
Hari ini Naira mulai berangkat kesekolah dengan diantar Vino.
"Sayang kalau ada apa apa telpon kakak ya" ujar Vino.
"Iya kak... " jawab Naira jengah, pasalnya Vino sudah berulang kali menyebutkan kata yang sama padanya.
Sekitar 20 menit mobil Vino sampai di perkarangan sekolah Naira.
"Makasih kak, hati hati ya" ucap Naira seraya turun dari mobil.
"Iya.. " jawab Vino dan mulai melajukan mobilnya saat melihat Naira sudah masuk kesekolah.
"Naira.... " Ucap keempat sahabatnya langsung memeluk dan menghampiri Naira.
"Akhirnya lo masuk juga" ucap Salsa girang.
"Kita sepi tau kalau gak ada lo" sambung Lucy.
"Kalian kaya gak pernah ketemu sama gue aja" ucap Naira terkekeh.
Tak berselang lama Miko dan Leon datang. Miko segera menghampiri Naira.
"Pagi Nai" sapa Miko tersenyum.
"Lo lagi lo lagi. kenapa sih lo tuh selalu muncul di hadapan gue" sungut Naira kesal.
"Wait?? lo sekolah disini juga?" tanya Naira membuat orang membeo.
"Lah kok diem?" lanjut Naira bingung.
"Nai, lo gak tau kalau Miko satu sekolah sama lo?" tanya Rayna membuat Naira menggeleng.
"Apa?? gue satu sekolah sama dia? oh my god" ucap Naira. Dan detik selanjutnya ia mulai merasakan kepalanya sakit.
"Aww.... " ringis Naira memegangi kepalanya.
"Nai, are you okay?" tanya Dea khawatir.
"Lo pergi dari hadapan gue!" usir Naira pada Miko.
"Nai gue-"
__ADS_1
"PERGI!!" pekik Naira yang membuat beberapa pasang mata mengarah kearahnya.
"Sebaiknya kita pergi dari sini" bisik Leon dan mengajak Miko untuk menjauh dari Naira.
"Eh itu Naira udah masuk"
"Iya bener"
"Kalian liat tadi, Naira kaya lagi kesel sama Miko"
"Gak nyangka ya mereka juga pernah berantem, gue kira mereka pasangan yang selalu harmonis"
Itulah bisik bisik para murid yang melihat Naira mengusir Miko tadi.
"Ehemm... " deheman Rayna pada murid murid yang tengah bergosip menggosip kan sahabatnya.
"Kalian disini sekolah ya, bukan gosip. kalau mau gosip sono suruh bapak kalian buat sekolah sendiri khusus bergosip" lanjut Rayna menatap tajam beberapa murid itu.
Mereka yang mendapatkan tatapan tajam dari Rayna pun segera pergi menjauh dari sana.
"Eh kalian ngapain masih berdiri disini? cepetan masuk!" teriak pak Bani muncul di hadapan mereka.
"Naira kamu udah masuk lagi?" ucap pak Bani kaget dengan kedatangan Naira yang sudah lumayan lama tak masuk sekolah.
"Syukurlah bapak seneng dengernya" ujar pak Bani.
"Bapak kesambet apaan tadi?" tanya Salsa yang membuat pak Bani menatap tajam.
"Hehehe Salsa cuma ngingetin aja pak, biasanya kan pak Bani galak amat kalau pagi pagi kaya gini. lah sekarang jadi baik aja. gue curiga jangan jangan bapak salah makan tadi" ucap Salsa cekikikan.
"Atau jangan jangan setan didalam tubuh pak Bani udah insyaf kali" sambung Dea membuat pak Bani semakin marah.
"Salsa!!!! Dea!!!!" Teriak pak Bani pada kedua muridnya dan dengan segera mereka berlari menuju kelas.
"Haisss kenapa mereka gak juga berubah dari dulu selalu bikin naik darah" ucap pak Bani memijit pelipisnya yang mendadak pusing.
*****
Saat jam istirahat kelima sahabat ini menuju kantin untuk mengisi perut meteka yang sudah berdisko dari tadi. Bagaimana tidak dua jam pelajaran diisi oleh matematika yang membuat mereka mengantuk sekaligus lapar. apalagi bu Dewi yang terus berceloteh menjelaskan materi yang sama sekali tak masuk kedalam otak mereka.
"Eh pulang sekolah ngumpul yuk!" ajak Rayna sambil menguyah baksonya.
__ADS_1
"Boleh tuh, dimana?" ucap Dea setuju.
"Dirumah gue aja gimana?" sahut Naira.
"Setuju" sahut Lucy.
"Oke lah gue ngikut aja.. " ucap Salsa menyeruput jus jeruknya.
"Hay Sa" sapa Andri yang muncul di hadapan mereka.
"Eh Ndri, duduk yuk" ajak Salsa menarik kursi supaya Andri bisa duduk.
"Makasih" ucap Andri tersenyum.
"Loh ada Naira juga disini?" ucap Andri yang sedikit terkejut melihat kehadiran Naira disana.
"Iya dong, Naira udah sembuh" ucap Salsa. Ya Andri memang sudah tau tentang kecelakaan Naira.
"Syukurlah lo sembuh akhirnya. Lo tau Nai selama lo ada di rumah sakit Salsa nangis nangis terus sama gue, dia bahkan gak mau makan dan selalu bolos saat jam pelajaran" ucap Andri menahan tawa. sedangkan Salsa menatap tajam kekasihnya itu.
"Hah yang bener?" tanya Naira yang langsung diangguki Andri.
"Gak usah deket deket kalau gitu" ucap Salsa membawa kursinya menjauh dari Andri.
"Eh jangan gitu dong by" ucap Andri mendekat kearah Salsa.
Salsa tak mengidahkan ucapan Andri, ia terus memakan baksonya sambil melengos.
"Uhhh ngambek nih ceritanya" goda Andri menoel dagu Salsa dan memeluknya.
Salsa langsung terkejut dengan aksi Andri yang tiba tiba sweet. tapi ia pun tak menolak malah dia mengulum senyumnya.
"Makanya jangan sembarangan sebarin aib" ucap Salsa menarik hidung Andri.
"Iya iya deh janji gak lagi" ucap Andri mengacak rambut Salsa.
"Ihhh jadi berantakan kan" ucap Salsa cemberut.
"Sini aku rapiin" ucap Andri dan merapikam rambut Salsa yang berantakan oleh ulahnya.
"Kalian pada gak ada akhlak banget ya, pacaran didepan para jomblo" ucap Dea yang sedari tadi diam memperhatikan mereka.
__ADS_1
"Iya nih, jangan buat jiwa iri gue meronta ronta" sambung Rayna.
"Biarin wleee" ucap Salsa menjulurkan lidahnya. membuat para sahabatnya berdecak sebal dengan tingkah anak manusia di depannya ini.