
Ting...
Suara notif HP Leon berbunyi, ia merogoh HP nya dan melihat siapa yang mengirim pesan padanya.
Lucy
Le, kata lo mau ketemu, ini gue udah ada di coffe shop
Leon menepuk jidatnya, bagaimana bisa ia melupakan janjinya dengan Lucy. Huhh gara gara mengurus Miko, Leon jadi lupa kalau ada janji.
Leon mengetik pesan
Leon
Sorry Cy, gue lupa kalau ada janji sama lo. Lo tunggu disana, 10 menit gue dateng.
"Kenapa lo?" Tanya Miko.
"Sorry Mik, gue ada janji. Gue cabut dulu ya" Pamit Leon dan tanpa menunggu jawaban Miko, ia segera pergi dari sana.
"Napa tuh bocah?" Gumam Miko melihat Leon yang nampaknya terburu buru.
**
Leon sampai di coffe shop dengan nafas tersengal sengal akibat terburu buru tadi.
__ADS_1
"Sorry Cy, lo jadi nunggu lama" ucap Leon dan langsung duduk didepan Lucy.
"Gapapa, so... ada apa lo ngajak gue kesini?" tanya Lucy.
"Cy, Naira cemburu gak waktu liat Miko sama Kania?" tanya Leon membuka percakapan.
"Enggak, kan lo udah liat sendiri tadi" jawab Lucy.
"Lo gak pernah ngeliat Naira aneh gitu, atau gimana?" tanya Leon.
"Waktu itu, Naira katanya liat tulisan romantis di buku diary nya, dan dibawahnya ada tertulis untuk Miko. Nah itu yang kita bingung Le, gimana caranya buat Naira kembali mengingat Miko tanpa buat dia sakit kepala" jelas Lucy.
"Gak mungkin kan kita langsung ngomong to the point?" lanjut Lucy. Membuat Leon berpikir sejenak.
Sudah seminggu ini Miko dan Kania menjalani hubungan pura pura, mereka setiap hari akan pergi ke kantin bersama, bahkan pulang sekolahpun Miko selalu mengantarkan Kania ke rumahnya. Ini adalah kesempatan bagus untuk Kania mendekatkan diri kepada Miko. Sedangkan Miko? Ia melakukan itu semua hanya karena sedang menjalankan perannya sebagai pacar pura pura Kania.
"Miko sama Kania makin romantis aja tiap hari" pancing Leon. Saat ini mereka sedang berada dikantin sekolah. Seperti biasa, mereka akan makan siang bersama.
"Mereka pacaran ya?" tanya Naira yang mulai keppo.
"Ya iyalah Nai, lo gak liat mereka romantis gitu. mana ada orang temenan aja sampe kaya gitu" jawab Rayna, juga memancing reaksi Naira.
"Tuh liat, Kania manja banget sama Miko" sahut Dea yang memang sedang melihat Kania bergelayut manja di lengan Miko.
"Mereka so sweet banget ya" timpal Salsa.
__ADS_1
"Gue denger bentar lagi mereka akan tunangan" ucap Lucy.
Jleb.
Mendengar kata 'tunangan' entah kenapa membuat hati Naira berdenyut sakit. Dadanya terasa sesak, entah rasa apa yang dia rasakan sekarang. Namun tiba tiba sudut hatinya merasa cemburu. Dan Naira tidak tahu kenapa bisa seperti itu.
"Tunangan?" tanya Naira lirih.
"Hu'um, duhh mereka gercep banget ya" jawab Dea menganggukan kepala.
"Gue ke kelas dulu ya" pamit Naira dan langsung undur diri dari sana, tanpa menunggu jawaban orang disana.
"Lah maen pergi aja lo" sungut Dea.
"Tapi Naira kayanya udah kepancing deh" timpal Leon.
"Semoga aja cara kita kali ini berhasil" ucap Rayna penuh harap.
"Tapi kita berlebihan gak sih? Sampe ngomong kalau Miko udah mau tunangan sama Kania. Gimana nanti kalau Naira udah inget semuanya, dan bagaimana nasib hubungan mereka?" tanya Lucy. Membuat orang disana terdiam sejenak.
**
Sedangkan didalam kelas, Naira sudah bingung sendiri dengan perasaannya, kenapa ia bisa cemburu hanya karena mendengar Miko dan Kania akan segera bertunangan? Sedangkan dia bukan siapa siapanya Miko.
"Aduhhh sebenarnya gue kenapa sih?" ucap Naira frustasi.
__ADS_1