Sahabat Somplak Mencari Jodoh

Sahabat Somplak Mencari Jodoh
Sonni


__ADS_3

"Eh ternyata ada tamu" ucap nenek yang baru pulang dari sawah, dengan baju yang kotor dan berlumuran lumpur.


"Nenek" ucap mereka girang saat nenek pulang.


"Anak anak jangan mendekat, nenek kotor" cegah nenek membuat mereka menghentikan langkahnya.


"Sonni kamu ambil durian yang diluar ya, bawa kesini" suruh nenek pada Sonni.


"Baik nek" ucap Sonni dan segera keluar, diikuti yang lainnya.


"Wah duriannya banyak banget" ucap Salsa senang.


"Iyalah, pohon durian nenek lagi berbuah lebat" jawab Sonni.


"Gue udah lupa gimana rasa durian" ucap Dea dengan konyolnya.


"Ya ampun nih anak udah lama hidup di bumi bisa-bisanya lupa rasa durian, ck.." decak Lucy.


"Ya gue kan emang jarang makan durian, terakhir kali kayanya kapan yah?..." Ucap Dea berpikir.


"Tau ah, pokoknya udah lama banget" lanjut Dea mengedikkan bahu. Ya begitulah Dea. Dia terlahir dari keluarga konglomerat, jadi wajar saja kalau ia jarang makan durian.


"Yaudah gimana kalau kita buka duriannya" ajak Sonni.


"Emang Lo bisa?" Tanya Rayna.


"Bisa lah" jawab Sonni santai.


"Wihhh hebat" puji Salsa.


"Biasa aja kali" jawab Sonni tak enak.


"Ayo kita masuk!" Ajak Sonni dengan membawa durian.


Sonni pun membuka durian itu dengan lihai. Membuat mereka kagum melihat keahlian Sonni.


"Son Lo hebat" puji Naira.


"Biasa aja kok, aku udah biasa" jawab Sonni karena memang ia sudah terbiasa membuka durian. Sedangkan mereka? Jangankan membuka durian, megang durian aja mereka tidak bisa karena takut terkena durinya.


"Wah lagi pada buka duren nih" ucap Vino yang tiba tiba datang.


"Nah kakak darimana aja?" Tanya Naira.


"Tadi habis liat pegunungan" jawab Vino dan mulai bergabung dengan mereka.


"Wah kakak gak ngajak ngajak" ucap Dea cemberut.


"Gapapa nanti besok kita keliling pengunungan gimana?" Tawar Sonni.


"Boleh tuh," sahut Salsa.


"Wah kalian lagi buka durian ya" ucap nenek yang baru selesai mandi.

__ADS_1


"Iya nih nek, Hmmm enak banget" ucap Rayna sambil memasukkan durian kedalam mulutnya.


"So yummy" sahut Naira.


"Nanti sisanya kita buat tempoyak" ucap nenek, membuat mereka menyeritkan dahinya.


"Tempoyak?" Ucap Salsa.


"Apa itu nek?" tanya Dea.


"Kalian gak tau apa itu tempoyak?" Tanya Sonni membuat mereka langsung menggeleng.


"Tempoyak itu dibuat dari durian, terus dikasih bumbu. Nah lalu diemin sekitar satu atau dua hari. Setelah itu bisa dimasak sama ikan" jelas Sonni.


"Emang enak ya?" Tanya Naira.


"Enak lah" jawab Sonni.


"Gue penasaran rasanya" ucap Rayna.


"Nanti kita liat gimana buatnya" ucap Lucy yang disetujui mereka.


"Emang ya kalau anak kota, tempoyak aja gak tau mereka. Tapi maklumlah mereka udah biasa makan yang enak enak" batin Sonni terkekeh.


"Nek, Vino pulang dulu ya, titip mereka" pamit Vino menyalami neneknya.


"Lho cepet banget Vin?" Tanya nenek.


"Ada meeting penting siang ini nek" jawab Vino.


"Hati hati kak" ucap Naira.


"Iya, kalian juga hati-hati dan jangan ngerepotin nenek ya" nasehat Vino.


"Iya kak" jawab mereka.


"Nek, Vino pulang dulu ya, assalamualaikum" ucap Vino pamit.


"Waalaikumsalam" jawab mereka disana.


"Itu siapa ya?" Tanya Sonni.


"Itu kakak aku Son" jawab Naira, membuat Sonni ber-oh ria.


"Oiya aku lupa kasih makan sapi" ucap Sonni menepuk jidatnya.


"Ck, kamu ini" ucap nenek berdecak.


"Yasudah nek, aku pamit dulu ya, kasih makan sapi" pamit Sonni pada nenek.


"Eh kita ikut dong" ucap Naira.


"Kalian mau ikut?" Tanya nenek yang diangguki mereka.

__ADS_1


"Yasudah, ikut saja, tapi hati hati ya, dan Sonni kamu jaga para gadis cantik ini" ucap nenek membuat mereka tersipu malu.


"Baik nek" jawab Sonni mengangguk dan mengajak mereka pergi memberi makan sapi.


Setelah sampai dikandang sapi, Sonni langsung mengambil rumput dan memberinya pada sapi.


"Banyak banget rumputnya Son" ucap Dea.


"Iyalah, kalau sedikit mana kenyang sapinya" jawab Sonni.


"Iya juga ya" ucap Dea membenarkan.


"Makanya Lo itu, sebelum nanya pikir dulu!" ucap Salsa menyentil jidat Dea.


"Aw sakit ege!" Pekik Dea.


"Son, gue mau coba dong" ucap Naira.


"Boleh, ini" ucap Sonni memberikan rumput pada Naira.


Naira pun memberi makan sapi, yang terlihat sangat kelaparan.


"Lo udah cocok Nai" ucap Rayna menahan tawa.


"Sialan Lo,!" Jawab Naira tak terima.


"Gapapalah Nai, kali aja Lo mau ganti profesi gitu" tambah Lucy.


"Hahahaha" ucap mereka tertawa lepas, sedangkan Naira mendengus kesal.


"Mereka sangat menyenangkan" batin Sonni.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan tanya lagi kenapa Sonni bisa berbahasa seperti anak kota pada umumnya. Karena sejak menempuh pendidikan SMP, Sonni sudah diajar oleh gurunya berbahasa layaknya orang kota seperti mereka.


__ADS_2