RUMOR PERMAISURI SANG IBLIS PERANG

RUMOR PERMAISURI SANG IBLIS PERANG
50


__ADS_3


sepeninggal juan xi pergi berperang, hari hari yang ara lie lalui kian berat, tubuhnya benar benar berangsur tidak berdaya, seperti hari ini ara lie merasa dadanya terasa sangat sesak, beberapa kali dia batuk batuk


"tuan putri, apa perlu nubi panggilkan tabib" tanya san san yang sangat tidak tega melihat keadaan putri mahkota yang terlihat sangat pucat


"uhuk tidak perlu san san, nanti juga akan membaik dengan sendirinya" elak ara lie


"tidak tuan putri, tubuh anda saat ini sangat lemah, tolong menurut lah, nubi tidak ingin ada hal buruk yang menimpa tuan putri hiks" tangi san san merasa sangat tidak tega melihat keadaan ara lie yang sudah terlihat tidak baik baik saja.


"baik lah" ara lie pasrah melihat air mata san san, ara lie tahu pelayan nya itu memang sayang menyayangi dirinya, bahkan lebih dari ibunya sendiri.


san san bergegas memanggil tabib untuk memeriksa keadaan ara lie, saat san san kembali bersama tabib ara lie sudah jatuh pingsan di lantai kamar miliknya dengan banyak nya darah yang berceceran


dengan panik san san membantu ara lie menuju ranjang miliknya, dengan sangat lembut dan hati hati mulai mengganti pakaian nya, baru membiarkan tabib memeriksa.ara lie

__ADS_1


tabib sangat tercengang saat mengetahui pernyakit yang di derita putri mahkota sudah sangat parah, segera tabib ingin memberitahukan kabar buruk itu kepada raja, belum sempat tabib beranjak pergi ara lie sudah terbangun dari pingsan nya, dan mencegah tabib untuk pergi


"pernyakit apa yang aku derita?" tanya ara lie dengan suara yang sangat lemah


"detak jantung anda sangat lemah yang mulia, terdapat kerusakan di area ulu hati anda yang sudah sangat parah mengakibatkan kondisi anda menjadi sanga buruk saat ini, hamba harus memberitahukan kabar buruk ini kepada yang mulia raja" jelas tabib


"tidak perlu" sangkal ara lie cepat


"namun ini sangat genting yang mulia, jika pernyakit anda tidak segera di sembuhkan akan sangat berbahaya bagi nyawa anda yang mulia" jelas tabib lagi


",aku tahu, tugas mu sudah sangat baik, tidak perlu mengkhawatirkan tentang hal itu, aku memohon kepada mu agar tidak memberitahu kan kabar tentang diriku kepada siapapun" lirih ara lie memohon


"aku mohon kepada kalian, tolong rahasiakan tentang masalah ini" ucap ara lie terus memohon


san san dan tabib yang melihat putri mahkota terus memohon menjadi merasa tidak tega, tabib memutuskan akan tetap mengobati pernyakit ara lie dengan segala kemampuan yang dia miliki, san san juga akan terus menemani dan melayani putri mahkota dalam keadaan sakit nya, dan berusaha tidak akan membocorkan masalah ini kepada siapa pun.

__ADS_1


peperangan yang sedang terjadi terlihat begitu dahsyat, juan xi saat ini sedang melawan raja barst yang merupakan raja arogan dari kerajaan bist, kerajaan itu terkenal sangat kejam sehingga banyak kerajaan yang mencoba melawan kerajaan bist, sama hal nya dengan kerajaan ping saat ini, dengan menaklukan kerajaan bist sudah dapat di pastikan kerajaan ping akan berubah menjadi negara kekaisaran yang sangat megah, sebab kerajaan bist merupakan kerajaan yang sangat luas, setiap tahunnya raja barst akan memerangi kerajaan lain nya, raja barst sanga terobsesi menjadi seorang kaisar itu sebabnya dirinya selalu saja memerangi kerajaan kerajaan lain untuk memperluas kekuasaan milik nya, jika kerajaan ping tidak cepat melakukan perlawanan, sudah bisa di pastikan cepat atau lambat kerajaan ping juga akan menjadi salah satu korban dari kekejaman raja barst yang sangat licik dalam mengatur metode perang nya.


