Sahabat Somplak Mencari Jodoh

Sahabat Somplak Mencari Jodoh
Makan siang with Chiko


__ADS_3

"De, lo gak papa?" Tanya Naira saat sudah berada di ruang UKS.


"Gue gak papa kok, santai aja" Jawab Dea dengan nada santai.


"Syukurlah gue kira terjadi apa apa sama lo tadi" Ucap Rayna lega.


"Gue khwatir banget tau gak, huhh untuk lo baik baik aja" Timpal Lucy.


"Apaan sih kalian, lebay deh"


"Eh De, lo ada hubungan apa sama Chiko?" Tanya Salsa membuat Dea mengerutkan dahi.


"Hubungan?"


"Hu'um, tadi dia khwatir banget sama lo, udah kaya khawatir sama emaknya aja" Jawab Salsa.


"Hayoo lo ada something apa kalian" Tambah Naira tersenyum penuh arti.


"Apaan sih kalian, gue gak punya hubungan apa apa sama tiang listrik itu. Dan kalau dia khwatir tadi wajar lah, itu rasa kemanusiaannya dia" Jawab Dea menjelaskan.


"Gue rasa khawatir nya Chiko tadi bukan sebatas kemanusiaan deh, melainkan.... "


"Melainkan apa?" Tanya Dea.


"Cintaaa" Jawab mereka serempak.


"Dihh ogah banget gue jatuh cinta sama dia. Kaya gak ada orang laen aja" Elak Dea.

__ADS_1


"Hati hati loh De, lo percaya kan kalau udah benci lama lama jadi cinta?" Goda Rayna menaik turunkan alisnya.


"Enggak!" Jawab Dea cepat.


"De, lo tau kenapa sesudah huruf B ada huruf C?" Tanya Lucy.


"Enggak, emang kenapa?"


"Karena sesudah benci ada yang namanya cinta" Jawab Lucy cekikikan.


"Sama kaya lo, gue jadi khawatir kayanya benci lo sama Chiko itu udah berlebihan deh, kalau jatuh cinta kan ribet" Timpal Naira.


"Haduhh kalian apaan sih malah bahas tiang listrik itu, udah deh ganti topik lain aja" Ucap Dea mencoba mengalihkan percakapan.


"Ekhem... " Deheman seseorang diambang pintu. Reflek merekapun menoleh ke asal suara.


"Mampus deh, jangan jangan mereka tau apa yang kita bicarain tadi" Batin Dea.


"Sayang... " Panggil Miko pada Naira.


"Yank, kamu udah lama disini?" Tanya Naira menghampiri kekasihnya itu.


"Belum sih, sekitar dua puluh menit yang lalu" Jawab Miko melihat jam di pergelangan tangannya.


"Laperr... " Rengek Naira, membuat Miko terkekeh dan mengacak gemas rambut Naira.


"Ihhh jadi berantakan kan" Ucap Naira cemberut.

__ADS_1


"Iya... iya... ini di rapiin" Miko merapihkan lagi rambut Naira yang berantakan olehnya.


"Woyy masih ada kita disini!" Teriak Leon yang jengah akan kemesraan dua sejoli ini.


"Biarin wlee" Ucap Naira mengejek.


"Udah ayo By, kita ke kantin. Pasti laper kan?" Ajak Leon menggandeng tangan Lucy pergi dari sana.


"Yankk... Kamu gak ngajak aku makan juga?" Ucap Salsa cemberut.


"Owhh pacal ku ini laper yah" Ucap Andri mencubit pelan pipi Salsa.


"Yaudah ayo ke kantin" Ajak Andri dan pergi dari sana bersama Salsa.


"Haiss mentang mentang pacar gue gak disini, kalian seenaknya aja mesra mesraan!" Umpat Rayna kesal.


"Lo telpon aja kak Vino Ray, suruh kesini" Saran Naira. Ya bukan hal yang tak biasa lagi bagi Naira cs saat melihat Vino datang ke sekolah Rayna hanya karena ingin menemani Rayna makan. Bahkan Vino rela meninggalkan pekerjanya di kantor demi pujaan hatinya.


"Ah iya juga ya" Ucap Rayna dan merongoh HP nya untuk menelpon kekasihnya.


"Busett kalau kalian bawa pasangan semua, lah gue sama siapa coba?" Gerutu Dea.


"Tuh ajak aja Chiko, dia kan gak punya pasangan juga" Sahut Naira.


"Hah?" Reflek Dea pun menoleh kearah Chiko.


"Udah ayok" Ajak Chiko membuat Dea terkejut tak percaya. Ia kira Chiko akan menolak.

__ADS_1


__ADS_2