
acara penyambutan kedatangan putra mahkota dan putri mahkota telah selesai, ara lie sedang duduk manis di halaman paviliun kediaman nya saat ini
"mei mei" seru panglima min menghampiri ara lie
"gege" jawab ara lie melihat adik kesayangan nya datang
"apa yang sedang kau pikir kan mei mei" tanya panglima min sambil duduk di samping kakaknya itu
"aku sedang merasa bahagia, akhirnya kita bisa berkumpul kembali, andai saja calon anak ku masih ada mungkin..." ara lie tak melanjutkan perkataan nya, panglima min tau bagaimana perasaan kakak nya saat ini, langsung memeluk ara lie kedalam dekapannya
"menangis lah mei mei" seru panglima min, ara lie tak sanggup membendung kesedihan dalam dirinya lagi, sebenarnya ara lie masih sangat terpukul saat mengetahui tentang kabar buruk yang telah menimpa kandungan nya namun ara lie harus berusaha tetap tegar di hadapan juan xi agar juan xi tidak merasa bersalah terhadap dirinya, ara lie tak ingin juan xi selalu di bayang bayangi rasa bersalah terhadap buah hati mereka karena memang ini semua bukan salahnya melainkan takdir, puas menangis ara lie melepas pelukan dari adik nya
"percaya lah mei mei, anak mu di sana pasti berharap ayah dan ibundanya selalu bahagia dan akan merasa sangat sedih jika melihat ibundanya menangis seperti itu" kata panglima min mencoba menguatkan ara lie
"terimakasih gege" ucap ara lie.
ara lie dan panglima min terus mengobrol bersama, melepas kerinduan di antara mereka berdua, tak lama kemudian jendral pang datang untuk bergabung dengan mereka
"kalian terlihat sangat bahagia apa yang sedang kalian bahas?" tanya jendral pang saat sudah di tengah tengah mereka
"kami hanya sedang bernostalgia tentang masa kecil kami saja ayah" jawab panglima min
__ADS_1
"oh iya, mengapa kalian tidak mengajak ayah untuk bergabung" seru jendral pang
"tentu saja tuan jendral yang terhormat boleh bergabung dengan kami, tidak ada satu orang pun yang bisa menghalangi anda tuan" kata panglima min bercanda
"anak nakal ini, lihat kakak mu itu tidak bisa berhenti tertawa oleh ulah mu" balas jendral pang. mereka terus bercanda sambil bercerita terlihat keluarga yang sangat hangat dan juga harmonis,ara lie sangat bersyukur bertemu dengan orang orang yang sangat menyayangi dirinya di dunia ribuan tahun lalu, walau pun terbesit sedikit kesedihan di hati ara lie, karena cepat atau lambat akan meninggalkan mereka, ara lie berharap masih memiliki cukup waktu untuk terus bersama dengan mereka walau di sisi lain ara lie/ zahra juga sangat merindukan papi dan juga mami nya.
jendral pang dan panglima min sangat bahagia ara lie selamat dari kejadian yang menimpa dirinya, mereka sangat takut jika harus kehilangan wanita kesayangan mereka untuk yang ke dua kali nya, mereka berharap ara lie akan terus hidup bahagia bersama dengan mereka dan tidak ada lagi orang yang berniat jahat kepada dirinya.
"ayah, mei mei dan gege di sini tidak mengundang diriku untuk bergabung" seru putri sie sie sambil cemberut melihat tiga orang di depan nya yang tidak mengundang dirinya untuk bergabung
"jie jie, tidak ada yang melarang diri mu, ayo sini, aku sangat penasaran dengan kisah cinta mu bersama suami tercinta mu itu" goda ara lie membuat rona pipi putri sie sie memerah karena malu, sontak semua orang tertawa melihat tingkah menggemaskan putri sie sie itu.
