
Siang ini Miko dan Naira sedang berada di mall, mereka menghabiskan waktu berdua saja hari ini.
"Eh main itu yuk" ajak Naira melihat mesin capit.
"Ayo!" Ajak Miko dan langsung pergi kesana bersama Naira.
Miko mulai konsentrasi untuk mendapatkan boneka Teddy bear yang Naira inginkan.
"Ayo Mik, dikit lagi" ucap Naira menyemangati.
"Iya by sabar" ucap Miko masih berusaha untuk mendapatkan boneka itu.
Dan lagi lagi Miko gagal mendapatkan bonekanya.
"Yaaa gagal dong" ucap Naira cemberut.
"Coba lagi ya" ucap Miko lalu memasukkan koin dan mencoba lagi.
"Oke Miko Lo harus konsentrasi, ingat ini permintaan bidadari Lo" batin Miko berusaha keras untuk mendapatkan boneka Teddy bear itu.
"Dikit lagi by, itu udah dapet telinganya" pekik Naira saat Miko berhasil meraih telinga boneka itu.
Lalu sedetik kemudian, boneka itu langsung jatuh begitu saja. Membuat Miko benar-benar kesal dibuatnya.
"Yaahhh gagal lagi" ucap Naira kecewa.
"Baby itu susah dapetinnya, nanti aku beliin aja ya" bujuk Miko.
"Ya udah deh" ucap Naira menghela nafas.
"Huhhh dasar mesin sialan! Gue sumpahin gak akan ada yang nyamperin Lo lagi kesini" umpat Miko menatap kesal mesin didepannya.
"Gimana kalau kita makan es krim?" Tawar Miko membuat Naira langsung berbinar.
__ADS_1
"Let's go!" Girang Naira dan mereka pergi ke stand es krim yang ada disana.
Setelah mendapatkan dua cup es krim, Naira melahapnya dengan rakus, seakan baru kali ini ia memakan es krim. Miko yang melihat itu hanya terkekeh melihat tingkah Naira yang sangat menggemaskan dimatanya.
"Makan yang rapi dong by" ucap Miko mengelap sudut bibir Naira yang terkena es krim.
"Hehehe maaf, habisnya es krim nya enak banget" ucap Naira melanjutkan makannya.
Setelah puas bermain di mall, kini mereka pergi ke taman hiburan, hari ini mereka benar-benar akan menghabiskan waktu berdua saja.
"By, naik itu yuk" ajak Naira melihat wahana disana.
"Emang gak takut?" Tanya Miko melihat betapa tingginya wahana itu berputar.
"Enggak kan ada kamu, ayok!" Ajak Naira mengandeng tangan Miko dan menaiki wahana itu.
"Ya ampun aku udah lama banget gak naik beginian" girang Naira saat wahana mulai berputar
"By kepala aku pusing" ucap Miko memegang kepalanya yang terasa pusing.
"I'm fine" jawab Miko berusaha tersenyum.
Sebenarnya Miko sangat tidak suka naik wahana seperti ini, tapi ini kemauan kekasihnya, mau tak mau Miko harus menurutinya.
"Sabar Mik, kayanya bentar lagi berhenti deh" batin Miko yang sudah tak tahan lagi, padahal mereka baru sekitar 10 menit berada di wahana.
*************************
Malam harinya, Naira berguling-guling dikasurnya, itu menandakan bahwa ia sedang senang. Bagaimana tidak jika tadi ia sangat puas jalan jalan bersama Miko, dan setiap ia mengingat itu membuatnya senyum-senyum sendiri.
Tok... Tok... Tok...
"Sayang, ini kakak" teriak Vino diluar kamar adiknya.
__ADS_1
"Masuk kak!" Sahut Naira dari dalam.
Ceklek.
"Ada apa kak?" Tanya Naira.
"Ada yang cari kamu didepan" ucap Vino.
"Siapa?" Tanya Naira menyeritkan keningnya, pasalnya ia tak punya janji sama siapapun malam ini.
"Tukang paket, udah buruan kamu samperin" ucap Vino dan pergi dari kamar adiknya.
"Tukang paket? Ngapain kesini, perasaan gue gak pesan apa apa deh" ucap Naira dan segera turun kebawah lalu menghampiri tukang paket yang sedang menunggu didepan pintu.
"Pak cari siapa ya?" Tanya Naira.
"Apa bener disini rumah Naira?" Tanya tukang paket itu.
"Ya pak, saya sendiri. Ada apa?" Tanya Naira.
"Ini ada kiriman buat mba Naira" ucap tukang paket itu memberikan sebuah boneka Teddy bear yang sangat besar pada Naira.
"Dari siapa ya pak?" Tanya Naira menerima boneka itu.
"Dari mas Miko mba" ucapnya.
"Oh gitu..." Ucap Naira lalu mentanda tangani dikertas yang diberikan tukang paket itu.
"Saya permisi mba" ucapnya.
"Oh ya, terimakasih pak" ucap Naira yang hanya dibalas senyuman oleh tukang paket itu.
Naira segera bergegas menuju kamarnya, dan dia melihat ada secarik kertas disana.
__ADS_1
"By ini buat kamu, kalau misalnya kamu kangen sama aku, kamu boleh peluk boneka ini"
Membaca itu membuat Naira tersenyum sendiri mengingat betapa romantisnya Miko dengannya. Dan kemudian ia memeluk boneka itu dengan erat seakan yang dipeluknya sekarang adalah Miko kekasihnya.