
seluruh kerajaan ping di hebohkan dengan kabar tentang putri mahkota yang ternyata berada di kerajaan xiao, seluruh kerajaan ping tak percaya dengan kabar yang terdengar.
jendral pang dan panglima min yang mendengar tentang kabar yang beredar langsung datang menemui putra mahkota
"salam yang mulia putra mahkota" kata jendral pang dan panglima min
"silahkan duduk ayah mertua dan adik ipar" kata juan xi datar
"yang mulia apa benar dengan kabar yang beredar?" tanya panglima min penasaran
"benar yang mulia, apa benar lie'er ada di kerajaan xiao saat ini?" timpal jendral pang
"kabar itu benar ayah mertua, dan saya saat ini sedang menyusun rencana untuk membawa kembali permaisuri saya" kata juan xi dengan aura membunuh
"bagaimana mei mei bisa sampai di tangan raja bia*b itu?" tanya panglima min
"ini tak bisa di biarkan terlalu lama yang mulia, pasti putri ku sangat ketakutan di sana selama ini" ucap jendral pang khawatir
"raja akan mengirimkan surat permintaan kembali putri mahkota kerajaan ping kepada kerajaan xiao, jika surat itu di tolak tidak ada cara lain selain dengan jalan peperangan" jelas juan xi datar
"kita harus bisa membawa mei mei kembali, dengan cara apapun" ucap panglima min dengan nada penuh amarah
"kau benar putra ku" kata jendral pang, mereka bertiga berbicara tentang langkah yang akan mereka ambil kedepannya.
ratu pie sie yang mendengar apa yang sedang terjadi di kerajaan nya memutuskan untuk bertemu dengan ratu zuya
"apa langkah yang akan kau ambil selanjutnya ratu?" tanya ratu pie sie
"aku ingin kau memperlemah kekuatan kerajaan ping" perintah ratu zuya singkat
"aku akan bekerja sama dengan mentri keuangan agar dia mengambil sebagian kekuatan kerajaan ping" jelas ratu pie sie
"itu bagus, terus kendalikan sampai rencana kita berhasil" ucap ratu zuya.
ratu pie sie memerintahkan mentri keuangan untuk mengambil alih kekuatan kerajaan ping diam diam, dan memperlemah kekuatan putra mahkota.
surat dari kerajaan ping telah di kirim ke kerajaan xiao namun sayang nya surat permohonan itu di tolak oleh raja han, hal itu membuat tak ada cara lain selain medan perang jalan solusinya. persahabatan dan kerjasama kerajaan ping dan juga kerajaan xiao terputus dengan penolakan yang di lakukan raja han, hal itu membuat banyak kerugian untuk kedua kerajaan.
"kita harus merampas kerajaan ping secepatnya" kata ratu zuya dengan penuh kepercayaan
"betul yang mulia, setelah kerajaan kita memutuskan kerja sama dengan kerajaan ping, kita memiliki banyak kerugian yang mulia" ucap mentri kerajaan xiao
__ADS_1
"benar yang mulia, jika kita mampu menggulingkan kerajaan ping, buka hanya kerajaan kita mendapat keuntungan saja namun juga kerajaan kita akan di kenal sebagai kerajaan terkuat karena mampu menggulingkan sang iblis perang" timpal mentri lain nya.
ruang rapat di penuhi dengan banyak nya dukungan agar ratu mereka segera menyerang kerajaan ping mengingat banyak nya kerugian yang di alami kerajaan mereka saat ini, namun tentu ada juga yang berpendapat lain, agar sang ratu bisa memikirkan akibat yang akan terjadi jika peperangan antara kerajaan ping dan kerajaan xiao terjadi, karena pastinya jika kerajaan xiao kalah itu akan membuat kerajaan xiao menjadi bagian kerajaan ping, hal itu membuat kerajaan ping semakin luas dan berkembang.
di aula kerajaan ping juga sedang di adakan rapat
" yang mulia kita harus segera memutuskan solusi saat ini" kata mentri pertahanan
"benar yang mulia, mengingat banyaknya kerugian kerajaan kita saat ini" timpal mentri keuangan
"bagaimana pendapat mu putra mahkota?" tanya raja
"kita harus membuat perancangan dan persiapan yang matang terlebih dahulu ayah handa" saran juan xi.
"kau benar putra ku, kita harus membuat rencana yang matang sebelum mengadakan peperangan" ucap raja
"tapi, kerugian saat ini, sungguh berdampak besar yang mulia" elak mentri keuangan
"kau benar mentri, namun jika kita berperang pada saat saat seperti ini, tidak akan menguntungkan kerajaan kita" jelas juan xi
"mohon ampun yang mulia putra mahkota namun jika kerajaan kita tidak mengambil keputusan kerajaan kita akan terus mengalami kerugian" mentri keuangan tak mau kalah
"kau tenang lah mentri, aku sudah menyimpan berbagai bahan herbal dan obat dari kerajaan xiao kala itu, sebagai cadangan kerajaan kita saat ini" kata juan xi.