saat keluarga harmonis itu sedang merasa sangat bahagia di sisi lain ada sepasang mata yang sangat geram melihat kedekatan di antara mereka, apa lagi putri ke sayangnya kini tidak lagi seperti dulu lagi, selir bai merasa sangat marah dan juga benci kepada keluarga bahagia di hadapan nya saat ini.
di sisi lain juan xi sedang berendam di pemandian kediaman, fu yie yang melihat tubuh indah dan ketampanan dari juan xi berfikir mungkin dia bisa mendekati nya, apa lagi wajah dan bentuk tubuh fu yie tidak kalah jauh bagus nya dari bentuk tubuh wanita lain nya.
fu yie berjalan di pinggir pemandian milik juan xi lalu berpura pura terpeleset ke dalam pemandian dan jatuh menimpa tubuh juan xi
ara lie mencari juan xi ke mana mana namun tidak mendapati ada nya juan xi di kediaman lalu berjalan ke arah pemandian dalam kerajaan ingin merilekskan tubuh sejenak, saat melewati pemandian pria ara lie tidak sengaja melihat tubuh juan xi yang tertimpa tubuh fu yie, ara lie langsung mendekat dan menarik tubuh fu yie menjauh dari tubuh juan xi
"sayang, ini tidak seperti yang kau lihat" kata juan xi takut ara lie salah paham kepada dirinya, tadi nya juan xi ingin menjauhkan tubuh fu yie dari tubuh nya tapi belum sempat ara lie sudah datang terlebih dahulu
"aku tahu suami ku, aku hanya ingin menolong fu yie" ucap ara lie santai
__ADS_1
"maaf kan hamba yang mulia, hamba tadi tidak sengaja terjatuh kedalam pemandian dan menimpa tubuh putra mahkota" jelas fu yie
'tidak mengapa, kau kembali lah" perintah ara lie
" baik yang mulia" fu yie berlalu pergi dengan perasaan marah, mengapa ara lie harus datang saat rencana nya baru saja di mulai gerutu fu yie
"apa yang baru saja mei mei lakukan!" bentak fue ya melihat tingkah kakak nya yang tidak sesuai dengan rencana mereka
"sepertinya aku sudah mulai tertarik dengan putra mahkota jie jie" jelas fu yie
"tidak bisa mei mei! kau harus ingat mereka yang telah membunuh ayahanda dan juga Ibunda kita! kau harus ingat tujuan awal kita kemari" marah fue ya mengguncang tubuh kakaknya yang sudah mulai tidak sejalur dengan rencana mereka
"aku tau jie jie, kita akan membalas perbuatan mereka, membuat juan xi dan ara lie terpisah untuk selamanya lalu membuat juan xi menjadi budak ku" seringai fu yie
"kita harus membunuh kedua nya mei mei" ucap fue ya masih tidak terima dengan pernyataan dari kakaknya itu
"tapi aku sudah jatuh hati dengan putra mahkota jie jie, tolong lah kakak mu ini, lagi pula menjadi kan juan xi sebagai budak ku juga bukan hal yang buruk bukan" bujuk fu yie kepada adik nya itu
"terserah apa mau mei mei yang jelas aku tidak mau jika rencana kita sampai gagal karena kebodohan mei mei" ucap fue ya berlalu pergi.
fu yie dan fue ya merupakan anak dari ratu zuya dan juga raja han, mereka tidak di kenal publik karena kerajaan xiao tidak pernah mau memperlihatkan keturunan mereka kepada publik, jadi semua orang hanya tahu bahwa kerajaan xiao memiliki dua orang putri dari rumor yang beredar saja tidak ada seorang pun yang pernah melihat mereka kecuali kerajaan xiao sendiri.
fu yie dan fue ya merasa dendam kepada juan xi dan juga ara lie yang telah membunuh kedua orang tua nya dan juga menjatuhkan kerajaan milik mereka, mereka datang untuk membalas dendam kepada juan xi dan ara lie dengan berpura pura menjadi pelayan kediaman juan xi dan ara lie sendiri lalu akan membunuh mereka berdua untuk merebut kerajaan xiao kembali.
__ADS_1