Sahabat Somplak Mencari Jodoh

Sahabat Somplak Mencari Jodoh
Hubungan yang merenggang


__ADS_3

Sepulang dari mengantar Naira, Daffin langsung pulang ke apartemen nya. Tujuannya hanyalah mencari Miko. Ia butuh penjelasan atas semua perkataan Naira tadi.


"Mik... " panggil Daffin.


"Kenapa?" tanya Miko tanpa ekspresi.


"Apa maksud lo ngomong kalau lo mau tunagan? dan sama siapa? gue gak pernah denger dari mama maupun papa berita itu" tanya Daffin to the point.


"Gue ingetin sama lo bang, bukan gue yang nyebarin berita itu. Lo jangan asal tuduh dulu!" jawab Miko yang tak suka mendengar itu dari mulut kakaknya.


"Terus kalau bukan lo siapa?" tanya Daffin menatap serius.


"Kania" jawab Miko singkat.


"Dan gue tanya sama lo. Apa hubungannya berita itu sama lo?" lanjut Miko.


"Justru berita itu sangat berhubungan sama gue. Lo tau Naira sangat terpuruk mendengar berita itu. Dan apa kata keluarga Naira tentang kita? lo gak mikir sampai kesana!" sentak Daffin meninggikan oktaf nya.

__ADS_1


"Gue tau, tapi seharusnya lo juga gak usah terlalu ikut campur urusan gue. Dan harus lo inget baik baik Naira itu PACAR GUE" ucap Miko menekan kata terakhirnya.


"Dia memang pacar lo. Tapi apa lo yakin bisa terus jadi pacar dia setelah berita ini sampai ke telinga keluarganya?" tanya Daffin.


"Dan kalau lo gak serius sama hubungan lo. Lebih baik lo akhiri saja, daripada lo harus menyakiti hati orang lain" lanjut Daffin sinis.


"Terus lo mau apa sekarang?" tanya Miko menantang.


"Lepasin Naira" jawab Daffin.


"Lo inget baik baik, Naira itu milik gue, dan sampai kapanpun gue gak akan lepasin dia bahkan buat lo. Lo udah keterlaluan bang! lo gak mikir gimana perjuangan gue selama ini! Dan harus lo tau sampai gue mati pun cinta gue ke Naira gak akan hilang sampai SELAMANYA!" ucap Miko memburu dan segera pergi dari sana. Daripada harus terus berdebat dengan kakanya yang hanya bisa menyalahkannya saja.


"Daffin, kenapa? kok mama denger ada suara ribut tadi?" tanya Linda yang masuk apartemen Daffin.


"Hanya masalah kecil mah" jawab Daffin.


"Ada apa lagi ini?" batin Linda curiga.

__ADS_1


****


Miko mengendarai motornya dengan air mata yang terus menetes. Ucapan demi ucapan yang Daffin lontarkan padanya sangat menyakitkan lubuk hatinya. Kalau tidak memikirkan mama Linda dan papa Daniel Miko pasti sudah pergi jauh dari Daffin.


Miko menepikan motornya di sebuah jembatan yang ada disana. Ia segera membuka helm nya dan melangkah mendekati jembatan itu. Ia melihat air yang mengalir, membuatnya merasa lebih tenang.


"Dan kalau lo gak serius sama hubungan lo, lebih baik lo akhiri saja. Daripada lo harus menyakiti hati orang lain"


Selintas ucapan Daffin tadi melintasi pikiran Miko.


"Gue gak pernah berniat menyakiti hati orang lain. harus lo tau bang, gue lagi berusaha saat ini. Berusaha untuk memperjuangkan cinta gue. Tapi lo gak bisa dukung gue. Lo gak bisa suport gue. Yang lo tau hanyalah nyalahin gue, seakan gue lah yang paling bersalah disini" gumam Miko dengan satu butiran bening yang lolos begitu saja di pelupuk matanya.


"Nai, bolehlah aku berharap hubungan kita akan kembali seperti semula? izinkan aku untuk memperbaiki semuanya. biarkan aku yang berjuang untuk hubungan ini" lanjut Miko yang tiba tiba wajah Naira terbayang dipikirannya.


"Tuhan, kenapa saat kami sudah saling mencintai dan mempererat cinta kita. engkau berikan ujian seberat ini? bantulah aku menemukan jalan keluarnya. tunjukkan lah siapa yang memang bersalah dalam hal ini"


Daffin

__ADS_1



__ADS_2