"itu benar ayahanda, saat ayah memberitahukan tentang keberadaan putri mahkota, saya telah menyiapkan segala persiapan dengan matang, sebelum pergi ke kerajaan xiao, jadi kerajaan kita saat ini tidak mengalami kerugian besar, karena masih banyak yang tersisa" jelas juan xi.
semua yang ada di dalam rapat menjadi sangat lega, mereka bersyukur memiliki putra mahkota yang pemberani dan juga cerdas, namun tidak dengan mentri keuangan, dia berfikir putra mahkota tidak memiliki persiapan sama sekali jadi dia bisa menjalankan rencana dengan ratu nya dengan baik, namun itu juga tak terlalu masalah untuk mentri keuangan karena dia akan menjalan kan perintah dari sang ratu untuk mengendalikan kekuatan putra mahkota, seringai nampak terlihat di wajah mentri keuangan hal itu terlihat jelas oleh juan xi, juan xi berfikir ini saat yang tepat untuk menjatuhkan mentri keuangan
"ayahanda hamba ingin melaporkan hal lain" kata juan xi
"silahkan putra mahkota" ucap raja
"beberapa bulan lalu saat saya di tugaskan di wilayah bagian utara, saya menemukan banyak hal yang sangat janggal yang mulia" jelas juan xi, sontak keringat dingin mentri keuangan mulai muncul namun dia mencoba tetap tenang.
"lanjutkan putra ku" perintah raja
"saya menemukan ketidak adanya bahan makanan yang sampai kesana seperti yang di ceritakan di dalam rapat selama ini dan juga anggaran yang sampai pun hanya seperempatnya saja ayahanda" jelas juan xi
para mentri berdiskusi mengapa bisa demikian bukan kah katanya anggaran dan bahan makan telah sampai di sana dengan aman.
"dan hamba juga membawa seseorang yang dapat menjelaskan nya ayahanda" ucap juan xi, seseorang muncul di tengah tengah rapat.
"siapa dia putra ku?" tanya raja
__ADS_1
"beliau merupakan kepala desa yang ada di sana ayahanda" kata juan xi
"salam yang mulia raja semoga panjang umur" kata kepala desa
"salam mu ku terima, apa yang mau kau sampaikan kepala desa?" tanya raja kepada kepala desa itu
"apa yang di katakan yang mulia putra mahkota semuanya itu benar yang mulia dan dia adalah pelakunya" kata kepala desa menunjuk mentri keuangan
"apa yang kau katakan, kau tak memiliki bukti" elak mentri keuangan
"dia memang tak memiliki bukti mentri namun saya memilikinya" kata juan xi santai.
*flash back*
walau pun juan xi sedang di landa kekhawatiran namun dia tetap memfokuskan fikiran nya untuk menemukan titik terang permasalahan yang terjadi.
juan xi mempergoki tingkah aneh kepala desa di sana yang tak pernah mau bertemu dengan nya, hal itu membuat juan xi semakin curiga, juan xi menyuruh anak buahnya untuk memata matai gerak gerik kepala desa, dan ternyata benar dugaan juan xi.
kepala desa mendapatkan surat dari mentri keuangan tentang anggaran bencana dan menyuruh kepala desa untuk tutup mulut dan melaporkan ke kerajaan bahwa semua nya telah sampai dengan aman. juan xi yang mengetahui hal itu tidak diam saja, dia menerobos masuk ke kediaman kepala desa
"ampun yang mulia hamba mengaku salah" kata kepala desa ketakutan
"kumpulkan semua bukti dan ikut pengawalku untuk meninggalkan wilayah ini" perintah juan xi
"ba baik yang mulia" kepala desa juan xi sembunyikan sebelum kepergiannya untuk mencari keberadaan ara lie
*flash on*
"ini surah perintah dari mentri keuangan kepada kepala desa ayahanda" juan xi menyerahkan surat surat itu kepada raja, raja membacanya dengan seksama
"lancang kau mentri!" marah raja melihat apa yang telah di lakukan menteri keuangan miliknya, apa lagi di surat itu tertulis perintah agar kepala desa membuat surat palsu untuk menuduh juan xi
"semua itu bohong yang mulia" mentri keuangan mengelak
"pengawal tangkap mentri keuangan" marah raja
"semua ini fitnah yang mulia, hamba tidak bersalah" kata menteri keuangan membantah
"lancang! semua bukti tertuju kepada mu, bawa dia kedalam penjara bawah tanah, untuk menunggu hukuman" perintah raja.
mentri keuangan di bawa ke penjara, walau dia terus memohon dan mengelak namun raja tetap tidak bergeming sama sekali
"kerja bagus putra ku" kata raja bangga
__ADS_1
"hamba pamit undur diri ayahanda" ucap juan xi datar berlalu pergi, raja memahami sikap putra nya itu, raja sebenarnya juga menyesal selama ini karena tidak bisa menjadi raja yang kuat mengingat dirinya selalu di kendalikan oleh setiap menteri menteri nya, raja sebenarnya mengetahui banyak hal namun dia terpaksa diam karena kedudukan nya yang lemah namun saat mengetahui kedudukan putra mahkota sangat kuat membuat dirinya senang dan berharap semua kemunafikan yang terjadi selama ini, dapat putra nya atasi, raja menghela nafas kasar mengingat semuanya.