
Pagi harinya Miko berangkat sekolah dengan menggunakan motornya. Ia berencana akan mengajak Naira bertemu dengan kedua orangtuanya hari ini.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit, Miko sampai di kampusnya. Ia segera memarkirkan motornya dan celingak-celinguk mencari keberadaan Naira. Namun sepertinya yang ditunggu belum juga datang.
"Naira mana ya? Masa belum datang?" Gumam Miko sambil melihat jam tangannya.
Tak berapa lama, Naira cs datang dengan menggunakan mobil Rayna. Mereka selalu berangkat satu mobil bersama.
Naira tersenyum melihat sang kekasih yang sudah menunggunya, dan tanpa berlama-lama lagi ia pun keluar dari mobil dengan antusias tanpa memperdulikan sahabatnya.
"Woy Nai, tungguin napa" pekik Salsa dan segera keluar dari mobil diikuti yang lainnya.
"Yaelah pagi pagi malah pacaran kalian!" Sungut Dea melihat Naira yang sedang beromantisan dengan Miko.
"Emang masalah buat Lo?" Ledek Naira tak memperdulikan ucapan sahabatnya dan pergi kekelas bersama Miko.
"Kampret tungguin" pekik Lucy.
"Udahlah Cy, mereka mau pacaran kayanya" cegah Dea.
"Pagi beb" sapa Andri tersenyum tampan pada Naira.
"Pagi sayang" balas Salsa tersenyum lebar.
"Eh gue duluan ya, pangeran gue udah datang" ucap Salsa dan segera bergandengan tangan dengan Andri menuju kelasnya.
"Yaelah punya sahabat pada gak ada akhlak semua" sungut Rayna kesal.
*************************
Saat jam istirahat, Naira dan Miko sedang makan siang di rooftop.
"Nai, gue mau ngajak kamu ketemu orangtua aku nanti. Mau gak?" Tanya Miko.
"Kapan?" Tanya Naira.
"Pulang sekolah, mau gak?" Tanya Miko.
"Tapi aku takut nanti orangtua kamu gak suka sama aku" ucap Naira lirih.
"Gak kok, aku yakin mama sama papa pasti suka sama kamu" ucap Miko menyelipkan anak rambut Naira ke belakang telinga.
__ADS_1
"Beneran?" Tanya Naira.
"Iya sayang" jawab Miko membuat pipi Naira langsung memerah.
"Yaudah pulang nanti kamu ganti baju, terus kita ke apartemen" tutur Miko membuat Naira mengangguk.
*************************
Sepulang sekolah, Naira pulang bersama Miko dengan menggunakan mogenya.
"Pegangan nanti jatuh" ucap Miko saraya memasang helm.
"Iya ini udah" ucap Naira berpegang pada pinggang Miko.
Merekapun melajukan motornya meninggalkan perkarangan kampus.
*************************
"Mik, aku takut" ucap Naira gemetar saat sudah berada di lobby apartemen Miko.
"Gak usah takut kok, mama sama papa aku gak galak" ucap Miko meyakinkan.
"Percaya sama aku, mama sama papa aku itu orang baik, mereka gak akan sejahat yang kamu pikirkan" ujar Miko lembut.
"Yaudah ayo masuk!" Ajak Miko mengandeng tangan Naira.
"Duh kok deg degan gini ya, kaya mau ujian aja" batin Naira menggigit bibir bawahnya.
Miko dan Naira sudah sampai di pintu apartemen Miko. Ia pun memencet password nya dan setelah itu masuk kedalam.
"Mama...." Panggil Miko menghampiri sang mama dan menyalaminya.
"Sayang udah pulang" ucap Linda tersenyum.
"Siapa gadis cantik ini?" Tanya Linda tersenyum kearah Naira. Sedangkan Naira hanya tersenyum kaku.
"Oh ya mah, bang, kenalin ini pacar aku Naira" ucap Miko memperkenalkan Naira.
"Naira Tante" ucap Naira menyalami Linda.
"Cantik banget pacar kamu Mik. Kok mama jadi insecure ya" canda Linda meraba wajahnya.
__ADS_1
"Haiisss mama malu maluin aja deh" sahut Daffin yang fokus pada ponselnya.
"Mungkin Tante dulu lebih cantik daripada saya" ucap Naira memberanikan diri untuk berbicara.
"Duh kamu bisa aja. Sini duduk gak usah malu-malu" ucap Linda menepuk sofa disebelahnya, dan dengan ragu Naira pun duduk disamping camer nya.
"Duh jantung gue" batin Naira yang sudah merasakan sport jantung.
"Kamu kelas berapa?" Tanya Linda pada Naira.
"Kelas sebelas Tante" jawab Naira tersenyum.
"Oh jadi cuma beda satu tahun sama Miko" ucap Linda.
"Iya Tante..."
"Kamu anak siapa?" Tanya Linda yang ingin tau tentang Naira.
"Saya anak kedua dari papa saya yang bernama Nevan dan mama saya bernama Indri" jawab Naira.
"Oh jadi kamu anak Nevan" ucap Linda mengangguk mengerti.
"Tante kenal sama papa saya?" Tanya Naira.
"Kenal dong, kita itu sahabat saat SMA" jawab Linda.
"Dunia sempit banget ya, saya sama papa kamu dulu itu sahabat udah kaya saudara. Sampai akhirnya papa kamu melanjutkan kuliahnya di London saat itu. Dan ketemu lagi saat papa kamu udah mau nikah" jelas Linda.
"Beneran mah?" Tanya Miko.
"Iya beneran" jawab Linda.
"Oh ya Nai, gue lupa kenalin nama kakak gue Daffin" ucap Miko memperkenalkan kakak angkatnya.
Daffin tersenyum pada Naira.
"Daffin" ucap Daffin mengulurkan tangan.
Naira menatap Miko untuk meminta izin apakah boleh ia menerima uluran Daffin. Dan Miko menganggukkan kepalanya.
"Naira kak" jawab Naira tersenyum saraya membalas uluran tangan Daffin.
__ADS_1