
aula kerajaan telah ramai sedari sore, banyak tamu yang berdatangan dari berbagai kalangan, banyak juga perwakilan dari kerajaan kerajaan lain, para pelayan sangat di sibuk kan dengan banyaknya tugas tugas yang harus segera mereka selesaikan, penjagaan di perketat mengingat ramainya nya acara
juan xi yang telah bersiap sedang menunggu ara lie, ara lie keluar menggunakan gaun yang juan xi pilih kan, terlihat sangat anggun dan cantik, juan xi tersenyum melihat nya
"mari permaisuri ku" ajak juan xi, ara lie menggandeng juan jie menuju aula kerajaan.
"yang mulia putra mahkota dan putri mahkota memasuki aula" teriak kasim memberitahukan keberadaan mereka
"tidak usah berteriak kali, tak takut apa, pita suaranya putus" gerutu ara lie, juan xi terkekeh melihat tingkah lucu permaisurinya itu.
mereka memasuki aula bersama, banyak pasang mata yang melihat ke arah mereka, juan xi dan ara lie terlihat sangat serasi apa lagi dengan pakaian yang mereka guna kan
banyak pujian yang terlontar kepada mereka namun banyak juga yang mengkritik, putri ana lie yang melihat mereka menjadi sangat marah, begitu juga dengan putri sie sie dan selir bai
"lihat jal**g itu ibu, aku tak tahan ingin menghancurkan kebahagiaan nya" ucap putri sie sie
"sabar putri ku, kau akan mendapatkan apa yang kau mau" jawab selir bai sinis melihat ara lie
"aku tidak bisa menunggu lagi ibu, putra mahkota adalah milik ku" kesal putri sie sie
"bersabar lah sebentar lagi anak ku" bujuk selir bai kepada putri nya
sedangkan jendral pang dan panglima min sangat bahagia melihat orang yang mereka sayangi hidup dengan damai bersama putra mahkota, awalnya jendral pang sangat risau mengingat putra mahkota memiliki sifat yang sangat dingin kepada wanita, namun setelah melihat putra mahkota memperlakukan putrinya dengan sangat baik, dia pun merasa sangat lega dan juga ikut bahagia.
"salam raja dan ratu semoga panjang umur dan sejahtera selalu" juan xi dan ara lie memberi salam bersama
"salam kalian kami terima, duduk lah di tempat kalian" seru raja
"terima kasih yang mulia" jawab kedua nya
ara lie menggandeng tangan juan xi, melihat ada putri ana lie dan putri sie sie adiknya di sana, dia ingin memanas manasi keduanya, selain itu sebenarnya ara lie tidak tau harus duduk di mana jadi ya gandeng juan xi saja toh nanti juga di suruh duduk fikirnya.
tentu banyak kasap mata yang melihat ke arah mereka berdua yang terlihat sangat romantis itu.
__ADS_1
acara demi acara berlangsung dengan sangat lancar, meski ara lie tidak mengetahui tentang semua kegiatan yang ada di depannya itu, namun dia tetap menikmatinya dengan sangat antusias, di sepanjang acara senyum ara lie selalu mengembang hal itu membuat juan xi tidak bisa berhenti menatap nya, ara lie sangat risih dengan tatapan yang di berikan juan xi kepadanya.
"apa ada kotoran di wajah ku?" kesal ara lie
"tidak ada" singkat juan xi
"lalu mengapa kau terus menatap ku" ketus ara lie
"hanya ingin melihat saja tidak boleh" kata juan xi
"terserah apa mau mu" ara lie membuang muka dan menikmati lagi acara di depan nya.
segala acara penyambutan untuk panen sudah selesai terlaksana, kini tinggal acara yang di tunggu tunggu oleh banyak kaum pemuda yang hadir di acara tersebut, acara penutupan akan di isi dengan penampilan bakat dari wanita wanita bangsawan, selir, dan juga permaisuri.
banyak gadis bangsawan yang tampil memukau banyak mata, mereka menari dengan sangat indah, banyak wanita yang mencoba merayu putra mahkota bahkan ada yang menyentuh tangan nya, putra mahkota langsung menepis nya dan menatap wanita wanita itu dingin, walau hanya di balas tatapan dingin oleh putra mahkota, mereka sudah sangat bahagia, bagi mereka itu merupakan kesenangan tersendiri.
