
"tidak permaisuri! tidak! tolong jangan tinggal kan aku! aku mohon permaisuri bangun lah" terik juan xi mendekap tubuh ara lie sambil terus menepuk pipinya berharap ara lie bersedia membuka matanya
"ini hanya mimpi kan sayang, ayo bangun lah sayang, aa aku...aku sangat membutuhkan dirimu permaisuri, bangun lah, aku mohon" ucap juan xi memohon kepada ara lie, air mata juan xi lolos keluar dari matanya, melihat tidak ada pergerakan sama sekali dari tubuh permaisuri nya, hatinya sangat hancur, ketakutan yang selama ini juan xi takuti kini terjadi
"permaisuri!!!" juan xi berteriak tidak percaya dengan apa yang kini sedang terjadi.
teriakan juan xi menggema di seluruh ruangan, semua orang yang mendengar suara teriakan kaisar langsung berdatangan ke kamar permaisuri, terlihat kaisar yang sedang menangis sambil mendekap tubuh permaisuri nya
"ada apa yang mulia?" tanya jendral pang panik melihat kaisar yang sedang menangis sambil mendekap tubuh putri nya, juan xi tidak menjawab pertanyaan jendral pang, orang yang berdatangan juga mulai menanyakan hal yang sama, namun juan xi masih tidak menjawab nya.
tabib bergegas datang untuk memeriksa keadaan permaisuri kaisar yang ternyata sudah tiada
"ampun yang mulia, permaisuri telah tiada" ucap tabib
"tidak kau pasti bohong kan tabib! putri ku pasti baik baik saja kan" ucap jendral pang sambil menggoyangkan tubuh tabib berharap apa yang tabib tadi katakan hanya lah sebuah kebohongan, namun tabib tetap mengatakan hal yang sebenarnya membuat hati jendral pang hancur, dirinya sungguh tidak percaya mengetahui putri kesayangan nya saat ini telah di ambil dari sisinya
"ada apa ayah, apa yang terjadi kenapa semua orang berkumpul di dalam kamar mei mei?" tanya panglima min yang baru sampai, tadinya dirinya ingin datang untuk berkunjung ke kediaman kakak nya karena beberapa waktu lalu panglima min di tugaskan di luar kota jadi hanya mendengar kabar buruk tentang kakak nya namun belum bisa langsung datang ketempat nya, saat masuk kedalam kamar kakak nya panglima min melihat banyak nya orang yang sedang berkumpul di dalam.
"putri ku telah tiada" ucap jendral pang menjatuhkan dirinya, hati nya sungguh tidak percaya dengan apa yang telah dia dengar, perasaan sangat hancur saat ini
"apa yang ayah katakan! jawab ayah" kata panglima min tidak percaya dengan ucapan dari ayah nya, panglima min langsung bergegas mendekati tubuh ara lie yang masih setia di dalam dekapan juan xi, juan xi terlihat sangat rapuh di penuhi dengan air mata yang terus mengalir di pipi juan xi, juan xi masih enggan melepaskan tubuh permaisuri nya
__ADS_1
"yang mulia tolong katakan kepada hamba bahwa mei mei saat ini baik baik saja" ucap panglima min memohon kepada kaisar, namun tidak di tanggapi oleh juan xi
"katakan yang mulia!" bentak panglima min, namun tetap tidak di gubris oleh juan xi, kaki panglima min terasa lemas perlahan mendekati tubuh kakak nya memeriksa denyut nadi nya yang ternyata telah tiada
"ini tidak mungkin" gumam panglima min meneteskan air mata nya, mengetahui kakak tercintanya kini telah benar benar pergi dari kehidupan nya.
semua orang berkabung dengan kepergian permaisuri kaisar baru beberapa hari lalu ara lie menjadi permaisuri kaisar saat ini dirinya sudah meregang nyawa.
raja menyiapkan segala keperluan untuk memakamkan permaisuri kaisar karena juan xi masih enggan beranjak dari tempat ara lie berada saat ini, raja memohon kepada putra nya untuk merelakan permaisuri, karena mau bagaimana pun semua nya telah berjalan sesuai kehendak takdir.
tubuh ara lie akan segera di kubur setelah kaisar mau melemaskan tubuh permaisuri nya.
