
Sedangkan ditempat lain, kini Salsa dan Andri sedang berada di bioskop untuk menonton bersama. Ini permintaan Salsa untuk menonton bersama kekasih barunya.
"Uhh liat mereka so sweet banget" ucap Salsa melihat adegan kissing.
Andri langsung menutup mata Salsa dengan tangannya.
"Ihhh Ndri kenapa ditutup sih, gue mau nonton!" Ucap Salsa cemberut.
Andri lalu membuka mata Salsa saat adegan itu sudah hilang.
"Tuh kan udah selesai" ucap Salsa memayunkan bibirnya.
"Kamu gak boleh nonton begituan, ingat kamu masih dibawah umur" ucap Andri membuat Salsa memberenggut kesal.
"Gini gini gue udah ngerti ya, gak usah ngeledek" gerutu Salsa.
"Kalau kamu mau, aku bisa mempraktekkannya" goda Andri membuat Salsa menoleh kearahnya dengan raut wajah yang tegang.
"Hahahaha bercanda beb" ucap Andri mencubit gemas pipi Salsa.
"Ihhh gak lucu!" Kesal Salsa melemparkan pop corn ke wajah Andri.
"Habisnya kamu tadi tegang banget" ledek Andri membuat Salsa memukul bahunya.
"Dasar mesum!" Umpat Salsa membuat Andri terkekeh geli.
*************************
Keesokan harinya, Naira sudah dijemput oleh Miko dengan gaya cool nya.
"Wah calon mantu, pagi pagi udah dateng aja" sambut mama Indri.
"Pagi Tante" sapa Miko tersenyum.
__ADS_1
"Pagi calon mantuku" balas mama Indri dan mempersilahkan Miko masuk.
"Loh kamu udah dateng?" Ucap Naira kaget melihat kedatangan Miko yang hanya dibalas senyuman tampan oleh Miko.
"Udah dong, ini mah benar benar calon mantu idaman" puji mama Indri.
"Apaan sih mah" ucap Naira karena pagi pagi telah digoda oleh mamanya.
"Mik, Lo ikut gue bentar" ajak Vino tiba tiba datang.
"Loh mau kemana kak?" Tanya Naira.
"Gak kemana mana kok, kakak mau ngobrol benar sama Miko diruang kerja" ucap Vino mengajak Miko menuju ruang kerjanya.
"Silahkan duduk" ucap Vino saat telah sampai diruang kerjanya.
"Terimakasih kak" jawab Miko agak canggung memanggil Vino dengan sebutan 'kak'.
"Gue mau nanya sama Lo, apa Lo benar benar cinta sama Naira?" Tanya Vino membuka percakapan.
"Apa Lo yakin bisa menjaganya?" Tanya Vino lagi.
"Saya akan menjaga Naira semampu yang saya bisa kak, dan saya akan tidak akan membiarkan Naira terluka oleh siapapun" jawab Miko tegas.
"Seberapa besar cinta Lo pada Naira?" Tanya Vino.
"Sangat besar kak, bahkan dibandingkan dengan samudra cinta gue ke Naira jauh lebih besar dari itu" jawab Miko.
Vino menatap intens Miko, ia mendapatkan ketulusan di mata coklat milik Miko.
"Oke gue percaya, Naira adalah tanggung jawabmu mulai sekarang, gue harap Lo bisa jaga Naira dan kalau sampai gue denger Naira terluka karena Lo maka fiks gue gak bakal ngizinin lagi Naira berhubungan sama Lo, mengerti" ucap Vino menatap lekat wajah Miko.
"Mengerti kak" jawab Miko tegas, dan setelah itu mereka keluar dari ruang kerja.
__ADS_1
"Kakak sama Miko lagi ngapain aja sih, kok lama banget" gerutu Naira yang sudah menunggu dari tadi.
"Maaf sayang ada hal penting yang kakak bicarakan sama Miko tadi" jawab Vino mengelus rambut adiknya.
"Baiklah, kita berangkat ya" ucap Naira dan menyalami kedua orangtuanya begitupun Miko.
Setelah itu mereka melajukan mobilnya menuju kesekolah.
"Mik, tadi apa sih yang kamu bicarain sama kakak?" Tanya Naira.
"Gak ada apa apa, kak Vino hanya menyampaikan beberapa amanat untukku" jawab Miko sambil fokus menyetir.
"Amanat apaan?" Tanya Naira keppo.
"Amanat upacara" ucap Miko lalu tertawa keras, membuat Naira mendengus kesal dan memukul bahu Miko.
"Gak lucu!" Kesal Naira memalingkan muka.
"Emang gak ada yang lucu" jawab Miko santai dan tak terasa mobil yang ditumpangi mereka sudah sampai disekolah.
Setelah memarkirkan mobilnya, mereka keluar bergandengan tangan.
"Eh itu si Naira bukan sih?" Tanya Lucy melihat Naira dari kejauhan.
"Iya bener" sahut Dea.
"Ah mentang mentang udah punya pacar, berangkat berdua ya sekarang" sambung Rayna.
Dan tak berapa lama Salsa dan Andri pun datang dengan memakai moge.
"Lah itu kan si centil" ucap Dea menunjuk Salsa.
"Kok mereka berangkat berdua sih?" Tanya Rayna.
__ADS_1
"Mungkin ada something antara mereka" sahut Lucy.
"Wah gak bisa dibiarin nih, kita harus introgasi mereka nanti" ucap Dea yang dapat anggukan dari mereka.