
Mereka sekarang telah berkumpul dikamar Lucy untuk berkaraoke.
Lucy mulai menyetel salon dan mengambil mix.
"Mau lagu apa nih?" Tanya Lucy mengecek hp nya.
"Ini aja" ucap Salsa menunjuk satu lagu berjudul "Kepompong" (ada yang tau?)
πΆπΆπΆ
Dulu kita sahabat
Teman begitu hangat
Mengalahkan sinar mentari
Dulu kita sahabat
Berteman bagai ulat
Berharap jadi kupu-kupu
Kini kita melangkah berjauh jauhan
Kau jauhi ku karena sesuatu
Mungkin ku terlalu bertindak kejauhan
Namun itu karena ku sayang
Persahabatan bagai kepompong
mengubah ulat menjadi kupu-kupu
Persahabatan bagai kepompong
Hal yang tak mudah berubah jadi indah
Persahabatan bagai kepompong
__ADS_1
Maklumi teman hadapi perbedaan
Na... Na... Na... Na...
Na... Na... Na... Na...
Na... Na... Na... Na...
Suara mereka memenuhi isi ruangan, bahkan sampai terdengar dilantai bawah.
"Mah, ada apa diatas?" Tanya Ardi yang baru pulang dari kantor.
"Anak anak karaokean" jawab Ningsih.
"Mereka nginep disini?" Tanya Ardi lagi.
"Iya pah" jawab Ningsih dan mengambil alih tas Ardi.
*************************
"Seru juga ya" ucap Naira tersenyum.
"Nah itu baru seru" sahut Dea antusias.
"Bentar gue ambil cemilan dulu" ucap Lucy dan beranjak pergi kedapur.
"Eh ada kakak ipar" sapa Lucy saat melihat Marvin sang kekasih Silvy.
"Hay adik ipar" Marvin tersenyum.
"Kak Silvy mana? Kok kak Marvin sendiri disini?" Tanya Lucy.
"Kakak kamu lagi kebelakang sebentar" jawab Marvin.
"Ada apaan diatas? Kok kakak denger berisik banget?" Tanya Marvin.
"Biasa karaokean kak mumpung malam minggu hihihi" jawab Lucy cekikikan dan berlalu kedapur.
Setelah selesai mendapatkan apa yang dibutuhkan, Lucy kembali kekamarnya.
__ADS_1
"Vin, ayo gue udah siap" ajak Silvy.
"Oke, let's go" ujar Marvin mengandeng tangan Silvy. Dan jangan ditanyakan lagi mau kemana mereka, sudah pasti menghabiskan malam mingguan bersama.
"Nih drakor terbaru gue" ucap Lucy menunjukkan sebuah kaset.
"Woaahh Cha Eun Woo ya, asyik nih" ucap Rayna berbinar. Pasalnya Rayna sangat mengidolakan sosok artis Korea Selatan itu.
"Ah elah Lo kaya liat apa aja" sahut Dea.
"Calon jodoh lah" ucap Rayna tersenyum.
"Dihh kalau mimpi jangan ketinggian, ntar jatuh kebawah bukan keatas" ucap Naira.
"Emang ada orang jatuh keatas?" Tanya Lucy heran.
"Udah deh, cepet putar filmnya, gue udah gak sabar" ucap Rayna antusias.
"Ya ampun makin ganteng aja calon jodoh gue" ucap Rayna saat film telah diputar.
"Astaga nih anak habis obat apa?" Sahut Dea menggelengkan kepalanya.
"Atau jangan-jangan abis kepentok pintu kali" sambung Salsa tertawa.
"Sssttt kalian diem, gue gak denger kan apa yang jodoh gue bilang" ucap Rayna dengan mata yang masih fokus menonton.
"Woyy sadar! Lo sama dia tuh bagaikan langit sama bumi" ucap Lucy melihat tingkah Rayna.
"Iya, gak mungkin bisa bersatu hahaha" sambung Naira tertawa lepas.
"Udah deh berisik, namanya jodoh itu gak terduga kan?" sahut Rayna memasukkan keripik kentang kedalam mulutnya.
"Jodoh Lo tuh tukang ojol" ucap Dea membuat mereka tertawa.
"Enak aja! Masa cewek secantik gue dijodohin sama akang ojol. Iihhh amit amit deh" ucap Rayna bergedik ngeri.
"Kayanya Lo udah ketularan si Salsa deh" ucap Lucy.
"Iya, narsis Lo tingkat dewa" sambung Naira yang membuat Rayna melototkan matanya.
__ADS_1