Sahabat Somplak Mencari Jodoh

Sahabat Somplak Mencari Jodoh
Calon mantu


__ADS_3

...Pulang sekolah...


Drrrttt.... Drrttt... Drrttt...


Bunyi ponsel Chiko berdering, tertera nama mamanya disana.


"Kenapa mah?" tanya Chiko to the point.


"Kamu gak lupa kan apa yang mama bilang semalem?"


"Semalem??"


"Kamu mau bawa pacar kamu kesini? So... mama tunggu"


Tut.. Tut.. Tut..


"Mama!"


"Haiss kebiasaan deh" gerutu Chiko.


"Gue mau bawa siapa coba? udah terlanjur bo'ong lagi" Chiko menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Tak berapa lama Dea muncul menghampiri Chiko.


"Gue sama Rayna yah, gak usah tungguin gue"


"Lo bareng gue" ucap Chiko menarik tangan Dea.


"Eh apa apaan sih tiang listrik! lepasin gak!" pekik Dea terkejut.


"Berangkat bareng gue, pulang juga bareng gue"


"Tapi gak usah narik narik juga kali! kesannya lo kek Pysicopat aje!" sungut Dea kesal.


"Bentar gue telpon Rayna dulu"


Drtt... Drrtt...


"Lo dimana sih? katanya mau pulang bareng?" tanya Rayna di seberang sana


"Ray, gue pulang bareng tiang listrik yah, byee"


Tutt... Tut...


"Haiss, yasudahlah itung itung mereka pdkt hihihi" Ucap Rayna cekikikan.


***


"Loh, ini bukan arah rumah gue dodol!" Ucap Dea ketika mereka melintasi jalan asing.


"Emang bukan" jawab Chiko santai.

__ADS_1


"Terus lo mau bawa gue kemana?"


"Jangan bilang lo mau nyulik gue?" tuduh Dea.


"Apa untungnya gue nyulik lo!"


"Ya terus kita mau kemana? jangan aneh aneh deh" Kesal Dea.


"Lo diem aja bisa gak?"


"Gak!"


'Nih anak terbuat dari apasih? nyebelinnya sampe ke ubun ubun' batin Chiko.


Mobil Chiko telah sampai di sebuah rumah yang terbilang cukup besar.


"Ini rumah siapa?" Tanya Dea setelah turun mobil.


"Rumah gue"


"Hah? ngapain lo ngajak gue kerumah lo?"


"Gak usah banyak tanya, ayo" Chiko menggandeng tangan Dea masuk kedalam rumahnya.


'kok firasat gue gak enak ya?' batin Dea.


"Assalamu'alaikum mama" Ucap Chiko ketika masuk kedalam rumah.


"Woahh jadi ini pacar kamu?"


"Hah? pa-pacar?" Ucap Dea terbata.


"Iya mah" Jawab Chiko sambil mengkode Dea.


'Apa apaan ini? tiang listrik keknya sengaja kerjain gue, liat aja nanti!'


"Cantik banget, jadi kamu anaknya Riska?" tanya mama Chintya.


"Tante kenal sama mama saya?"


"Kenal dong, mama kamu sahabat baik tante"


"Ayo duduk dulu" ucap mama Chintya mempersilahkan. dan mereka menurut duduk di sofa ruang tamu.


"Bentar ya, saya ambilin minum"


Setelah mama Chintya pergi kedapur, Dea langsung melemparkan tatapan devil kepada Chiko.


"Kenapa?" tanya Chiko dengan wajah watados (wajah tanpa dosa)


"Maksud lo apaan ngaku ngaku jadi pacar gue?"

__ADS_1


"Ayolah, lo kompromi dikit napa sih? gue udah sering bantu lo, dan sekarang giliran lo bantu gue"


"Ya tapi gak gini juga kali!"


Chiko hanya mengedikkan bahunya.


"Lo tau kan apa yang akan terjadi bila ini sampai ke telinga orangtua gue?"


"Ya tinggal ngomong aja kalau kita pacaran" jawab Chiko santai.


"Enak banget yak lo ngomong!"


"Ya gue akui sih gue emang cantik dan banyak yang ngejar ngejar, tapi gak kaya gini juga caranya!" ucap Dea mendengus kesal.


'jiwa narsisnya kumat lagi' batin Chiko.


"Ini minumnya" ucap mama Chintya membawa nampan berisi jus jeruk dan camilan manis.


"Makasih tante, seharusnya gak usah repot repot" Ucap Dea tak enak.


"Buat calon mantu apa sih yang enggak" goda mama Chintya dan duduk disebelah Dea.


'Njirr calon mantu' Batin Dea menelan salivanya.


"Siapa nama kamu nak" tanya mama Chintya.


"Dea tan"


"Oh Dea ya, kamu udah lama pacaran sama Chiko?"


"Hah?"


"Udah sebulan ini mah" jawab Chiko cepat.


'Apa apaan sih tiang listrik!' umpat Dea dalam hati.


"Tante senang akhirnya Chiko punya pacar juga. Tante kira dia bakal jadi perjaka tua" Ucap Chintya melirik anaknya.


"Mah!"


'Ppfftt... perjaka tua bestie' batin Dea terkikik geli.


.


.


.


.


Like nya dong, kok makin hari makin sepi yah author jadi cedihh 😭 Padahal udah usaha buat nulis cerita se menarik mungkin, tapi tetep aja like nya kurang 😥😥

__ADS_1


__ADS_2