
Setelah pulang sekolah Leon mengajak Lucy untuk jalan jalan, awalnya Lucy menolak. Tapi karena melihat wajah kecewa Leon akhirnya mau tak mau Lucy mengiyakan permintaan Leon.
"Cy, lo mau jalan jalan kemana?" tanya Leon. Fokus menyetir.
"Emmm... terserah lo aja deh. Gue bakal setuju kemanapun kita pergi. Asalkan jangan ketempat aneh aneh" jawab Lucy.
"Gimana kalau ke pantai?" tawar Leon.
"Emmm, boleh" jawab Lucy setuju.
"Le, lo ngerasa ada yang ngikutin gak?" tanya Lucy tiba tiba.
"Hah! beneran?" ucap Leon yang sudah mulai takut.
Lucy mengangguk "Emang lo gak ngerasa?" tanya Lucy.
"Enggak".
Sementara dibelakang mobil mereka, sudah ada tujuh orang manusia didalam mobil itu. Yang tak lain adalah Naira, Rayna, Salsa, Dea, Miko, Andri, dan Chiko. Mereka sengaja mengikuti kemana Lucy dan Leon pergi, jujur mereka cukup penasaran ada hubungan apa diantara mereka berdua. Apalagi Leon yang terlihat sangat ingin mendekati Lucy.
"Mereka mau kemana sih?" tanya Naira.
__ADS_1
"Udah kita ikutin aja lah" sahut Rayna.
"Sebenarnya kita ini penguntit atau ekornya si Leon sih?" tanya Chiko yang masih kesal. Tadinya dia tidak ingin ikut dengan para sahabatnya yang kurang kerjaan ini. Tapi karena bujukan demi bujukan yang Chiko dapatkan membuatnya mau tak mau mengiyakan permintaan sahabatnya. Apalagi Miko yang sudah berjanji akan mentraktir Chiko seminggu penuh.
"Dua duanya" jawab Andri. Ia sendiri pun juga tidak mau ikut dengan mereka. Tapi dikarenakan kekasihnya berada disini. Otomatis ia harus ikut untuk melindungi sang pujaan hati kalau semisal dalam bahaya.
"Eh tapi kalian percaya gak sih kalau mereka bener bener pacaran?" tanya Salsa.
"Emm.. bisa jadi sih. Kan lo tau si Lucy pandai banget nyembunyiin rahasia" sahut Dea.
"Kalau emang iya gue seneng sih. akhirnya kapasitas jomblo di antara kita berkurang" ucap Naira yang tak sadar sedang menyindir sahabatnya sendiri.
"Yaelah yang sabar aja kali cari pacar tuh. Nikmatin dulu masa muda. Dan gue harap lo gak lupa kalau JOMBLO ITU BEBAS" balas Rayna menekankan kalimat terakhirnya.
"Heh, kalau mimpi jangan ketinggian. entar jatuh kebawah bukan keatas" sahut Chiko.
"Dihh gak papa kali. orang punya mimpi artinya dia masih waras!" ketus Dea.
"Emang kenapa kalau gak punya mimpi?" tanya Naira.
"Ya kalau gak punya mimpi. Berarti dia gak punya tujuan hidup dodol" sungut Dea.
__ADS_1
"Enak aja lo nyama-nyamain gue sama dodol!" balas Naira tak terima wajah cantiknya disamakan dengan dodol.
"Aduhh kalian bisa gak sih diem!" kesal Andri.
"Gak!" jawab Dea dan Naira bersamaan.
Tak terasa mereka sudah sampai disuatu tempat.
"Loh ini bukannya pantai?" ucap Miko.
"Tapi ngapain mereka kesini?" sambung Naira.
Sementara Lucy dan Leon kini sudah turun dari mobilnya.
"Hmmm... enak banget udara disini" ucap Lucy menghirup udara segar yang ada disana.
"Duduk disana yuk" ajak Leon yang melihat karpet yang sudah terbentang disana entah milik siapa.
Mereka duduk disana. Lalu memesan es kelapa muda yang sudah terjual disana. Keduanya tampak nyaman menikmati suara deru air pantai yang menenangkan.
"Gue yakin sih mereka bener bener pacaran" ucap Naira yang masih berada didalam mobil bersama yang lain, sambil melihat gerak gerik mereka dari kejauhan.
__ADS_1
"Tapi kok Lucy gak bilang sih?" tanya Dea.
"Mungkin dia belum siap, atau mungkin punya alasan tersendiri kenapa gak bilang sama kita" sahut Rayna.