putri ana lie maju guna akan menampilkan bakat nya, dia menatap juan xi dan ara lie dengan sangat intens,
"yang mulia raja boleh kah hamba menyampaikan sesuatu sebelum hamba menampilkan bakat hamba?" tanya putri ana lie pada raja
*malam hari ini hamba akan menampilkan tarian yang sangat istimewa dan tarian ini hamba persembahkan untuk yang mulia putra mahkota" sambil menatap putra mahkota
setelah selesai mengatakan nya putri ana lie mulai menari dengan lihai nya, siapa yang tidak tahu bakat luar biasa dari putri ana lie, dia sangat terkenal karna kecantikan dan juga bakatnya yang luar biasa belum ada yang dapat menandingi nya selain putri sie sie yang juga miliki kecantikan dan bakat tak kalah jauh berbeda dengan putri ana lie
putri ana lie menyelesaikan tarian nya dengan banyak nya pujian terhadap dirinya, saat dia hendak mengatakan sesuatu terpotong oleh putri sie sie
"yang mulia boleh kah hamba menampil kan bakat hamba?" tanya putri sie sie kepada raja, putri ana lie yang tidak memiliki kesempatan untuk bicara hanya bisa diam dan kembali ke tempat duduk nya
"silahkan putri sie sie, siapa pun boleh menampilkan bakat nya pada malam hari ini" jawab sang raja
putri sie sie mulai menari dengan sangat indah, banyak gerakan gerakan yang sangat sulit dia lakukan, semua orang yang melihatnya sangat terpukau, banyak orang yang memuji kecantikan dan kepiawaian bakatnya, putra putra bangsawan banyak yang berniat untuk melamarnya, juan xi? tentu dia hanya menatap dingin dan malas dengan apa yang ada di hadapan nya saat ini. dia merasa sudah sangat bosan, putri sie sie mengakhiri tarian nya dengan begitu banyak nya pujian kepada diri nya, dia menoleh ke arah putra mahkota guna melihat reaksi nya, namun na'as apa yang dia harapkan tidak sesuai dengan kenyataan, putra mahkota hanya terlihat acuh dan dingin bahkan sama sekali tidak melihat kearah nya, pandangan putra mahkota selalu tertuju ke arah ara lie,. namun putri sie sie tidak mau berkecil hati, dan mulai berfikir untuk mempermalukan ara lie di hadapan semua orang saat ini.
"mei mei, apa kamu tak ingin menampilkan bakat mu?" tanya putri sie sie mendekat ke ara lie
"tidak" singkat ara lie
"kenapa tidak mei mei, apa kamu malu karena tidak mampu melakukan apa pun" desak putri sie sie
__ADS_1
"tidak, aku hanya sedang tidak ingin menampil kan bakat apa pun, lagi pula suami ku juga tak mengizinkan nya" ucap ara lie santai
"heh... bilang saja mei mei takut tidak bisa melakukan apa pun karna kau tak memiliki bakat apa pun, bukan begitu putra mahkota" kata putri sie sie sambil memegang tangan juan xi namun di tepis oleh juan xi
"apa kau ingin tampil permaisuri ku?" tanya juan xi lembut
"tidak" acuh ara lie malas
"mei mei kau tak bisa bersikap seperti itu kepada yang mulia putra mahkota, bilang saja kau malu pada dirimu sendiri yang tak bisa apa pun" desak putri sie sie
"ku rasa kau salah adik ku, aku hanya sedang malas untuk menampilkan bakat saja dan untuk suami ku, aku yakin dia tidak keberatan bukan kah begitu suami ku?" tanya ara lie manja pada juan xi
"terserah kepada mu" kata juan xi sambil menatap ara lie lembut
"sungguh putra mahkota sangat manis, apa mei mei tidak malu, mempermalukan kediaman putra mahkota karna kau tidak bisa menunjukan bakat mu di hadapan semua orang saat ini" sinis putri sie sie
"cukup putri sie sie, kenapa kau mengatakan hal demikian kepada kakak mu sendiri, sedangkan suami nya saja tidak merasa keberatan" marah jendral pang
"putri sie sie hanya mengatakan untuk kebaikan putri mahkota tuan" bela selir bai
"tapi dia tidak bisa memaksa jika putri mahkota merasa keberatan" kata jendral
"yang mulia mengapa putri mahkota tidak menampil kan bakat nya, bukan kah itu akan sangat tidak pantas" timpal putri ana lie yang merasa rencana putri sie sie sejalan dengan rencananya
" cukup apa kalian tidak merasa malu dengan perdebatan konyol yang kalian lakukan" bentak juan xi marah
"putri mahkota apa kau ingin menampilkan bakat mu?" tanya sang ratu
"baik lah yang mulia" jawab ara lie
"apa kau yakin" tanya juan xi
"percaya lah pada ku" kata ara lie meyakinkan juan xi
juan xi memberikan kepercayaannya kepada permaisuri nya itu, entah mengapa dia selalu merasa bahwa permaisurinya sangat berbeda dengan wanita lain, hal itu membuat juan xi tidak ingin kehilangan wanita yang sekarang telah menjadi miliknya itu.
terimakasih yang sudah mau mampir untuk membaca nya😘
__ADS_1