"tunggu!' kata juan xi saat peti permaisuri nya akan segera di timbun dengan tanah
"aku tahu kau masih hidup permaisuri ku, aku berharap kau tidak akan pernah melupakan diriku، walau pun kau akan hidup ribuan tahun yang akan datang, berjanjilah kita tidak akan pernah saling melupakan satu sama lain selamanya" bisik juan xi di telinga ara lie lalu mencium kening nya lembut,
"yang mulia ini sudah waktu nya" ucap jendral pang, dirinya memang tidak bisa merelakan kepergian dari putri nya namun jendral pang harus tetap merelakan nya agar ara lie di sana juga merasa bahagia
pemakaman ara lie berjalan dengan lancar di iringi dengan kesedihan dari seluruh negara kekaisaran.
dibelahan dunia lain, perlahan tubuh zahra mulai ada pergerakan, mami dan papi nya zahra yang melihat hal itu langsung memanggil dokter agar segera keruangan milik anak nya.
"selamat bapa dan ibu, sebuah keajaiban dari tuhan tubuh nona zahra saat ini sudah melewati masa kritisnya mungkin sebentar lagi akan segera siuman" jelas dokter
__ADS_1
"terimakasih dok" orang tua zahra sangat bahagia mendengar kondisi zahra sudah membaik, mereka berharap anak semata wayang mereka akan segera mau membuka matanya, sudah tiga bulan lamanya zahra dalam kondisi kritis, orang tua zahra tidak pernah ingin menyerah terhadap anak mereka, karena zahra satu satunya anak yang mampu bertahan dalam kandungan anita ( mami zahra), sebenarnya zahra adalah anak ketiga mereka namun dua saudara zahra yang lain tidak ada yang mampu bertahan dalam kandungan anita sampai di lahirkan, itu sebabnya orang tua zahra sangat menyayangi zahra, di tengah kesibukan yang mereka jalani tetap saja Zahra yang akan menjadi prioritas mereka
"sayang, cepat lah sadar, mami sangat merindukan dirimu" ucap anita lembut membelai wajah putri nya.
"iya sayang, papi janji akan lebih menjaga dirimu lagi setelah ini" timpal zoan(papi Zahra).
perlahan zahra mulai membuka mata nya, melihat ke sekitarnya, dirinya saat ini sedang berada di rumah sakit, terlihat kedua orang tua zahra yang sedang berpelukan sambil menangis melihat zahra telah sadarkan diri.
"mami, papi" lirih zahra
"iya sayang, apa tubuh mu merasa tidak enak sayang biar papi panggil kan dokter" ucap anita menggenggam lembut tangan anak nya
"tidak mi, aku hanya ingin mami memeluk diriku" ucap zahra, Anita Langsung memeluk tubuh anak nya, zahra menangis di dalam pelukan mami nya, zoan yang melihat anita dan zahra berpelukan ikut bergabung bersama mereka, melepaskan segala kerinduan dan kekhawatiran nya selama ini dia rasakan kepada putri tercinta nya. zahra sangat merindukan kedua orang tua nya selama ini, rasanya seperti mimpi dapat bertemu lagi dengan papi dan mami nya.
"mi, berapa lama aku tidak sadarkan diri?" tanya zahra saat suasana nya sudah mulai tenang
"kau tidak sadarkan diri selama 3 bulan sayang" ucap anita
"lalu bagaimana mami dan papi bisa menyelamatkan diriku?, bukan kah waktu itu mami dan papi berada di luar negri" tanya zahra penasaran
flash back
zoan dan anita selalu melindungi anak nya zahra selama ini dari kejauhan, walau pun Zahra telah dewasa dan juga memiliki kekuatan yang cukup tetap saja hati kedua orang tua nya tidak bisa tenang apa lagi melihat segala ketenaran dan keberhasilan milik anak nya pasti siapapun akan terus berusaha agar dapat membahayakan nyawa dari putri semata wayang mereka.
__ADS_1
🍁