kau ingin berbisnis apa? tanya juan xi
"apa saja yang pasti menguntungkan" jawab ara lie bersungguh sungguh
" memang semua yang aku beri masih kurang?" kata juan xi
"itu tidak benar suami ku, aku hanya ingin menyibukan diriku untuk hal yang lebih menguntungkan" jelas ara lie
"baik lah, aku setuju, tapi pengawal ku Lian xi akan menjadi pengawal mu" ucap juan xi
"itu tidak jadi masalah terimakasih" ucap ara lie
akhirnya ara lie akan mulai membangun bisnis sedari awal lagi di jaman kuno ini, ara lie sangat merindukan segala bisnis bisnis yang selalu menyibukan diri nya hingga tidak memiliki waktu untuk bersenang senang dulu.
setelah selesai juan xi sibuk dengan segala berkas di tangan nya walau pun dia masih tetap di tempat tidur, sedangkan ara lie kini sedang duduk di dekat jendela, ara lie merindukan papi dan maminya
"bagaimana kabar papi dan mami saat ini? apakah mereka merindukan diriku? dan bagaimana tubuh ku saat ini? apakah sudah di kubur?" semua pertanyaan pertanyaan itu tidak satupun ada jawaban nya
walau pun orang tua zahra selalu di sibuk kan dengan segala kesibukan mereka sehingga jarang sekali ada waktu dengan keluarga untuk bersama, sama hal nya dengan zahra dia selalu sibuk hingga lupa waktu,
mereka hanya kumpul ketika masa liburan saja, walaupun demikian zahra tetap merupakan anak kesayangan dan kebanggaan keluarganya karna dia anak tunggal di keluarganya, jadi wajar saja jika zahra selalu di manjakan dan mendapat perhatian lebih dari kedua orang tua nya, namun saat ini dirinya sudah tidak dapat bertemu dengan kedua orang tua nya itu lagi.
Ara lie menghela nafas kasar lalu memejamkan mata
juan xi yang melihat permaisurinya seperti sedang ada masalah, menghampiri dirinya, juan berdiri di belakang ara lie wajah nya sangat dekat dengan wajar ara lie yang kini sedang terpejam
"ada apa?" tanya juan xi
ara lie kaget saat membuka mata ada juan xi di hadapan nya, mereka saling menata lama lalu ara lie mendorong juan xi menjauh
" tidak ada apa apa" jawab ara lie mencoba santai
" jangan berbohong" desak juan xi
"kau tau bukan hubungan ku dengan selir bai dan juga adik ku sie sie tidak terlalu baik" ucap ara lie
"lalu" tanya juan xi
" itu mengganggu diri ku, aku ingin membalas perbuatan mereka terhadap ku dulu" ucap ara lie terdengar ada nada amarah di dalam nya, juan xi memeluk ara lie
"bersabar lah, nanti pasti ada waktunya" juan xi mencoba menenangkan ara lie
"aku tidak sabar untuk hal itu, asal kau tau, adik ku sie sie meracuni diriku saat hari aku menikah dengan dirimu" kata ara lie, juan xi yang mendengar hal itu sangat kaget
"lalu apa kau baik baik saja sekarang?" tanya juan xi panik
"aku baik baik saja, hanya hati ku yang tidak merasa baik" ucap ara lie
"tenang lah aku akan selalu besama denganmu"entah mengapa ucapan juan xi terdengar begitu menenangkan bagi ara lie
"terimakasih" ucap ara lie
"sudah seharusnya" kata juan xi
__ADS_1
juan xi melanjutkan kesibukan nya, sedangkan ara lie dia berpamitan untuk kembali kekediaman nya sebentar.