Sahabat Somplak Mencari Jodoh

Sahabat Somplak Mencari Jodoh
Perubahan Salsa


__ADS_3

Setelah Salsa menumpahkan seluruh tangisannya, Andri mengajak Salsa pulang.


"Ndri, apa Lo pernah mengalami hal seperti ku?" Tanya Salsa saat sudah didalam mobil.


"Pernah" jawab Andri.


"Aku pernah mencintai seseorang, sampai akhirnya datang orang lain yang berhasil merebut orang yang kucintai" lanjut Andri masih fokus menyetir.


"Ndri, makasih ya" ucap Salsa tulus.


"Buat??" Tanya Andri bingung.


"Lo udah menyadarkan gue, Lo udah berhasil membuat gue sadar siapa Alden sebenarnya, sebelum gue bener bener terjebak kedalam cintanya" jawab Salsa membuat Andri menautkan alisnya.


"Maksud Lo? Lo belum pacaran sama Alden?" Tanya Andri antusias.


"Tentu saja belum, dan kalau gak ada Lo gue gak akan tau kelicikan Alden yang sebenarnya" ucap Salsa tulus.


"Yess, itu artinya gue masih punya kesempatan buat kembali mengambil cinta gue" girang Andri dalam hati.


*************************


Keesokan harinya, saat Salsa sampai kesekolah, Alden dengan cepat langsung menghampiri Salsa.


"Pagi Sa" sapa Alden tersenyum tampan.


Salsa tak menggubris sapaan Alden, ia memilih untuk pergi kekelas bersama sahabatnya.


"Sa, tunggu..." Teriak Alden mengejar Salsa.

__ADS_1


"Sa, itu si Alden kok Lo cuekin sih?" Tanya Naira heran.


"Iya kenapa? kalian lagi ada masalah?" Timpal Lucy.


"Sa, Lo kenapa?" Tanya Alden saat sudah berhasil mengejar Salsa.


"Gapapa" jawab Salsa singkat dan datar.


"Salsa kenapa ya?" Batin Naira


"Nih buat Lo" ucap Alden memberikan coklat pada Salsa.


"Gak usah sok romantis!" Ucap Salsa langsung menghempaskan tangan Alden sehingga coklatnya jatuh kelantai.


Semua orang ternganga dengan sikap Salsa yang terbilang aneh hari ini. Jika sebelumnya Salsa terlihat mesra dan romantis dengan Alden, namun hari ini ia melakukan kebalikannya.


"Sa Lo kenapa sih?" Alden terheran-heran dengan sikap Salsa yang tak biasa.


"Sa, Lo sebenarnya kenapa sih?" Tanya Rayna heran.


"Lo lagi perang dunia sama Alden?" Tambah Dea yang sama sekali tak mendapat jawaban dari Salsa.


"Sa, plisss cerita sama gue, Lo kenapa?" Ucap Alden langsung menerobos masuk kedalam kelas.


"Gue udah tau semua kebusukan Lo! Jadi mulai sekarang Lo jauhin gue dan jangan pernah temuin gue lagi, gue muak liat muka Lo!" Cecar Salsa dengan nafas menggebu.


"Maksud Lo?" Tanya Alden tak mengerti.


"Gue kira Lo tulus, ternyata modus!" Cibir Salsa dan langsung berlari keluar kelas meninggalkan Alden dan sahabatnya disana.

__ADS_1


Brukk.


Salsa bertabrakan dengan Andri di koridor sekolah.


"Sa, are you okay?" Tanya Andri membantu Salsa berdiri.


"Gapapa" ucap Salsa membersihkan bajunya.


Tes.


Setetes air mata luruh dipelupuk matanya. Membuat Andri bingung.


"Sa, Lo kenapa? Ada yang sakit?" Ucap Andri memeriksa keadaan Salsa.


"Gapapa Ndri, gue baik baik aja" jawab Salsa.


"Terus kenapa Lo nangis?" Tanya Andri.


"Hiks... Hiks... Hiks..." Tangis Salsa semakin pecah kala teringat kembali dengan Alden dan wanita malam tadi.


"Sa, Lo kenapa? Jangan buat gue bingung" ucap Andri dan menghapus air mata Salsa.


"Alden Ndri, hiks..." Isak Salsa menutup mukanya dengan kedua tangannya.


"Kenapa lagi dia? Apa dia nyakitin Lo? Bilang sama gue" tanya Andri dan langsung memeluk Salsa mengelus punggungnya.


"Ndri, boleh Lo temenin gue ke kantin?" Tanya Salsa mengalihkan pembicaraan, ia tak ingin mengingat Alden lagi.


"Baiklah, let's go" ajak Andri dan menggandeng tangan Salsa.

__ADS_1


"Semoga gue bisa gatiin Alden dihati Lo Sa" batin Andri penuh harap.


__ADS_2