RUMOR PERMAISURI SANG IBLIS PERANG

RUMOR PERMAISURI SANG IBLIS PERANG
42


__ADS_3


raja memberi perintah kepada seluruh anak buah nya untuk mencari dalang di balik peristiwa yang menimpa putri mahkota, raja juga mengupayakan semua kemampuan nya agar dapat menolong menantunya saat ini. raja tidak ingin melepaskan orang yang telah mengusik ketenangan kehidupan putra dan juga menantunya.


di sisi lain fu yie dan fue ya memberi tahu jendral dan juga panglima kerajaan xiao untuk bersiap siap menyerang kerajaan ping, dengan ada nya kabar tentang keadaan putri mahkota saat ini membuat putra mahkota menjadi lemah,waktu yang sangat bagus untuk menyerang kerajaan ping.


jendral membawa pasukan untuk ikut bersama dengan nya menuju kerajaan ping, jendral memerintahkan pasukan nya untuk mengepung kerajaan ping, dengan tidak adanya persiapan dari para penjaga kerajaan membuat jendral sangat di untungkan dengan mudah memenang kerajaan ping.


di sisi lain panglima kerajaan xiao menyerah kediaman putra mahkota untuk membunuh raja dan juga putra mahkota agar kerajaan ping benar benar hancur dan kekuasaan jatuh ke tangan tuan putri nya.


serangan yang tiba tiba membuat semua orang kewalahan,mereka terpojok,fu yie dan fue ya hadir di tengah tengah mereka setelah mereka merasa situasinya sudah terkendali di bawah kekuasaan mereka.


"kau!" teriak juan xi melihat fu yie dan juga fue ya


"yang mulia hamba sangat takut dengan teriakan anda" ucap fu yie pura pura memelas lalu mendekat ke arah juan xi yang sedang berada di tangan prajurit membelai lembut wajah nya dan di tepis kasar oleh juan xi


"siapa kau, dan untuk apa kau melakukan semua ini" kata raja, mendengar ucapan dari raja fu yie berbalik mendekat kearah raja


"aku adalah orang yang akan menghancurkan kerajaan kalian, setelah dirimu mati kerajaan ini akan tertekuk lutut di bawah perintah ku" ucap fu yie penuh amarah langsung menarik pedang miliknya dan hendak membunuh raja, huan jie datang dengan tiba tiba langsung menusuk fu yie hingga terkapar, fue ya yang melihat kakaknya tidak berdaya menjadi sangat marah kepada huan jie


"lancang aku akan membunuh mu" fue ya berlari ke arah huan jie namun di cegah oleh xi huan dengan pedang milik nya


"apa apa ini semua?" tanya fue ya tidak percaya, bukan kah mereka sudah terpojokkan saat ini, mengapa mereka masih sanggup untuk melawan fikir nya.


"kau memang gadis yang sangat lugu, kau fikir dengan mencuri dari kediaman ku bisa menjatuhkan kerajaan ku" sinis juan xi melihat fue ya yang sedang kebingungan.


"lancang! prajurit bunuh dia!" teriak fue ya namun tidak ada satu orang pun yang bergerak


"mengapa kalian diam! cepat bunuh dia" bentak panglima

__ADS_1


"apa kau fikir aku semudah itu untuk di kalahkan putri?" sinis juan xi menyingkirkan pedang dari prajurit yang mengarah ke arah nya lalu berjalan mendekat ke arah fue ya


"apa maksud mu?" tanya fue ya tidak percaya


"kau sama seperti ibu mu, namun sangat di sayang kan rencana kalian sama sama berakhir sia sia" ucap juan xi datar


"tidak mungkin! kalian mengetahui nya sejak awal" kata fue ya yang sangat tidak percaya.


"semua orang yang ada di sini adalah orang orang ku, sampai kapan pun mereka hanya akan mematuhi perintah dari ku" jelas juan xi menatap tajam fue ya


"tidak mungkin tadi mereka semua menuruti semua perintah dari ku dan paman jendral juga sudah mengepung kerajaan kalian saat ini, iya paman jendral dia pasti sudah menang" ucap fue ya dengan antusias


"apa yang kau maksud orang itu" tanya juan xi menunjuk tubuh seseorang yang sudah di penuhi dengan darah. fue ya melihatnya dengan tidak percaya, apa yang sebenarnya sedang terjadi.


