
Sepanjang perjalanan ke kantin beberapa para murid berbisik bisik melihat Naira cs yang tengah berjalan bersamaan dengan Miko cs.
"Eh liat Naira sama Miko udah baikan ya?"
"Iya lah, tuh liat mereka mau ke kantin kayanya"
"Tapi kok Naira kaya cuek gitu sih sama Miko, biasanya kan mereka gandengan tangan atau gimana kek biar romantis"
Dan masih banyak lagi gosip para murid yang membicarakan Naira. Sedangkan yang jadi bahan gosipan hanya terlihat cuek tak memperdulikan bisik bisik mereka.
Sesampainya dikantin mereka duduk dengan satu meja. Dan mulai memesan makanan.
"Kamu mau apa yank?" Tanya Andri pada Salsa.
"Samain aja kaya kamu" Jawab Salsa.
"Oke gue pesenin bentar ya" Ucap Andri beranjak pergi untuk memesankan makanan Salsa.
"Ah elah Sa, lo enak banget ada yang pesenin" Sahut Lucy.
"Lo mau apa? Biar gue pesenin" Tawar Leon membuat Lucy terkejut.
"Eh gapapa kok, gue bisa pesen sendiri" Tolak Lucy tak enak.
"Udah gapapa santai aja sama gue mah. Jadi lo mau pesen apa?" Tanya Leon.
"Emm es teh manis aja" Ucap Lucy tampak gugup.
"Oke bentar ya" Pamit Leon juga beranjak dari sana.
"Ehemm... Cieee Lucy jodoh tuh" Sahut Dea tersenyum penuh arti.
"Apaan sih!" Elak Lucy yang merasa tawa Dea adalah ledekan untuknya.
"Nai, lo mau pesen apa?" Tanya Rayna pada Naira yang sedari tadi diam mematung sambil tatapan lurus kedepan.
__ADS_1
"Kaya biasa aja" Jawab Naira masih menatap lurus kedepan.
"Lo De?" Tanya Rayna pada Dea.
"Gue juga kaya biasa aja" Jawab Dea.
"Mik, lo gak pesen?" Tanya Rayna melihat Miko yang dari tadi diam.
"Gue gak laper" Jawab Miko.
"Terus lo ngajak kita kesini buat apa?" Tanya Dea. Yang sama sekali tak disahuti Miko.
"Gue pesan dulu" Pamit Chiko beranjak pergi untuk memesan makanan, diikuti Rayna dibelakangnya.
Rayna dan Dea hanya menghela nafas panjang, lalu setelah itu Rayna pamit untuk memesan makanan. Sementara Dea dan Salsa pergi ke toilet untuk BAK.
"Woeyy tungguin gue" Pekik Lucy menyusul Salsa dan Dea.
"Nai... " Panggil Miko membuat Naira menoleh keraahnya.
"Kenapa?" Tanya Naira tanpa ekspresi.
"Nai, jujur sama gue. Lo bener bener gak ingat siapa gue? Dan gak tau gue ada hubungan apa sama lo?" Tanya Miko yang kini menggunakan bahasa lo gue. Karena Naira tak suka Miko mengunakan bahasa aku kamu.
"Kita gak ada hubungan apa-apa, dan lo jangan ngada ngada" Jawab Naira ketus.
"Nai, please berhenti ngehukum gue. Gue mengaku salah. Dan gue minta maaf, tapi please jangan hukum gue dengan berpura pura tidak mengenal gue" Ujar Miko mengenggam tangan Naira.
"Lo apa apaan sih! Siapa yang pura pura. Orang gue emang gak ada hubungan apa apa sama lo. Yang gue tau lo itu adiknya kak Daffin, udah itu aja" Jawab Naira menepis kasar tanagn Miko.
"Nai sebenarnya kita..... "
"Pesanan datang.... " Potong Leon dengan membawa nampan bersama Rayna.
"Nai, ini punya lo" Ucap Rayna memberikan pesanan Naira.
__ADS_1
"Thanks Ray" Jawab Naira yang diangguki Rayna.
"Nih buat lo" Ucap Chiko yang datang memberikan pesanan Miko.
"Gue kan udah bilang gak mau pesan apa apa" Protes Miko.
"Udah lo gak usah ngeyel. Gue tau lo laper" Jawab Chiko.
"Yaudah kalau lo maksa gue bakal makan" Ucap Miko yang akhirnya menerima pesanan itu.
"Dihh sok jual mahal!" Sahut Leon.
"Salsa mana?" Tanya Andri.
"Ke toilet" Jawab Naira.
Tak lama kemudian muncullah Salsa, Dea, dan juga Lucy dari arah toilet.
"Kalian ke toilet aja berjamaah" Komentar Chiko.
"Bodo amat" Jawab Dea acuh tak acuh. Membuat Chiko berdecak sebal.
"Leon, gue kan minta pesenin minum aja, kenapa ada bakso disini?" Tanya Lucy melihat makanan yang terhidang didepannya.
"Gapapa, gue tau lo pasti laper kan?" Tebak Leon membuat Lucy menyengir.
"Hehehe dikit sih" Cengir Lucy memperlihatkan dereran gigi putihnya.
"Yank, suapin" Rengek Salsa dengan mode manjanya.
Dengan senang hati Andri langsung menyendokkan bakso kemulut Salsa.
"Aaaa buka yang lebar" Ucap Andri menyodorkan bakso didepan mulut Salsa. Salsa pun menerima suapan Andri dengan senang hati.
"Woeyy sadar masih ada Jones disini" Pekik Rayna membuat mereka menghentikan aktivitasnya.
__ADS_1
"Bodo" Jawab Salsa dan terus menerima suapan Andri. Membuat hampir semua orang disana berdecak sebal.