Sahabat Somplak Mencari Jodoh

Sahabat Somplak Mencari Jodoh
Pacaran diam diam


__ADS_3

Keesokan harinya disekolah, tepatnya dikantin. Kini Naira sedang berbicara serius pada keempat sahabatnya.


"Kenapa lo bisa berpikiran seperti itu?" tanya Rayna.


"Soalnya, semalem gue buka diary gue. dan gue liat tulisan gitu. terus dibawahnya tertulis untuk Miko. Kan aneh?" jawab Naira.


"Aneh gimana maksud lo?" tanya Lucy.


"Ya aneh aja. masa gue nulis kata kata romantis itu untuk Miko? Dia kan bukan pacar gue" jawab Naira.


"Nai, ini bukan maksud kita maksa lo ya. Lo ada gak ngerasa kalau lo pernah dekat sama Miko? atau lo udah kenal lebih dalam sama dia?" tanya Dea.


"Enggak sih, tapi waktu gue ketemu dia. Gue merasa kaya ada sesuatu antara gue sama dia. Dan gue gak tau apa itu" jelas Naira.


"Lo pernah gak merasa ada hubungan sama dia?" tanya Salsa.


"Hah! ngaco lo Sa, mana mungkin gue ada hubungan sama dia" ucap Naira tak percaya.


"Hadeeuhh ngurusin orang amnesia itu susah ya" batin Lucy.


"Hay Cy" sapa Leon tiba tiba muncul disana.


"Heh lele genit, emang Lucy doang yang ada disini?" sahut Dea karena Leon hanya menyapa Lucy saja.


"Lele genit?" semua orang menyeritkan keningnya mendengar panggilan aneh dari Dea.


"Kutu kupret lo jangan buat gue marah ya" peringat Leon dan duduk disebelah Lucy karena memang disana kosong.


"Udah makan?" tanya Leon pada Lucy.


"Udah kok" jawab Lucy salting karena dilihat para

__ADS_1


sahabatnya.


"Kalian ada hubungan apa?" tanya Naira, membuat Lucy hampir tersedak saat minum.


"Sembarangan kalau ngomong!" sungut Lucy tak terima.


"Gue sama Leon gak ada hubungan apa apa kok" lanjut Lucy meyakinkan.


"Hayoo jangan jangan kalian pacaran diam diam" tuduh Salsa tersenyum arti.


"Paan sih lo, ngaco deh!" elak Lucy.


"Kita emang gak pacaran, tapi bentar lagi kita akan resmi jadi sepasang kekasih" ucap Leon menaik turunkan alisnya didepan Lucy. Membuat orang disana menutup mulut tak percaya.


"Leon lo apa apaan sih, ngomong yang bener dong" kesal Lucy yang salut sama Leon sangat berani mengungkapkan perasaannya terang terangan.


"Ini gue udah ngomong bener kok, gak ada salahnya kan kita pacaran?" sahut Leon tersenyum tampan.


"Pucuk dicinta ulam pun tiba" sambung Naira dengan tawanya.


"Udah Cy, sikat aja lah. daripada lo jomblo" timpal Dea.


"Heh, lo juga jomblo ogeb" sahut Lucy menyentil jidat Dea.


"Aww.. sakit njirr" ucap Dea mengusap jidatnya.


"Tuh mulut yang sopan ngomongnya" ucap Chiko yang entah muncul darimana.


"Busettt lo udah kaya setan aja" ucap Salsa mengusap dadanya, karena Chiko tiba tiba muncul dibelakangnya.


"Nah lo juga, punya mulut dijaga. ngomongnya yang sopan" ucap Chiko duduk disebelah Salsa.

__ADS_1


"Udah kaya guru aja lo. ngajarin kita" cibir Dea.


"Ngapain lo duduk di samping pacar gue?" ucap Andri yang datang dan langsung mengusir Chiko dari tempat duduknya.


"Ah elah lo, gue berasa kaya anak yang diusir sama ibu tirinya" kesal Chiko membersihkan ****** nya.


"Lo mau jadi PHO rebut pacar orang?" tanya Andri.


"Enak aja! gak ada cowok seganteng gue yang menyandang status PHO" ucap Chiko dengan pedenya.


"Nih anak pedean juga ya" batin Rayna.


"Cihh pede anda terlalu berlebihan" decih Salsa.


***


Sementara itu, kini Miko sedang duduk sendirian di taman belakang sekolah, ia terus memikirkan ucapan Daffin semalam. Entah mengapa dadanya sesak setiap mengingat perkataan Daffin.


"Kak Miko, sendirian aja. Naira mana?" tanya Kania menghampiri Miko.


"Di kantin" jawab Miko singkat dengan pandangan lurus kedepan.


"Kenapa gak kesana aja kak?" tanya Kania dan duduk disebelah Miko.


"Gue lagi gak baik baik aja Kan" jawab Miko yang tak sadar akan ucapannya.


"Maksud kakak?" tanya Kania tak mengerti.


Tiba tiba saja ide muncul di otak Miko, membuat mood booster nya kembali.


"Kan, lo mau kan jadi pacar pura pura gue?" tawar Miko.

__ADS_1


__ADS_2