
Malam harinya, Naira sedang mengerjakan tugasnya. Ia menulis dari jam 8 dan sekarang sudah jam 12 malam, tapi belum juga selesai.
"Hoaammm..." Ucap Naira menguap dan memaksakan matanya agar tetap terbuka.
"Duhh ngantuk banget sih" gumam Naira yang masih terus menulis.
"Kamu nulis apa sih sayang, kok dari tadi belum kelar-kelar?" Tanya Vino menghampiri Naira yang sedang menulis di ruang tamu. Naira tak ingin menulis dikamar, nanti alamat ia tak kan menulis satu katapun karena asyik menonton drakor yang sudah berhasil membuatnya kecanduan.
"PR kak" jawab Naira berusaha untuk tetap terjaga.
"Sini kakak liat" ucap Vino. Naira pun menyerahkan bukunya pada kakaknya. Dan betapa terkejutnya Vino melihat kalimat yang ditulis Naira semuanya sama.
"Sayang, kenapa kamu nulis banyak banget? Sama lagi?" Tanya Vino menatap Naira.
"Itu hukuman dari pak kepsek kak, hoamm..." Jawab Naira yang merasa rasa kantuknya tak tertahankan lagi.
"Hukuman?" Tanya Vino yang dijawab anggukan kepala dari Naira.
"Dan pak kepsek bilang harus tulis satu buku penuh, besok dikumpul, kalau enggak, Naira dikirim surat panggilan" jelas Naira membuat Vino terkejut. Satu buku penuh dalam satu hari? Batin Vino menggelengkan kepalanya.
"Yaudah kamu tidur aja ini udah malem, biar kakak yang kerjain ini" ujar Vino membuat Naira tersenyum.
"Serius kak?" Tanya Naira yang hanya dibalas anggukan kepala dari Vino.
"Makasih kakak..." Ucap Naira mencium pipi Vino dan pergi ke kamarnya, sementara Vino hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah adik perempuannya.
"Guru jaman sekarang aneh-aneh" gumam Vino dan mulai mengerjakan tugas Naira.
*************************
Keesokan harinya, Naira sudah siap dengan seragamnya, ia segera turun kebawah untuk sarapan pagi bersama.
"Pagi semuanya..." Sapa Naira tersenyum.
"Pagi sayang" jawab mama Indri dan papa Nevan.
"Pagi adik kakak" jawab Vino tersenyum.
"Pagi kak" sambung Satria.
__ADS_1
"Kak, gimana? Udah selesai?" Tanya Naira pada Vino.
"Udah, nih" jawab Vino memberikan buku Naira.
"Makasih ya kak, eh btw kakak tidur jam berapa malam tadi?" Tanya Naira.
"Jam 4" jawab Vino singkat tapi membuat Naira merasa bersalah.
"Kak, maaf ya karena Naira kakak jadi begadang semalam" ucap Naira menunduk.
"Hei sayang, gapapa kok kakak udah biasa begadang, apalagi demi adik kakak yang paling cantik. Jangankan begadang, disuruh gak tidur seminggu pun kakak sanggup demi kamu" jawab Vino tersenyum.
"Kak thank you so much, and you are the best" puji Naira mengacungkan kedua jempolnya. Membuat Vino tersenyum.
"Ada apa sih?" Tanya mama Indri.
"Gapapa mah" jawab Vino tersenyum.
Setelah selesai sarapan Naira hendak pergi tapi Vino memanggilnya.
"Sayang..." Panggil Vino membuat Naira menghentikan langkahnya.
"Berangkat bareng kakak aja yuk!" Tawar Vino membuat Naira tersenyum sumringah.
"Let's go!" Ujar Naira semangat.
*************************
Saat ini Naira sedang berada di taman belakang sekolah, ia duduk sambil meminum jus nya.
"Ehem..." Deheman seseorang yang membuat Naira mendongakkan kepalanya.
"Miko..." Ucap Naira terkejut.
"Boleh duduk?" Tanya Miko.
"Oh ya silahkan..." Ujar Naira mempersilahkan.
"Gimana hukuman Lo?" Tanya Miko membuka percakapan.
__ADS_1
"Udah selesai" jawab Naira menyeruput jus nya.
"Pasti capek ya?" Tanya Miko.
"Enggak kok, karena sebagian udah dikerjain sama kakak gue" ucap Naira cekikikan, membuat Miko menggelengkan kepalanya.
"Miko..." Panggil seorang siswi menghampiri Miko.
"Kania" ujar Miko melihat siapa yang datang.
"Mik, besok malam gue ultah, Lo dateng ya, nih undangannya" ucap Kania memberikan sebuah undangan pada Miko.
"Dan ini buat Lo" ujar Kania juga memberikan undangan pada Naira.
"Lo dateng?" Tanya Miko pada Naira.
"Emm gak tau, gue liat aja bisa apa nggak gue dateng" jawab Naira mengangkat bahu.
"Datang ya Mik, plisss" pinta Kania memohon.
"Gue bakal datang kalau dia datang" ucap Miko menunjuk Naira dengan dagunya.
"Hah?" Ucap Naira ternganga tak percaya apa yang barusan ia dengar.
"Apa hubungannya sama dia?" Tanya Kania tak suka.
"Lah Lo disini?" Ucap Leon tiba tiba menghampiri Miko.
"Ada apa?" Tanya Miko.
"Udah ditunggu sama yang lain tuh" jawab Leon.
"Oke, Nai gue duluan ya" pamit Miko tersenyum pada Naira, membuat Naira mengangguk kaku.
Seperginya Miko, Kania langsung menatap Naira dengan tajam seakan membunuh. Naira yang mendapatkan tatapan seperti itu hanya masa bodo dan pergi dari sana.
"Jangan harap Lo bisa dapetin Miko semudah itu!" Teriak Kania yang tak dihiraukan Naira.
Kania adalah salah satu siswi yang menyukai Miko. Tapi Miko hanya menganggap Kania sebagai teman tidak lebih.
__ADS_1