
Dikelas 11 IPA 1 (kelas Naira cs)
"Abis ini pelajaran siapa lagi?" tanya Rayna pada Naira.
"Fisika" jawab Naira.
"Yahh pak Bani deh, hufftt... " Dea langsung menampilkan wajah memelas nya saat mendengar nama pak Bani.
"Aduh semoga hari ini gak ada yang aneh aneh deh" Gumam Dea.
"Selamat siang" Sapa pak Bani masuk ke kelasnya.
"Siang pak" jawab semua siswa.
"Kumpulkan buku paket kalian di depan, kita ada UH hari ini" ucap pak Bani.
"Yahh pakkk" terdengar semua siswa menjerit histeris.
"Cepat!"
"Huhh pak Bani kalau mau ngasih UH tuh yang bilang dulu kek, biar bisa belajar" gerutu Dea.
"Fiks, nilai gue jelek nih nanti" lanjut Dea terus bergumam.
"Tidak ada yang menyontek ataupun curang, mengerti!" tegas pak Bani sambil membagikan kertas ulangan.
"Ngerti pak" jawab semua siswa.
"OMG!! gilaaa soalnya 45 banyak banget" Dea begitu terkejut saat melihat soal yang tertera.
"Pak, gak dikurangin aja, 40 gitu" sahut Salsa.
"Ah itu mah masih kebanyakan, 30 aja pak" timpal Lucy.
"Pak, essay nya gak usah yah" tambah Dea.
"Emang kalian pikir ini pasar hah? mana ada kurang kurangan begitu!"
"Kayanya pak Bani lebih cocok jadi pedagang ikan asin dipasar deh, daripada jadi guru disini" bisik Dea pada Naira.
__ADS_1
"Hihihi bener juga"
"Dea saya mendengarmu!" Ucap pak Bani dengan tatapan mautnya.
"Hehehe bercanda pak, elah mukanya udah kaya malaikat maut aja"
"Cepat kerjakan, jangan banyak bicara. Saya keluar sebentar dan JANGAN RIBUT!" Ucap pak Bani dan setelah itu keluar kelas.
"Astaga lama lama stres saya menghadapi anak anak itu" gumam pak Bani memijit pelipisnya yang mendadak pusing.
"Ini gimana cara ngerjainnya sih, kayanya ini kimia deh bukan fisika" Keluh Dea membaca berulang ulang soal yang tertara, namun itu justru membuat kepalanya semakin pusing.
"Fisika dodol!" sahut Rayna.
***
Jam istirahat di kantin
"Ya ampun sumpah pak Bani makin hari makin nyebelin deh" kesal Dea mengingat tadi ia dihukum membersihkan kelas karena tidak bisa menjawab 3 pertanyaan.
"Lagian lo sih, malah cari gara gara sama pak Bani" Ucap Naira tertawa kecil.
"Lah kok cepet banget?" Tanya Dea, pasalnya ia baru menyuap 5 butir bakso.
"Iyalah, kan 20 menit udah lo habisin buat bersihin kelas" sahut Salsa.
"Astaga iyaya"
"Yank... " panggil Miko mendekati Naira, dan duduk di kursi kosong di samping Naira.
"Kamu udah makan?" tanya Naira.
"Belum"
"Aku pesenin ya"
"Gak usah"
"Emang kamu gak laper?"
__ADS_1
"Sedikit"
"Aaaa" ucap Naira menyodorkan baksonya kedepan mulut Miko, tentu saja Miko dengan senang hati menerimanya.
"Njirr kalian gak ada akhlak banget yah, ingat disini masih ada jones!" pekik Dea kesal.
"Makanya cari pacar!" Ledek Naira membuat Dea bertambah kesal.
"Tuh pacarnya udah dateng" ucap Miko menunjuk Chiko yang datang bersama yang lainnya.
Reflek Dea pun menoleh.
"Ogah gue sama tiang listrik modelan kaya dia!"
"Siapa juga yang mau sama lo!" sahut Chiko tak mau kalah.
"Gue mencium bau bau orang lagi jatuh cinta deh" ucap Leon menajamkan penciuman nya.
"Siapa?" tanya Lucy.
"Tuh mereka berdua" Jawab Leon menunjuk Dea dan Chiko.
"Enggak!" jawab mereka kompak.
"Cieee tau deh yang bentar lagi punya pacar" ledek Salsa tersenyum aneh.
"Sa, bisa senyum biasa aja gak? kok gue jadi merinding liat senyum lo" Ucap Dea bergedik.
"Hahaha, fine, fine"
.
.
.
.
Dikit dulu yah😁
__ADS_1