
Hari ini adalah hari senin, yang mana hari yang sangat dibenci oleh anak sekolah. Tentu saja karena mereka akan melaksanakan upacara bendera dan akan mendengarkan ceramah dari pembina yang kurang lebih menyita waktu sejam.
"Sstttt, Nai... " Panggil Dea sedikit berbisik.
"Kenapa De?" Tanya Naira menengok kebelakang.
"Capek" Keluh Dea memelas.
"De, lo gak papa? Kok muka lo pucet kaya gitu?" Tanya Naira mendadak khawatir.
"Gue gak papa Nai, cuma kaki gue... "
Brukk.
"Dea!!!" Pekik Naira saat Dea tiba tiba jatuh.
Mendengar suara nyaring Naira, membuat para siswa menoleh kearahnya dan sontak terkejut saat melihat Dea yang sudah tergeletak di lapangan.
"Tolong bawa Dea ke UKS" Perintah Salsa para beberapa orang yang bertugas di bidang kesehatan.
Beberapa siswa itupun membawa Dea dengan menggunakan alat bantu ke UKS.
"Nai, kok Dea bisa pingsan gitu sih?" Tanya Lucy.
"Gue gak tau Cy, tadi Dea bilang kalau dia capek, terus tiba-tiba aja dia pingsan" Jelas Naira.
"Ya ampun Dea kenapa ya?" Gumam Rayna khawatir.
Miko cs pun ikut terkejut saat melihat Dea tiba-tiba pingsan saat upacara.
"Mik, gue ngeliat Dea dulu yah?" Ucap Chiko.
"Eh ini upacaranya belum selesai Nyet!" Sungut Leon.
"Lagian kenapa sih lo? Panik banget gitu, kaya emaknya aja" Tambah Andri.
"Atau jangan jangan lo ada something sama Dea?" Tebak Miko mencurigai.
"Ihh apaan sih kalian, gue... Emm.. Udah deh gue duluan" Ucap Chiko tak bisa memberikan alasan yang tepat pada para sahabatnya.
__ADS_1
Entah kenapa hati Chiko dirundung kekhawatiran saat melihat kondisi Dea seperti itu. Ia pun tak tahu apa penyebabnya, apakah hanya batas rasa kemanusiaan, atau jangan jangann... Ah tidak Chiko tidak bisa berpikir jernih saat ini.
Chiko terburu buru menuju ruang UKS dimana Dea dibawa tadi. Ia memutar pelan knop pintu. Dan tetlihatlah Dea yang sedang terbaring belum sadarkan diri.
Chiko mendekat dan duduk di sebelah Dea. Ia memandang wajah damai Dea yang sedang terlelap, wajah cantik itu sukses membuat hatinya sejuk dan menghangat. Entahlah rasa apa yang Chiko rasakan saat ini, tidak mungkin dia cinta pada Dea kan?
Perlahan Dea mulai membuka matanya, ia memegang kepalanya yang sedikit berdenyut.
"Dimana aku?" Gumam Dea menatap sekeliling, pandangannya jatuh pada laki-laki di sampingnya.
"Lo udah sadar?" Ucap Chiko tersenyum.
"Kenapa lo disini?" Tanya Dea berusaha duduk.
"Gue... Emm... " Chiko jadi tak punya jawaban untuk pertanyaan Dea. Tak mungkin ia mengatakan bahwa ia khawatir, oh no! Dea pasti akan ke GR ran batin Chiko.
"Wait? Jangan bilang lo nge-khawatirin gue?" Tebak Dea menyelidik.
"Enak aja! Gue tadi disuruh bawa lo kesini, jadi makanya gue ada disini" Jawab Chiko berbohong.
"Lo kenapa bisa pingsan kaya gitu?" Tanya Chiko.
"Mau gue beliin makanan?" Tawar Chiko.
"Boleh deh" Jawab Dea.
"Lo perhatian juga ya jadi cowok" Ucap Dea tersenyum penuh arti.
"Jangan GR lo! Gue gak perhatian gue ngelakuin ini hanya karena rasa kemanusiaan" Elak Chiko.
"Yaudah serah lo deh, cepetan!" Suruh Dea mengibas ngibaskan tangannya menyuruh Chiko untuk segera membeli makanan.
Chiko pun keluar dari UKS dan menuju kantin untuk membeli makanan.
Keadaaan sekolah sepi karena memang ini jam pelajaran.
***
"Pelan pelan aja kali, gue gak bakal minta" Ucap Chiko melihat Dea yang sangat lahap memakan baksonya.
__ADS_1
"Buat apa juga lo minta, sono beli sendiri!" Ketus Dea dan melanjutkan makannya.
"Haiss gak sakit, gak sehat, cerewet lo gak bakal ilang kayanya" Decak Chiko kesal.
"Bodo" Jawab Dea ketus.
Setelah menyelesaikan makannya Dea kembali beristirahat.
"Yaudah gue ke kelas dulu, kalau ada apa apa lo panggil guru aja" Ucap Chiko hendak berdiri.
"Hmm... Sono pergi husss husss" Ucap Dea kembali mengibas ngibaskan tangannya. Membuat Chiko berdecak sebal.
"Dasar kupret sialan!" Umpat Chiko ketika telah diluar ruangan UKS.
"Chik, gimana keadaan Dea?" Tanya Naira yang datang bersama yang lainnya.
"Loh kenapa kalian rame rame kesini?" Bukannya menjawab, Chiko malah balik bertanya.
"Minta sembako!" Ketus Salsa.
"Hah?" Chiko malah ternganga.
"Emang ada pembagian sembako?" Tanya Chiko yang seketika ngeleg.
"Haiss otak lo kayanya udah konslet deh, jelas jelas kita mau jengukin Dea, malah nanya lagi!" Ketus Lucy.
"Makanya punya otak tuh sering sering dicuci!" Timpal Rayna dan setelah itu mereka masuk ke ruang UKS.
"Haiss gue cuma nanya, kenapa malah marah marah sih! Dasar yah berurusan sama cewek itu ngerepotin!" Umpat Chiko kesal dan segera berlalu menuju kelasnya.
.
.
.
.
Udah panjang loh, jangan lupa like dan comen yah🥰🥰
__ADS_1