Sang Dewa Perang

Sang Dewa Perang
Bab 105


__ADS_3

Keesokan paginya, Thomas terbangun oleh nada dering telepon yang berisik. Dia dengan hati-hati turun dari tempat tidur, berusaha untuk tidak membangunkan Emma. Kemudian, dia mengambil ponselnya dan meninggalkan ruangan.


"Halo, Paman Ben, ini masih pagi sekali. Ada apa?"


"Tuan Muda, silakan datang ke perusahaan. Saya ingin menunjukkan kepada Tuan hasil penelitian terbaru!"


Thomas tersenyum pahit. Ben sudah tua, tetapi dia sangat bersemangat, terutama jika itu terkait dengan Shalom Technology. Dia bahkan akan sangat fokus pada pekerjaannya sehingga dia tidak repot-repot untuk tidur dan makan.


Thomas menutup telepon dan kemudian berganti pakaian. Dia bergegas ke Shalom Technology. Begitu dia masuk ke kantor, dia ditarik oleh Ben untuk masuk ke laboratorium. Ben menunjuk produk yang terlihat seperti kursi roda, dan berkata, "Tuan Muda, lihat ini."


Thomas mengamatinya dan bertanya, "Ini.. kursi roda?"


"Tuan salah. Ini adalah produk teknologi era baru. Ini adalah 'booster."


"Booster'? Apa itu?"


Ben menjelaskan, "Ketika Tuan Muda Scott masih hidup, beliau fokus pada penelitian dan produksi 'booster'. Ini adalah peralatan yang dapat membantu pergerakan lansia dan meningkatkan kualitas hidup mereka.


"Singkatnya, alat ini dapat merangsang dan menganalisis kehidupan sehari-hari dan kebiasaan para lansia. Dari situ dapat diprediksi secara akurat apa yang ingin dilakukan lansia. Ketika Anda mengucapkan sebuah kata, kata itu bisa menjadi kalimat utuh. Ketika Anda bergerak, alat itu bisa membantu Anda terus menyelesaikan tugas berikutnya."


Thomas terkesan.

__ADS_1


"Apa itu berarti kau hanya perlu menggerakkan bibir dan jarimu, lalu makanan dan pakaian akan diantar? Plus, alat itu juga dapat membantumu mengatakan apa yang ingin kau katakan?"


"Itu benar, tetapi booster hanya dapat membantu orang tua melakukan tugas sehari-hari yang paling sederhana. Alat ini masih belum berfungsi untuk aktivitas yang sangat sulit itu."


Itu sebenarnya cukup.


Jika alat ini bisa membantu orang tua, yang hampir kehilangan kemampuan untuk bergerak dengan mengambilkan mereka secangkir air, mencuci muka, menyikat gigi, membantu mereka makan, dan membiarkan mereka mempertahankan gaya hidup normal mereka sehari-hari, itu sudah menjadi perbaikan besar saat ini.


Thomas tiba-tiba memikirkan sesuatu. Dia bertanya," Pada lansia yang menderita demensia, apakah booster masih bisa berfungsi normal?"


"Tentu saja." Ben berkata, "Ketika booster berurusan dengan lansia dengan demensia, ia memiliki mode operasi lain. Tinggal menyesuaikan pengaturannya untuk memungkinkan orang tua dengan demensia untuk berbicara dan bekerja sebaik mungkin."


"Ini luar biasa."


"Tidak masalah."


"Tunggu, aku masih tidak tahu cara mengoperasikannya...."


Ben menunjuk sesuatu berbentuk persegi di booster.


"Tuan bisa mendudukkan orang tua di atasnya, lalu hanya perlu sidik jari untuk menyalakannya. Booster akan bekerja dan membuat keputusan pada aspek lainnya. Saya akan menyetel sidik jari Tuan terlebih dahulu ke sidik jari yang akan saya kirimkan kepada Tuan. Setelah Tuan menerimanya, Tuan bisa mengubahnya atau menambahkan sidik jari orang lain."

__ADS_1


"Oke, itu sempurna."


Usai diskusi, Thomas meninggalkan Shalom Technology.


Begitu dia meninggalkan gedung, dia menerima telepon dari Emma.


"Halo, Eomma ...."


Sebelum dia menjawab, Emma berteriak padanya dari ujung telepon yang lain, "Thomas Mayo, apa kau ini seorang pria? Kau tidur seperti kayu tadi malam, tetapi kau baru saja lari pagi-pagi setelah tidur denganku? Pergi dan mati saja kau ini!"


Tut!


Emma menutup telepon.


Wanita memiliki temperamen mereka sendiri. Tidak peduli seberapa bijaksana dan lembut seorang wanita, dia akan memarahi orang ketika dia tidak bahagia. Meski begitu, Thomas tidak mengerti mengapa Emma kesal. Apakah yang dia lakukan salah?


Namun, terkadang ketika kau tidak melakukan apa-apa, itu juga sebenarnya sebuah kesalahan.


Sepertinya dia tidak melakukan kesalahan, kan?


Bersambung.....

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2