
Hari ini, adalah hari dimana SMA gemilang akan mengadakan camping sekolah.
"Apa kalian sudah siap anak anak?" Tanya pak Bani.
"Siap pak!" Jawab semua serempak.
"Kalian masuklah bis, ingat beraturan ya jangan saling dorong. laki laki disana (menunjuk bis pertama) dan perempuan disana (menunjuk bis kedua)" jelas pak Bani.
"Baik pak" ucap mereka dan masuk bis secara beraturan.
Dua bis itu mulai berlalu meninggalkan perkarangan kampus.
"Anak anak ingat kalian jangan berpencar ya, tetap bersama" ucap Bu Reni.
"Baik Bu" ucap mereka, yang ada di bis para perempuan.
*************************
Setelah sekitar 2 jam, mereka sampai di lokasi camping.
"Anak anak silahkan turun! Ingat beraturan!" Tegas pak Bani.
Merekapun turun satu persatu.
"Sebelum mulai kegiatan hari ini, sebaiknya kita memasang tenda dulu" ucap Bu Reni memberi arahan.
"Baik Bu" ucap mereka semua.
"Ada yang tidak tau cara memasang tenda?" Tanya pak Bani membuat semua siswa menjawab 'Tidak'.
"Baiklah, kita bagi kelompok dulu" ucap pak Bani.
"Kelompok pertama Miko, Leon, Putra, Andri, dan Chiko" ucap pak Bani.
"Kelompok kedua Naira, Lucy, Rayna, Salsa, dan Dea" jelas Bu Reni.
__ADS_1
"Kelompok ketiga, intan, ayu, Silvi, Gita, dan Endy" ucap pak Bani.
"Kelompok keempat, Yuni, Shara, Vita, Kasi, dan Pira" ucap pak Heni.
"Baiklah, kalian sudah dibagi kelompok, dan siapkan tenda kalian" ucap pak Bani.
"Baik pak!" Ucap mereka dan mulai mengambil peralatan.
"Ray, Lo pasang kayunya ya sama Lucy. Dan gue sama Naira akan memasang tendanya" ucap Salsa.
"Gue ngapain?" Tanya Dea.
"Lo tolongin kita aja" ucap Naira.
"Oke deh" ucap Dea.
"Eh liat tuh, Andri ganteng banget kalau kaya gitu" ucap Salsa melihat Andri yang sedang memasang tenda dengan keringat bercucuran dipelipisnya.
"Ya ampun Sa, mata Lo tolong dikondisikan!" Ucap Rayna.
"Masa kalian gak suka sih liat cowok-cowok ganteng?" Tanya Salsa.
"Aww..." Ringgis Salsa memegang kepalanya.
"Kalian tuh harus biasain liat cowok ganteng, ya kali aja status Jodi (jomblo abadi) kita hilang" ucap Salsa cekikikan.
"Lo aja yang Jodi" sahut Lucy tak terima dikatakan Jodi.
"Emang Lo punya pacar?" Tanya Naira.
"Enggak!" Jawab Lucy cepat.
"Kita jomblo bukan selamanya" jelas Lucy.
"Nah makanya ikuti saran gue tadi" ucap Salsa membuat orang disana berdecak.
__ADS_1
"Nemu dimana sih gue sahabat kaya Lo" ujar Rayna.
"Emang gue barang pake nemu segala" jawab Salsa tak terima.
"Iya Lo emang barang. Barang antik hahaha" ucap Naira tertawa lepas.
"Hahaha bener tuh" timpal Dea juga tertawa.
"OMG kalian bisa gak sih kalau ngomong sopanan dikit sama cewek secantik gue!" Ucap Salsa penuh percaya diri.
"Cih... Kepedean Lo!" Sahut Lucy berdecih.
"Biarin! Gue emang cantik kok" ucap Salsa kekeuh.
"Serah deh...." Ucap Lucy mengalah.
"Anak anak sudah belum?" Tanya Bu Reni menghampiri mereka.
"Belum Bu" ucap Rayna menyengir.
"Gara gara Salsa nih Bu" ucap Naira menyalahkan sahabatnya.
"Lah kok gue?" Ucap Salsa tak terima.
"Ck... kalian ini" ucap Bu Reni menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak muridnya.
"Bu, harus ibu tau ya bahwa anak murid ibu yang bernama Salsabila Alya Putri narsisnya tingkat dewa" jelas Naira menahan tawa.
"Iya Bu, dia terlalu kepedean" timpal Lucy.
"Apa akibatnya sih Bu kalau orang yang terlalu percaya diri? Contohnya kaya Salsa" tambah Dea.
"Apa dia akan masuk RSJ?" Tanya Rayna.
"Astaga banyak sekali pertanyaan kalian!" Ucapan Bu Reni pusing mendengarkan pertanyaan tak bermutu dari muridnya.
__ADS_1
"Tau nih Bu!" Ucap Salsa mendengus kesal.
"Sudah sudah jangan banyak bicara. Cepat selesaikan tugas kalian" suruh Bu Reni dan berlalu pergi meninggalkan mereka.