pasukan kerajaan ping dan kerajaan bist berperang dengan sangat sengit, juan xi akui kekuatan dan kecerdasan raja barst tidak dapat di remehkan oleh nya, terbukti dari setiap rancangan yang telah dia rencanakan dengan sangat mudah terbaca oleh raja barst, namun hal itu tentu tidak dapat menyurutkan hati juan xi, juan xi harus terus bertahan dan memulai rancangan rancangan baru yang dapat mengenai titik lemah raja barst, karena juan xi ingin segera cepat kembali kedalam kepelukan ara lie, entah mengapa juan xi selalu merasa jika dirinya tidak cepat kembali ara lie akan pergi dari genggaman nya.


juan xi mencoba selalu memusatkan fikiran nya untuk tetap fokus kepada peperangan yang sedang terjadi di hadapan nya, sudah dua bulan lamanya juan xi terus berperang dengan raja barst namun belum menemukan hasil sama sekali, juan xi tidak dapat mengirim mata mata ke dalam tenda lawan, karena lawan memiliki ciri has tersendiri yang sangat sulit untuk di tiru membuat akan cepat dengan mudah mata mata nya ketahuan.


juan xi sedang melawan raja barst saat ini, dengan bersusah payah juan xi mencoba terus menyerang raja barst namun terlihat ada yang aneh dari tubuh raja barst yang terlihat tidak terluka sama sekali bagaikan kebal tidak dapat tergores oleh benda apa pun.


juan xi terus berusaha semaksimal mungkin dengan mengerahkan segala kemampuan milik nya namun hasil nya tetap nihil, juan xi jatuh terlempar begitu saja oleh raja barst dengan sangat mudah nya


"apa yang terjadi dengan mu anak muda, bukan kah kau yang selalu di juluki dengan sang iblis perang itu, dimana kekuatan mu itu hah! yang aku lihat di hadapan ku saat ini, hanya pria lemah yang tidak berdaya sama sekali" sindir raja barst melihat juan xi yang sangat kewalahan dalam bertarung melawan dirinya.


juan xi menghela nafas sesaat sambil diam diam mengamati tubuh raja barst, juan xi baru menyadari ada satu kejanggalan di bagian tubuh raja barst, raja barst sangat melindungi tubuh bagian lengan milik nya dari pada bagian perut dan dada seperti orang pada umumnya, juan xi langsung menyadari ternyata selama ini kelemahan raja barst mungkin terletak pada bagian lengan nya.


tidak ingin membuang waktu juan xi langsung berusaha menggapai lengan raja barst walau pun dengan bersusah payah, juan xi tidak pernah ingin menyerah, juan xi harus tetap bersemangat dan berusaha tetap hidup untuk kembali lagi kepada permaisuri tercintanya.

__ADS_1


jendral pang dan panglima min yang melihat pertarungan putra mahkota dengan raja barst sangat bangga kepada putra mahkota yang tidak mudah menyerah sama sekali walau pun berulang kali dirinya yang terluka, jendral pang tahu betul alasan dari semangat juang menantunya itu, tentu untuk kembali kepada putri tercintanya, sama seperti jendral pang yang harus segera menyelesaikan tugas nya dalam medan perang ini agar dapat kembali melihat senyum manis putri tercintanya, jendral pang selalu merasa sangat ingin bertemu dengan putri nya, ada sedikit rasa takut di dalam hati, entah apa alasan di balik rasa ketakutan nya itu, yang pasti jendral pang harus terus berjuang untuk segera menyelesaikan perang panjang ini dan kembali dengan cepat melihat putri tercintanya lagi.


🍁


__ADS_2