"mengapa bisa begini" fue ya terjatuh ke tanah, dia sudah tidak dapat berkata apa apa lagi, fue ya tersadar ternyata selama ini dirinya dan juga fu yie hanyalah gadis yang sangat polos dan juga naif, berfikir jika rencana mereka sangat hebat justru semua nya tidak berjalan sesuai rencana, fue ya menyetujui jika lawan mereka merupakan orang yang sangat cerdik, alah kah baik nya jika sedari awal dia dan sang kakak memilik hidup dengan baik dari pada membalas dendam yang berakhir tidak berguna sama sekali


fue ya menangis menyesali kebodohannya, kini bukan hanya kerajaan nya yang telah hancur tapi dia juga kehilangan semua orang yang ada dalam hidup nya, fue ya tidak bisa berfikir jernih lagi dia menggenggam pedang nya dan menyerang juan xi ingin membunuh nya yang telah membunuh kakak nya,namun sangat di sayang kan tubuhnya fue ya yang kecil tidak sebanding dengan kekuatan juan xi, juan xi menebas tubuh fue ya dengan mudah menusukan pedang nya tepat di jantung fie ya dan akhirnya fue ya pun tumbang menyusul kakak nya, melihat tuan putri nya terbunuh panglima kerajaan xiao sangat geram langsung berlari ke arah raja berniat untuk membunuhnya, namun justru panglima kerajaan xiao yang terbunuh oleh huan jie yang datang melindungi raja, saat dia hendak mengayunkan pedangnya.


setelah kejadian itu suasana kediaman putra mahkota kembali hampa mengingat tidak adanya tanda tanda dari putri mahkota akan membaik


"sayang" juan xi duduk di samping ara lie membelai lembut rambutnya


"apa sudah beres?" tanya ara lie penasaran


"kau sangat nakal sayang, mengapa kau tidak membongkar sakit palsu mu itu kepada semua orang hmmm" juan xi balik bertanya


"jawab dulu suami ku" rengek ara lie


"iya, semuanya berjalan dengan baik,jadi apa sebenarnya rencana mu sayang ku, mengapa kau masih ingin berpura pura sakit" ucap juan xi penasaran

__ADS_1


"aku ingin membongkar kejahatan selir bai suami ku" ucap ara lie


"istri ku, dia wanita yang sangat licik, aku khawatir jika dia akan melukai dirimu dengan keadaan mu yang seperti ini" jelas juan xi menatap wajah ara lie dengan penuh kekhawatiran


"tenang lah suami ku, semuanya akan cepat berlalu dan kita akan hidup nyama setelahnya, percayalah pada ku" ucap ara lie meyakinkan jian xi, juan xi hanya bisa pasrah kepada rencana wanita tercintanya itu dan akan mencoba segala cara untuk terus melindungi wanita nya.


di saat kekacauan sedang terjadi di dalam kediaman putra mahkota justru selir bai gunakan untuk membeli racun di tempat langganan nya dulu saat meracuni istri sah jendral pang, selir bai ingin memberi racun yang sama kepada ara lie dari tangan nya sendiri.


"nyonya ada yang dapat saya bantu?" tanya penjual itu


"apakah di sini masih ada racun yang sama persis dengan racun ini" kata selir bai menunjukan kertas di tangan nya.


"masih nyonya akan saya ambil kan" penjual itu mengambil botol racun nya dan memberikan kepada selir bai, selir bai merasa sangat puas membayarnya dan segera berlaku pergi


"kau sudah memberikan yang aku suruh" ucap san san muncul setelah selir bai pergi


"sudah nona, yang nyonya itu bawa hanyalah botol vitamin" jawab penjual itu


"bagus sekali ini untuk mu" ucap san san lalu pergi menyusul selir bai


san san di perintahkan oleh juan xi untuk mengawasi selir bai, mengingat ara lie yang keras kepala membuat juan xi sangat khawatir, juan xi tidak ingin ada hal hal buruk yang menimpa wanita nya lagi.


selir bai masuk kedalam kediaman ara lie dengan tatapan benci kepada ara lie yang sedang terbaring lemah di atas tempat tidur nya saat ini.


"kau tau aku sangat membenci diri mu karena kau adalah batu penghalang di dalam hidup ku sama persis seperti ibumu" ucap selir bai degan penuh amarah kepada ara lie


"aku ingin kau juga tiada sama seperti dirinya" sinis selir bai


" sebelum itu aku akan berbaik hati menceritakan sebuah kisah tentang ibu mu" lanjut selir bai

__ADS_1


"ibu mu bukan mati karena sakit, aku yang telah membunuh nya dengan racun ini, lihat lah ara lie racun ini adalah racun yang membunuh ibu mu waktu itu dan sekarang kau juga akan merasakan nya" ucap selir bai antusias menunjukan botol di tangan nya kepada ara lie, selir bai terus melanjutkan cerita tentang kejadian kematian ibu ara lie sambil meminumkan cairan yang ada di dalam botol itu sedikit demi sedikit kepada ara lie, ara lie tidak membuka matanya masih setia menerima racun dari selir bai dan juga segala yang dia katakan, ara lie mulai merasa geram semakin lama selir bai berbicara semakin ara lie ingin membuka mata nya, belum sempat ara lie membuka mata


brak!! pintu kamar ara lie di banting dengan sangat keras memperlihatkan jendral pang yang berada di balik nya dengan wajah yang di penuhi amarah yang sangat menggebu gebu melihat kearah selir nya.


__ADS_2