Sahabat Somplak Mencari Jodoh

Sahabat Somplak Mencari Jodoh
Bersama lagi


__ADS_3

Semua orang disana tak kuasa lagi menahan air matanya melihat rekaman video Daffin yang barusan mereka tonton.


"Hiks... hiks... Nak... " isak Linda yang terus mengingat putra sulungnya.


"Tan, kalau Naira boleh tau. apa yang menyebabkan kak Daffin sampai meninggal?" tanya Naira hati hati.


"Daffin mengidap penyakit kanker yang sudah masuk stadium akhir" lirih Linda.


Naira sampai menutup mulutnya tak percaya, bagaimana bisa ia tak mengetahui soal itu.


"Mik.... " panggil Naira pelan.


Miko menoleh kearah Naira seakan mengatakan 'apa?'


Naira menarik nafas dan mengeluarkannya perlahan.


"Kemarin, kak Daffin sempat bilang sama gue. Semua yang didunia ini pasti memiliki ujian dan untuk lolos dari ujian itu, kita harus berusaha dan berjuang bersama sama. Dan kak Daffin juga sempat bilang sama gue, kalau kita harus berjuang bersama sama untuk memperbaiki hubungan kita" ucap Naira menjelaskan.


"Tapi kalau seandainya lo gak mau. Gue gak akan maksa. Semua keputusan ada pada tangan lo" lanjut Naira lirih.


"Maksudnya?" tanya mama Linda masih belum mengerti.


"Kalau tante masih bingung, tante bisa langsung tanya sendiri pada Miko. kalau sama Naira, Naira takut salah bicara" jawab Naira.


Suasana menjadi hening setelah Naira mengatakan itu. Ia sendiri pun juga merutuki kebodohannya, bisa bisanya ia menjelaskan tentang hubungannya dengan Miko yang terbilang tidak baik baik saja.

__ADS_1


"Maaf tante, om, kalau Naira salah bicara" ucap Naira yang merasa tak enak.


"Gapapa kok" jawab Linda berusaha memaklumi.


"Emm.... yaudah kalau gitu Naira pamit pulang ya tan, om" pamit Naira berdiri dari duduknya.


"Tunggu Nai" ucap Miko buka suara. Membuat Naira mengurungkan niatnya.


"Kenapa Mik?" tanya Naira.


"Bang Daffin benar, kita harus berjuang bersama sama demi hubungan kita. Dan gue akan berusaha memperbaiki semuanya. Lo mau kan berjuang bersama gue?" tanya Miko berdiri di depan Naira. Sedangkan Naira masih tak percaya dengan apa yang diucapkan Miko barusan.


"Mah, pah, Kalian setuju kan kalau Miko bersama lagu sama Naira?" tanya Miko pada kedua orang tuanya.


"Setuju banget" sahut Linda cepat.


"Jadi gimana?" tanya Miko pada Naira.


"Hah? gimana apanya?" ucap Naira yang sedikit ngeleg.


"Kamu mau kan berjuang bersama aku demi mempertahankan hubungan kita?" tanya Miko yang kini sudah memakai bahasa aku kamu.


Naira terdiam sejenak, ia berusaha mempertimbangkan tawaran Miko. Disatu sisi Naira sangat ingin bersama lagi dengan Miko. Tapi disisi lain Naira juga harus memastikan apakah benar Miko akan bertunangan dengan Kania, atau memang berita itu hanya hoaks semata.


"Mik, sebelum gue menjawab pertanyaan lo. Lo. jawab dulu pertanyaan gue" ucap Naira.

__ADS_1


"Apa?" tanya Miko penasaran.


"Apa bener lo mau tunangan sama Kania?" lanjut Naira menatap intens wajah Miko.


"Hah tunangan??" ucap Linda dan Daniel bersamaan.


"Mah.. pah.. dengerin Miko dulu" ucap Miko.


"Berita yang disebarkan Kania itu memang murni hoaks semata. Itu hanya karangan dia saja, kamu tau kan dari dulu Kania sangat terobsesi sama aku. Nah mungkin itu adalah salah satu cara dia buat misahin kita" jelas Miko.


"Lalu kenapa lo deket banget sama dia? jangan bilang lo pacaran sama dia. karena gue gak mau dicap sebagai PHO" Ucap Naira dengan nada datar.


"Aku deket sama dia karena aku mau ngetes reaksi kamu Nai. Jujur aku juga pengen tau gimana perasaan kamu saat aku dekat dengan orang lain" jawab Miko lirih.


"Ngetes reaksi gue?" ucap Naira, yang dapat anggukan dari Miko.


"Jadi kamu bisa mengerti kan? semua kenyataan yang kamu liat selama ini gak bener" lanjut Miko.


"Ohh kirain kamu bakal tunangan tanpa minta restu dari mama sama papa" ucap Linda terkekeh.


"Apaan sih mah, orang Miko cintanya sama Naira" ucap Miko yang berhasil membuat Naira blushing.


"Jadi gimana Nai? kamu mau kan bersama lagi dengan aku?" tanya Miko menatap Naira.


Naira tampak berpikir sejenak, sebelum akhirnya mengangguk sebagai jawaban.

__ADS_1


"Yesss, makasih Nai" ucap Miko tersenyum lebar.


__ADS_2