Sang Dewa Perang

Sang Dewa Perang
Bab 232


__ADS_3

Setelah Anna melakukan pengaturan dan bernegoisasi, film web "It's Always Been You", yang diterbitkan dan dirilis oleh Hiburan Seni Budaya Peringatan Scott, disiarkan di Slowy. Di beranda, film itu berada di rekomendasi teratas beranda, proses pemutaran video dan pada push notifikasi. Film itu masuk rekomendasi dari semua sudut situs web.


Selama kau berselancar dengan Slowly, kau akan dapat melihat film web terlepas dari apa yang kau tonton.


Selain itu, melalui pemasaran komersial lewat Dewa Pisau, sekelompok besar penggemarnya mencoba menonton film web normal yang tidak dibintangi oleh selebriti mana pun.


Hiburan Seni Budaya Peringatan Scott juga terus mempromosikan film tersebut di tiga platform siaran langsung teratas, yakni Panda, Lion Teeth, dan War Horse. Cara ini, ternyata, mengimpor banyak lalu lintas penonton ke Slowy. Meski begitu, "It's Always Been You" belum menjadi terkenal.


Sebaliknya, "Knowing a Woman's Heart Best", film web yang dibintangi Rowena, telah menjadi film top sesaat setelah dirilis. Sekelompok besar orang rumahan mengkliknya dan menontonnya juga.


Orang-orang yang tidak tahu Rowena tidak tahan untuk tidak mengklik film dan menontonnya juga setelah mereka melihat gambar seksi di rekomendasi. Si pemenang pun langsung terlihat!


Dalam hal dampak di hari pertama, "Knowing a Woman's Herat Best" benar-benar menang.


Di gedung kantor Peringatan Scott.


Thomas bersandar di sofa sambil mengamati pertumbuhan data di Slowy. Anna mondar-mandir di dalam rumah. Dia terus menghela napas karena dia merasa sangat kesal. Dia dengan cemas berkata, "Film web biasanya bergantung pada beberapa hari pertama pemutarannya, dampak utamanya ada di hari pertama.. Pada akhirnya, kita gagal di hari pertama. Sekali kita gagal, pada dasarnya kita tidak mungkin membalikkan keadaan.


"Tidak apa-apa jika kita menderita kerugian. Biaya investasi $10.000.000 bukan apa-apa. Masalahnya adalah bahwa lalu lintas impor kita benar- benar tidak hemat biaya."

__ADS_1


"Selain itu, kita bahkan membayar banyak untuk memasang film di berita utama dan para influencer. Uang itu telah digunakan dengan sia-sia."


Semakin dia berbicara, semakin dia merasa kesal. Ini adalah kali pertama Anna merasa cemas. Namun, Thomas masih tetap tenang, dan dia dengan santai berkata, "Tidak ada selebriti di film kita dan kita bahkan merilisnya di Slowy, platform yang memiliki lalu lintas normal. Bukankah sudah pasti kita akan gagal di hari pertama? Apa yang bisa kita khawatirkan?"


Dampak di hari pertama ini sudah Thomas duga.


Anna bertanya, "Apa rencanamu selanjutnya?"


"Tunggu saja."


"Apa yang kau tunggu?"


"Menunggu ulasan perbaikan. Anna, kau harus ingat untuk tidak membiarkan para influencer itu melakukan apa pun. Tiga hari kemudian, biarkan mereka mempublikasikan ulasan mereka secara perlahan. Ingat, kalau itu bukan iklan. Itu hanya ulasan mereka tentang film. Mereka harus mengomentari kekuatan dan kelemahan dengan persentase 70% untuk pro dan 30% pada kontra. Kelemahannya harus tidak relevan. Apa kau mengerti?"


"Pak Mayo, kau bersiap untuk membuat para influencer memimpin dan mempromosikan film karena lalu lintas kita tidak memenuhi standar."


"Pintar."


Anna mengangguk. "Hanya itu yang bisa kita lakukan sekarang. Apakah itu akan berhasil atau tidak, kita harus mencoba dan melihat."

__ADS_1


Dia segera pergi dan meminta seseorang untuk menanganinya.


Di sisi lain, di ruang direktur Hegemony Entertainment.


Soren menyilangkan kakinya sambil memegang segelas anggur merah di tangannya. Dia sedang mencicipi anggur yang enak.


Rowena memegang bahu Soren sementara dia menyandarkan kepalanya di dada lelaki itu. Mereka berdua sedang melihat layar komputer dan merasa sangat bahagia.


"Rowena, kau cukup berpengaruh."


"Ha ha! Aku tidak melakukan apa-apa. Itu semua karena kemampuan syutingmu yang canggih sehingga semua orang mau menonton filmnya."


Soren tertawa terbahak-bahak. "Setelah bersaing langsung dengan Hiburan Seni Budaya Peringatan Scott hari ini, kita benar-benar menang."


Rowena dengan bangga berkata, "Tentu saja. Hegemony Entertainment memiliki bos yang dapat diandalkan seperti Tuan Cedar dan sutradara yang sangat baik sepertimu. Bagaimana mungkin Hiburan Seni Budaya Peringatan Scott bisa bersaing? Aku pikir Thomas Mayo pasti diam diam menangis di toilet sekarang. Ha ha!"


Keduanya berbicara sambil tertawa. Akhirnya mereka berpelukan dan berciuman.


Situasi itu berlangsung selama dua hari berturut-turut dan selama dua hari itu, film "Knowing a woman's Heart Best memiliki jumlah penayangan yang sangat tinggi. Namun, dua hal yang sangat aneh terjadi.

__ADS_1


Bersambung.....


Sekian terima kasih.....


__ADS_2