Sahabat Somplak Mencari Jodoh

Sahabat Somplak Mencari Jodoh
Akhirnya diterima


__ADS_3

Keesokan harinya, Leon sudah sangat rapi daripada hari hari sebelumnya. Hari ini ia mau penampilan cool agar terlihat sempurna dimata Lucy.


"Kira kira ada yang kurang gak ya?" ucap Leon sambil memandang pantulan dirinya dicermin.


"Udah ganteng kok" sahut wanita paruh baya yang masih terlihat awet muda.


"Bunda ngagetin aja" Leon mengelus dadanya sembari terkekeh.


"Emang mau kemana sih?" tanya bunda Aurel yang tak lain adalah bunda Leon.


"Mau sekolah lah bund, emang mau kemana lagi?" jawab Leon.


"Tumben rapi amat. Biasanya rambut aja gak pernah kamu sisir" cibir bunda Aurel.


"Ihh bunda, yang positif dong kalau menilai anaknya" kesal Leon.


"Lagian kamu mau sekolah kaya mau ke pesta. Ada apa hem? tumben rapi rapi amat gini?" tanya bunda Aurel dengan tatapan menyelidik.


"Emang apa salahnya rapi kalau ke sekolah?" jawab Leon dan mengambil tas ranselnya.


"Leon berangkat ya bunda ku yang cantik. Byee" pamit Leon dan tak lupa mencium kedua pipi sang bunda. Sebelum akhirnya berangkat.


"Ck.. kenapa anak itu?" decak bunda Aurel.


****


Saat jam istirahat Naira mengajak Lucy untuk ke rooftop, Ya ini adalah salah satu usaha yang dilakukan Naira. Karena ia tahu kalau dengan Leon pasti Lucy akan menolak karena masih canggung.

__ADS_1


"Duhh Cy, kok gue tiba tiba kebelet ya. Gue ke toilet dulu ya" pamit Naira dan langsung beranjak tanpa menunggu jawaban Lucy.


"Ah elah baru juga dateng" sebal Lucy.


Bayangan saat Leon menembaknya kemarin masih teringat jelas didalam pikirannya, dan tanpa sadar ia menerbitkan senyumnya.


"Lucya Alana Agustina aku menunggu jawabanmu" ucap Leon tiba tiba datang.


"Loh Leon kamu disini?" kaget Lucy. Tapi tak dihiraukan Leon. Ia malah mendekat kearah Lucy. Dan berketuk lutut dihadapan gadis itu.


"Le-Leon... "


"Lucy kemarin aku sudah mengatakan perasaanku padamu. Aku tahu mungkin aku bukanlah laki laki idaman kamu. Tapi aku janji akan berusaha membahagiakanmu dan berusaha menjadi laki laki idamanmu. Aku sangat mencintaimu dan sekarang maukah kamu menjadi kekasihku?" ucap Leon begitu tegas.


Jantung Lucy berdegup kencang, entah mengapa hatinya mendadak berbunga bunga mendengar penuturan Leon barusan. Kalau boleh jujur Lucy pun menyukai Leon. Tapi ia tak tahu itu rasa cinta atau bukan. Yang pasti ia merasa nyaman saat bersama Leon dan merasa hangat ketika melihat senyum laki laki itu.


"Ya, aku mau" jawab Lucy tersenyum. Membuat Leon mengembangkan senyumnya dan langsung memakaikan kalung itu ke leher Lucy.


"No! apapun untukmu baby" jawab Leon dan langsung membawa Lucy kedalam pelukannya.


Wajah Lucy memerah saat Leon memanggilnya baby, entahlah apa ia yang mudah baper. Atau Leon yang sangat pintar menggodanya.


Lucy senang karena tak ada alasan lagi untuknya menolak Leon.


Flashback on.


Malam itu Lucy duduk termenung diteras rumahnya, sambil mengamati bintang bintang yang betkilau di langit. Ia masih terngiang-ngiang dengan ucapan Leon saat disekolah tadi. Disatu sisi Lucy ingin menerima Leon menjadi kekasihnya. Tapi disisi lain ia juga tak bisa membantah mamanya.

__ADS_1


"Sayang kok kamu disini? masuk yuk disini dingin" ajak Ningsih pada anaknya.


"Lucy masih mau disini mah" jawab Lucy.


"Kamu kenapa? kok daritadi mama perhatiin lesu mulu? lagi ada masalah?" tanya Ningsih.


"Mah, kalau seandainya Lucy punya pacar mama kecewa gak?" tanya Lucy lirih.


"Kok kamu nanyanya gitu? Ya enggak lah. Buat apa mama kecewa" jawab Ningsih membuat Lucy menatap mamanya intens.


"Tapi dulu mama bilang Lucy harus fokus dulu sama sekolah" ucap Lucy.


"Itu dulu sayang. Sekarang kamu boleh kok kalau mau pacaran. Apalagi sama teman kamu yang ganteng itu" ucap Ningsih tersenyum.


"Maksud mama Leon?" tanya Lucy, membuat Ningsih mengangguk.


"Dulu mama ngelarang kamu karena mama gak mau kamu salah pergaulan. Tapi mama sadar sekarang kamu gak mungkin salah pergaulan. Kamu udah gede dan bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Kalau semisal kamu punya pacar mama gak bakal ngelarang kok. Hanya saja kamu tetap harus fokus sama sekolah dan gak boleh malas malasan" nasehat Ningsih panjang lebar. Membuat sudut hati Lucy tersenyum.


Flashback off.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Author mau ngucapin selamat menunaikan ibadah puasa buat kalian semua. Semangat puasanya dan tetap semangat bacanya. Salam buat kalian semua muachh😘😘😘


__ADS_2