
Sesuai yang dijanjikan Miko, kini malam harinya Miko datang kerumah Naira, dengan pakaian pakaian rapi dan rambut yang sudah ditata sedemikian rupa, membuat Miko sangat tampan pada malam hari ini.
Tok... Tok... Tok...
Ceklek.
"Miko kamu sudah datang" ucap Naira tersenyum.
Miko terpaku ditempatnya, ia melihat penampilan Naira sangat cantik malam ini, dengan menggunakan baju berwarna merah diatas lutut, serta make up yang menambah kesan cantiknya dan tak lupa rambut yang ditata membuat Naira bak putri kerajaan sekarang ini.
"Ayo masuk!" Ajak Naira membuyarkan lamunan Miko.
"Eh iya..." Jawab Miko dan melangkah masuk kedalam.
Terlihat keluarga sedang berkumpul diruang tamu, Miko jadi merasa canggung.
"Mau kemana kalian?" Tanya mama Novi melihat penampilan Naira dan Miko yang sudah rapi.
"Jalan dong mah" jawab Naira santai, sementara Miko hanya tersenyum kaku.
"Siapa dia? Teman kamu?" Tanya papa Nevan melihat Miko.
"Dia----"
"Saya Miko om, Tante" ucap Miko mengulurkan tangannya pada kedua orangtua Naira.
"Dan saya adalah kekasih Naira" lanjut Miko dengan mengumpulkan segala keberaniannya.
"Kekasih?" Ucap Vino menautkan alisnya, yang hanya dibalas anggukan kepala dari Miko.
"Kapan kalian pacaran?" Tanya Vino.
"Tadi disekolah" jawab Naira masih dengan santainya.
__ADS_1
Vino menatap intens Miko dari atas sampai bawah. Miko yang mendapatkan tatapan seperti itu nampak gugup dan salting.
"Yasudah kalian pergi saja, tapi ingat jangan malam malam ya" ucap papa Nevan lembut.
"Baik pah" ucap Naira.
"Miko, kamu jaga putriku" tutur mama Indri tersenyum pada Miko.
"Pasti Tante, kalau gitu kami berangkat assalamualaikum" ucap Miko sopan.
"Waalaikumsalam" jawab mereka semua.
Miko dan Naira pun langsung menuju mobilnya.
"Mah, pah, apa mama yakin membiarkan Naira pacaran?" Tanya Vino.
"Selagi itu tidak menganggu konsentrasi Naira dalam belajar dan tidak melampaui batas, mama percaya" ucap mama Indri.
"Lagian adik kamu itu sudah dewasa, biarkan dia menikmati dunianya, tugas kita hanya memantau semua yang dilakukannya" lanjut papa Nevan.
"Mah!" Ucap Vino tak terima.
*************************
Mobil yang dikendarai Miko pun sampai disebuah tempat.
"Mik, kenapa kita kesini? Dan kok gelap?" Tanya Naira yang melihat sekeliling gelap.
"Kamu jangan khawatir, ada aku disini" ucap Miko dan membukakan pintu mobil untuk Naira.
"Sekarang kamu tutup mata" suruh Miko.
"Kenapa memangnya?" Tanya Naira dan tanpa berlama-lama Miko sendiri yang menutup mata Naira dengan tangannya.
__ADS_1
"Sekarang jalan ya, pelan pelan aja" ucap Miko dan merekapun mulai berjalan.
"Sebenarnya kita mau kemana sih, kok pake ditutup segala" tanya Naira penasaran.
"Nanti kamu juga akan tau" ucap Miko tersenyum.
Setelah tiba ditempatnya, Miko pun melepaskan tangannya pada Naira.
Naira takjub dengan apa yang dilihatnya, Miko membuatkan dinner romantis untuknya, dengan hiasan lilin dan bunga membuat kesan semakin romantis disana.
"Mik, Lo nyiapin semua ini?" Tanya Naira tak percaya.
"Iya, khusus untukmu" jawab Miko tersenyum dan mengandeng tangan Naira untuk menuju meja makan.
"Kamu romantis banget sih" ucap Naira mencubit gemas pipi Miko.
"Buat kamu apa sih yang enggak?" Ujar Miko yang tak henti-hentinya menampilkan senyum tampannya.
Seorang pelayan datang mengantarkan makanan dan minuman untuk mereka.
"Silahkan dinikmati" ucap pelayan itu meletakkan nampan didepan mereka.
"Terimakasih" ucap Miko.
"Sama sama tuan, saya permisi" ucapnya dan segera pergi dari sana.
"Sumpah sih, gue gak pernah diperlakukan seperti ini sebelumnya. Gue merasa seperti seorang putri" ucap Naira.
"Kamu memang seorang putri dihatiku" ujar Miko membelai rambut indah Naira.
"Dan kayanya kamu sering lupa, kita sudah sepakat untuk memanggil dengan aku-kamu bukan Lo-gue lagi, oke..." Lanjut Miko memperingatkan.
__ADS_1
"Hehehe maaf lupa" ucap Naira menyengir kuda.
"Ayo makan" ajak Miko dan merekapun makan malam romantis disini.