
Saat ini Miko tengah berada di apartemennya, ia merebahkan tubuhnya dikasur empuknya. Seharian bersama Naira membuat mood booster nya kembali naik. Terbukti dari tadi ia tak henti-hentinya mengembangkan senyumnya.
Drrrttt... drrrttt... drrrttt...
Ponsel Miko berdering, ia merongohnya dan melihat siapa yang menelponnya.
"Mama? Tumben nelpon" gumam Miko dan segera memencet tombol hijau disana.
"Hallo mah" sapa Miko.
"Hay sayang, how are you?" Balas mama Miko yang terdengar girang.
"I'm fine" jawab Miko.
"Ada apa mah? Kok tumben nelpon? Dan kayanya mama lagi bahagia" tebak Miko.
"Mik, mama udah ada di bandara Soekarno-Hatta, kamu jemput mama sekarang ya" perintah mama Miko.
"What?? Seriusan mah?" Tanya Miko tak percaya.
"I'm serious" jawab mama Miko meyakinkan.
"Yaudah Miko siap siap sekarang!" Ucap Miko memutuskan sambungan teleponnya dan langsung bersiap siap untuk menjemput mamanya.
*************************
Miko sudah sampai di bandara Soekarno-Hatta, ia celingak-celinguk mencari keberadaan mamanya. Matanya tertuju saat mamanya melambaikan tangan pada Miko.
Dengan segera Miko pun berjalan menuju mamanya.
__ADS_1
"Mama, papa apa kabar?" Sapa Miko menyalami kedua orangtuanya.
"I'm fine sayang" jawab mama Linda tersenyum kepada anak angkatnya.
"Lo makin cakep aja" puji Daffin sang kakak angkat Miko.
"Bisa aja Lo bang" elak Miko.
"Udah ayo jalan" ucap Daniel sang papa Miko.
Merekapun masuk kedalam mobil Miko dan melajukan mobilnya ke apartemen miliknya.
"Bang gimana pengobatan Lo?" Tanya Miko.
"Udah lebih baik" ucap Daffin sambil fokus pada ponselnya.
"Syukurlah, gue seneng dengernya" jawab Miko.
"Mama sama papa nginep di apartemen yang di sebelah kamu aja ya" ucap Linda.
"Iyalah, masa mama sama papa mau nginep satu apartemen sama kita" ucap Miko membuat Linda terkekeh.
"Yasudah kalian istrirahat, jangan lupa makan dan kamu Daffin jangan lupa mandi, habis itu minum obat" ucap Linda memperingatkan.
"Mah, Daffin bukan anak kecil lagi" sewot Daffin.
"Tetap saja, kamu itu selalu lupa apa kata mama" ujar Linda dan segera berlalu meninggalkan kedua putranya.
Miko dan Daffin masuk kedalam apartemen nya, dan Daffin merebahkan dirinya dikasur empuk milik Miko. Sedangkan Miko duduk disofa sambil sibuk berbalas chat dengan Naira.
__ADS_1
"Gimana sekolah Lo?" Tanya Daffin pada adiknya.
"Baik baik aja bang" ucap Miko yang masih fokus chattingan dengan Naira.
"Lagi ngapain Lo? Kayanya fokus amat?" Tanya Daffin.
"Lagi bales chat" jawab Miko.
"Chat? Bukannya Lo males banget kalau bales chat?" Selidik Daffin.
"Ya beda lah bang, ini kan chat dari pacar" ucap Miko membuat Daffin takjub.
"Wihhh Lo udah punya pacar aja" puji Daffin.
"Iyalah, siapa yang menolak pesona seorang Miko Gerdapati" ucap Miko percaya diri.
"Cihh pede amat Lo" ucap Daffin berdecih.
"Emang Lo belum punya pacar?" Tanya Miko.
"Belum" jawab Daffin singkat.
"Buruan Lo cari, tunggu apalagi? Gue aja yang masih dibawah Lo udah punya pacar. Lah elo sampai sekarang belum nongol nongol jodohnya" celoteh Miko membuat Daffin memutar bola mata jengah.
"Sombong Lo!" Ucap Daffin mencebikkan bibirnya.
"Ya gue cuma gak mau Lo jadi perjaka tua" ledek Miko yang langsung dilempar bantal oleh Daffin.
"Dasar adek gak ada akhlak!" Umpat Daffin dan beranjak pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
"Yaelah sensi amat Lo" ucap Miko terkekeh.