RUMOR PERMAISURI SANG IBLIS PERANG

RUMOR PERMAISURI SANG IBLIS PERANG
52


__ADS_3


rombongan juan xi kembali membawa kemenangan untuk kerajaan ping, keadaan juan xi sudah membaik saat ini, juan xi tidak sabar untuk kembali pada ara lie.


ara lie meminta san san dan tabib yang tahu akan pernyakit yang di deritanya untuk menyembunyikan semua obat obat an yang ada di dalam kamar milik nya, meminta san san untuk mendandani dirinya sedikit tebal agar dapat menutupi wajah pucat milik ara lie.


ara lie menyambut kedatangan juan xi dengan senyum merekah di wajah nya, saat melihat kuda kesayangan milik suaminya sudah ada di depan mata, juan xi tidak membuang waktu langsung bergegas turun dari atas kuda nya berlari menghampiri permaisuri tercinta, mendekapnya dengan sangat erat untuk melepaskan segala kerinduan yang ada.


"bagaimana kabar mu sayang?' tanya ara lie sedikit memaksakan suaranya agar tidak terdengar lemah


"aku sudah sangat baik saat ini, ketika dapat memelukmu kembali" ucap juan xi mempererat pelukannya pada ara lie sambil terus mencium puncak kepala ara lie


sorak gembira dari para rakyat menggema di seluruh penjuru kerajaan kebahagiaan dan rasa bangga atas kemenangan putra mahkota tidak henti henti nya mereka lontarkan, para rakyat juga sangat bersyukur atas kembalinya keluarga mereka yang ikut serta dalam berjuang walau ada beberapa orang yang gugur dalam medan perang.


raja mengumumkan satu minggu lagi akan di adakan peresmian negara kekaisaran ping dan juga untuk pertama kalinya mengangkat seorang kaisar dalam sejarah kerajaan ping.


seluruh rakyat sangat bahagia mendengar titah dari raja, dan juga sangat penasaran siapakah yang akan pertama kali menjadi seorang kaisar apakah sang raja sendiri atau putra mahkota yang telah sangat berjasa bagi kemajuan kerajaan ping.


semua pertanyaan rakyat tidak langsung raja beri jawaban mereka akan mendapatkan jawaban nya setelah satu minggu ke depan


raja memanggil semua mentri untuk berkumpul di aula kerajaan, raja akan mengumumkan kenaikan pangkat juan xi di sana, juan xi di tetapkan menjadi kandidat kaisar pertama yang sangat memumpuni, juan xi awalnya menolak karena merasa masih tidak pantas namun raja dan para mentri terus mendesak putra mahkota agar menerima gelar agung ini,dan akhirnya juan xi tetap harus menerima nya walau bagaimanapun cepat atau lambat juan xi juga akan mendapatkan gelar tersebut.


"permaisuri ku" panggil juan xi saat telah kembali dari rapat


"uhuk iya" jawab ara lie

__ADS_1


"kau kenapa? apa kau sakit?" tanya juan xi saat mendengar ara lie batuk


"tidak suami ku, aku hanya terserang flu biasa saja" kata ara lie beralasan


"apa kau sudah memanggil tabib" tanya juan xi lembut


"sudah suami ku, dan aku juga sudah meminum obat pemberian nya" jelas ara lie


"istirahat lah agar tubuhmu lekas membaik, minggu depan kau akan di umumkan menjadi seorang permaisuri kaisar" ucap juan xi penuh kasih menatap wajah permaisuri nya


"aku ingin kau memeluk ku suami ku" ara lie meregangkan tangan nya untuk dapat menerima pelukan dari suami tercintanya, dengan senang hati juan xi mendekati ara lie membawa nya kedalam dekapan nya


"aku sangat bangga kepada mu suami ku, terimakasih karena sudah menjadi suami yang sangat sempurna untuk ku, dan terimakasih karena telah menjadi putra mahkota yang sangat berjasa bagi kerajaan ini" ucap ara lie penuh kasih dalam dekapan suami nya


