Sahabat Somplak Mencari Jodoh

Sahabat Somplak Mencari Jodoh
Pangeran Penyelamat


__ADS_3

Jam pulang telah tiba, semua murid berhamburan keluar.


"Sa, gimana tadi? Enak gak?" Tanya Dea meledek.


"Sumpah, kaki gue pegel banget. Untung nih kaki buatan tuhan, kalau buatan orang mungkin udah copot" jawab Salsa memberenggut kesal.


"Lagian Lo sih, udah tau ada pelajaran pak Bani, malah lupa bawa buku" sahut Lucy.


"Tapi gapapa deh, tadi ada pangeran tampan nyelamatin gue," ucap Salsa tersenyum membayangkan wajah cowok yang menolongnya tadi.


"Siapa?" Tanya Naira keppo.


"Gue gak tau sih, belum sempat kenalan" ucap Salsa cemberut.


"Kakak kelas, apa adik kelas?" Tanya Rayna.


"Kayanya kakak kelas sih, duh ganteng banget sumpah!" Jawab Salsa kegirangan.


"Ah elo semua cowok pasti dikatain ganteng" sahut Naira yang dibalas cengiran dari Salsa.


"Eh, ke mall yuk, udah lama gak shoping" ajak Dea.


"Kuy lah, itung-itung ngilangin capek gue juga" ucap Salsa setuju.


*************************


"Lo mau beli yang mana?" Tanya Rayna pada Naira. saat ini mereka sedang memilih baju.


"Entahlah gue juga bingung" jawab Naira menggaruk tengkuknya.


"Gimana kalau yang ini, cocok deh kayaknya" ucap Rayna menempelkan sweeter dibadannya.


Mereka memang sering membeli pakaian casual seperti kaos atau sweeter. dibandingkan gaun, atau dress yang mencolok.


Setelah mendapatkan semua kebutuhannya, merekapun pergi ke cafe untuk mengisi perutnya.


Saat mereka sedang berjalan masuk ke cafe, seorang pria menabrak Naira sampai jatuh, karena tak bisa menyeimbangkan diri.


Brukkk.

__ADS_1


"Aduhh" ringis Naira dan langsung berdiri dibantu Lucy.


"Sorry ya, gue buru-buru" ucap pria itu.


"Heh! Lo punya mata gak sih!" Pekik Lucy marah.


"Punya, cuma gak dipake kayanya" tambah Dea.


"Aduh maaf banget ya, gue bener bener gak liat kalian" ucapnya sekali lagi.


"Nggak liat apaan, badan kita lumayan gede ya, masa gak liat!" Sahut Rayna.


"Sudah sudah biarkan saja" ucap Naira dan menyuruh pria itu pergi.


"Gue heran deh, belakangan ini kita sering banget ketemu ama cogan" ucap Salsa saat telah duduk dikursi.


"Cogan nyasar kali" ucap Rayna menimpali.


"Eh, weekend ini kita pulang kampung yuk, jenguk nenek" ajak Naira.


"Nah boleh tuh, lagian gue udah kangen sama nenek" ucap Lucy Setuju.


"Gue mah, ngikut aja" timpal Rayna.


Setelah makan siang selesai mereka keluar untuk kembali pulang kerumah.


"Eh, tuh kaya cowok yang nolongin gue tadi" ucap Salsa menunjuk cowok yang tak jauh dari sana.


"Lo yakin?" Tanya Lucy.


"Yakin kok, samperin yuk!" Ajak Salsa.


"Sa, Lo gak ada anggun-anggunnya dikit, kita ini cewek, masa main nyosor aja sama cowok!" Sahut Naira.


"Nyosor nyosor, gue cuma mau nyamperin, sekalian kenalan hihihi" ucap Salsa cekikikan.


"Gue heran sama Lo, mata Lo tuh kalau liat cowok beuhhh" ucap Rayna menggelengkan kepalanya.


"Tau nih!" Timpal Dea.

__ADS_1


"Udah ayo!" Ajak Salsa langsung menarik tangan Naira.


"Lah Napa gue ogeb!" Kesal Naira.


"Yaudah ayo, kita susul tuh anak" ajak Rayna yang diangguki mereka.


"Kak, kakak yang nolongin gue tadi kan?" Ucap Salsa saat telah didepan pria itu.


Pria itu pun melepaskan kacamata hitamnya, dan melihat kearah Salsa.


"Iya, kamu yang tadi kan" ujarnya.


"Iya kak. Mmm boleh kenalan?" Tanya Salsa tanpa malu.


"Andri" ucapnya mengulurkan tangan dan senyum tampannya.


"Salsa kak" jawab Salsa juga tersenyum manis.


"Oiya kenalin nih kak, sahabat gue" ucap Salsa menunjukkan keempat sahabatnya.


"Naira"


"Dea"


"Lucy"


"Rayna"


Mereka mengulurkan tangan, dan langsung disambut oleh Andri.


"Senang bertemu kalian, kalau gitu gue permisi" ucapnya dan langsung naik ke mobil sport nya.


"Ya ampun senyumnya bikin hati gue klepek-klepek" ucap Salsa menatap mobil Andri yang telah menjauh.


"Astaga nih anak bener bener yak!" Kesal Rayna.


"Udah cabut yuk, panas nih" ajak Naira dan mereka langsung cus ke mobilnya.


"Ah elah biasanya Lo B aja sama panas" sahut Lucy.

__ADS_1


"Terserah" ucap Naira mengedikkan bahu, membuat Lucy berdecih.


__ADS_2