
Setelah seharian dirumah Naira, kini para sahabat memutuskan untuk pulang. Karena hari sudah sore.
"Kakak" panggil Naira.
"Kenapa sayang?" tanya Vino lembut.
"Naira boleh minta sesuatu?" tanya Naira.
"Apa?"
"Kakak anterin Rayna pulang yah" pinta Naira.
"Apa??" Vino kaget seketika mendengar permintaan adiknya.
"Nai, lo jangan aneh aneh deh" sahut Rayna.
"Tapi aku pengen liat kakak anterin Rayna pulang. Itu doang kok" ucap Naira.
"Ya tapi kan, Rayna pulangnya sama yang lain" ucap Vino.
"Iya Nai, kak Vino bener. Gue pulangnya sama mereka" sahut Rayna menunjuk para sahabatnya.
"Kakak gak mau turutin permintaan Naira?" ucap Naira berkaca kaca.
"Oke oke kakak bakal anterin Rayna pulang" ucap Vino akhirnya. Ia paling tidak bisa melihat Naira menangis. Itu adalah salah satu kelemahannya.
"Tapi kak-"
"Udah ayo!" potong Vino mengambil kunci mobilnya. Dan Rayna mau tak mau mengikuti di belakang.
__ADS_1
"Nai, lo kenapa sih? kok tiba tiba permintaannya aneh banget" tanya Salsa saat Rayna dan Vino telah diluar.
"Jangan bilang lo lagi ngerjain mereka" tebak Lucy.
"Bukannya ngerjain, tapi gue mau nyatuin mereka" ralat Naira.
"Nyatuin??" Tanya Miko tak mengerti.
"Yank, Rayna itu dari dulu suka sama kak Vino. Tapi kak Vino nolak karena saat itu Rayna masih kelas 10. kak Vino gak mau dikatain podofil. Padahal gue yakin kak Vino juga suka sama Rayna. Maka dari itu kalian bantuin gue ya" jelas Naira.
"Tapi gimana kalau perasaan mereka udah gak sama kaya dulu lagi?" tanya Lucy.
"Gue yakin masih sama kok, gue bakal buktiin kalau kak Vino emang suka sama Rayna. Dan gue bakal buat kak Vino cinta sama Rayna" jawab Naira yakin.
"Jadi lo mau jodohin mereka gitu?" tanya Salsa. yang dapat anggukan dari Naira.
"Njirr lo kira ini jamannya siti Nurbaya apa?" sahur Dea menggelengkan kepalanya.
"Lo ngusir kita?" sungut Lucy.
"Iya, kecuali Miko" jawab Naira tersenyum pada kekasihnya itu.
"Ck.. dasar kampret lo emang!" kesal Salsa dan berlalu pergi menuju pintu.
"Yank, aku pamit ya. Besok sekolah aku jemput" pamit Miko dan tak lupa mengecup kening Naira.
"Hati hati" ucap Naira yang dianguki Miko.
***
__ADS_1
Sementara didalam mobil Vino kini keduanya sama sama diam dalam pikiran masing-masing. Jujur saja mereka masih sama sama canggung.
"Tuh bocah emang gak tanggung tanggung kalau minta sesuatu. Masa gue disuruh sama kak Vino? ngerjain gue tuh anak!" umpat Rayna dalam hati.
"Seneng banget kayanya ngeliat gue senam jantung kaya gini"
"Jantung gue kenapa sih? dari tadi gak bisa tenang padahal cuma nganterin Rayna. Jangan bilang gue suka sama Rayna. Gilaaa gak mungkin! masa gue jadi pedofil sih!" batin Vino sambil menyetir.
"Kakak awasss!!!" teriak Rayna histeris.
Citttttt.....
Vino langsung menginjak pedal rem disaat hampir menabrak kucing, tangan yang satunya lagi ia gunakan untuk menahan kening Rayna agar tak terbentur kedepan.
"Huhhhh.... " ucap keduanya mengela nafas lega saat berhasil berhenti sebelum menabrak kucing itu.
"Kamu gapapa?" tanya Vino.
Rayna hanya menggeleng, jujur saja ia masih terkejut dengan kejadian barusan.
"Maaf... " lirih Vino.
"Gak papa kak" jawab Rayna berusaha setenang mungkin.
"Beneran gapapa?" tanya Vino memastikan.
"Iya beneran" jawab Rayna mengangguk.
Vino menginjak gas nya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. ia tak mau membuat Rayna ketakutan lagi.
__ADS_1
"Kakak kenapa sih? ada yang kakak pikirin?" tanya Rayna memberanikan diri untuk bertanya.
"Gak papa" jawab Vino.