"tidur lah permaisuri" perintah juan xi sambil membaringkan ara lie di tempat tidur lalu ikut tidur bersama dengan wanita tercintanya.


hari ini adalah hari kebahagiaan untuk kerajaan ping, langit yang cerah mengiringi setiap hati rakyat yang ingin ikut serta dalam menyaksikan perubahan dari sebuah kerajaan menjadi negara kekaisaran, rasa syukur dan bahagia terpancar di seluruh penjuru kerajaan, para rakyat berbondong bondong datang ke kerajaan untuk menyaksikan kenaikan kaisar pertama di negara kekaisaran baru saat ini.


ara lie membantu juan xi mengenakan pakaian kaisar, juan xi terlihat sanga gagah dan penuh wibawa,.wajah tampan nya terpancar oleh balutan baju polemik yang dia kenakan, tubuh yang indah tertutup jubah yang sangat agung, melihat betapa luar biasanya suami nya saat ini ara lie tidak kuasa menahan air mata bahagia miliknya


"mengapa kau menangis sayang ku?" tanya juan xi yang melihat setetes air mata ara lie mengalir


"ini air mata bahagia untuk mu suami ku" jelas ara lie langsung memeluk suami nya


"di lain waktu aku tidak akan mengizinkan wajah cantik mu di tetesi oleh air mata mu lagi permaisuri, selain air mata kebahagiaan, sudah lah mari bersiap permaisuri kaisar" ledek juan xi sambil melepas pelukan mereka, mengulurkan tangan untuk mengajak permaisuri nya pergi.

__ADS_1


"mari yang mulia kaisar" timpal ara lie sambil meletakan tangan nya.


pasangan yang terlihat luar biasa itu datang melewati keramaian seluruh rakyat yang akan menyaksikan kenaikan juan xi menjadi seorang kaisar.


penobatan berjalan dengan sangat lancar, para rakyat merasa sangat gembira mengetahui putra mahkota saat ini telah menjadi kaisar mereka, banyak wanita bangsawan yang langsung mendaftarkan diri untuk menjadi seorang selir kaisar namun tentu juan xi tidak menanggapi nya, karena baginya ara lie sudah lebih dari cukup untuk dirinya.


pesta penyambutan negara kekaisaran baru dan juga kenaikan kaisar baru di gelar sangat meriah semua kalangan boleh datang untuk menikmati semua jamuan yang di sediakan.


juan xi dan ara lie sedang duduk di atas singgasana milik mereka saat ini, juan xi terus menggenggam mesra tangan permaisuri nya, banyak sorot mata yang sangat cemburu dan iri dengan kemesraan kaisar dan juga permaisuri saat ini


uhuk! ara lie sesekali batuk, san san terus mengawasi keadaan permaisuri nya, san san sangat tahu saat ini kondisi permaisuri sudah semakin parah, ara lie terus memaksakan diri untuk tetap tenang dan terlihat baik baik saja, namun semakin lama ara lie merasa tubuhnya saat ini semakin tidak dapat di paksakan lebih lama lagi.


"uhuk uhuk uhuk!" batuk ara lie semakin hebat membuat juan xi yang melihatnya menjadi panik seketika


"sayang kau kenapa?" tanya juan xi langsung mendekati ara lie


"uhuk!" ara lie terus batuk parah tubuhnya terasa sangat lemas, melihat keadaan permaisuri nya juan xi langsung mendekap nya


"panggilkan tabib!" suara teriakan juan xi menggema di seluruh acara perayaan, semua orang sontak menjadi sangat panik, apa yang terjadi pertanyaan dari para rakyat


"sayang bertahan lah" ucap juan xi sangat panik melihat keadaan ara lie saat ini.


tubuh ara lie semakin terlihat lemas, juan xi melihat darah yang keluar di iringi dengan batuk ara lie, wajah ara lie juga terlihat semakin pucat pasi membuat juan xi menjadi sangat khawatir, juan xi tidak ingin membuang waktu langsung bergegas menggendong ara kie menuju kamar mereka dengan perasaan yang sangat gelisah.


🍁

__ADS_1


__ADS_2