Sang Dewa Perang

Sang Dewa Perang
Bab 468


__ADS_3

Wajah Larry seburuk hati babi. Sebelumnya pria ini memandang rendah Matthew, bersumpah jika dia akan mengalahkannya dalam perlombaan, tetapi apa yang terjadi?


Mereka telah mengepel lantai dengan wajahnya!


Itu sungguh memalukan.


Dan terutama setelah mempermalukan dirinya di depan Maya, Larry merasa ingin mati di tempat.


Maya juga amat canggung.


Taruhan tetaplah taruhan, jadi dia seharusnya menelepon ayahnya dan menyuruhnya datang, tetapi jika dia benar benar melakukannya, martabat tim balap Ferrari akan hancur!


Tapi apa jadinya jika dia tidak menelepon?


Sebuah tim balap yang tidak menepati janji akan menjadi bahan tertawaan semua pembalap di seluruh dunia balap.


Dengan susah payah, Maya mengeluarkan ponselnya dan dengan enggan membuka log panggilannya. Larry, yang berada di sampingnya, tidak dapat mengucapkan sepatah kata pun karena pria inilah yang menyebabkan semua ini terjadi, oleh sebab keterampilannya yang tidak kompeten.


Ah!!!


Saat Maya hendak menelepon, sebuah tangan kuat mendorong ponselnya ke bawah.


"Hah?"


Maya mendongak, dan baru saat itulah dia menyadari jika Thomas yang mendorong ponselnya ke bawah.


Thomas tersenyum dan berkata, "Tidak perlu menelepon."


Tidak perlu?

__ADS_1


Bukankah kalau begitu mereka akan melanggar janji mereka?


"Apa yang ada di otak babimu? Hal terpenting bagi seorang pembalap adalah menepati janjinya!" Larry menggeram kejam.


Thomas tersenyum.


Dia melirik ke arah Matthew dan berkata dengan tenang, "Bagaimana kalau kau dan aku bersaing satu putaran? Kalau aku menang, kita lupakan ini, tapi kalau kalah, aku siap membantu Anda."


Matthew melirik Thomas dari atas ke bawah dan bertanya, "Siapa kau?"


"Nama saya Thomas, dan saya anggota tim baru yang baru bergabung hari ini."


"Anggota tim baru?"


Matthew mendengus, "Kualifikasi apa yang dimiliki seorang pemula untuk menantangku? Bukankah aku bakal sibuk dari pagi sampai malam kalau ada sampah yang datang untuk menantangku dan aku menerimanya begitu saja? Enyah!"


"Oh?"


"Sebenarnya, kau tidak perlu berbicara dengan Pak Barlow. Berbicara denganku saja sudah cukup."


Matthew merasa geli, "Kenapa? Apa kau lebih hebat dari Edith Barlow?"


"Maksudku, Pak Barlow tidak bersalah. Hari itu, dia hanya menumpang di dalam mobil. Yang mengemudi dan menabrak Chad Granger adalah aku," Thomas berkata sambil menggelengkan kepalanya.


Seluruh kerumunan menjadi hening total.


Mata semua orang tertuju pada Thomas, dan ekspresi mereka semua terlihat terkejut.


Baru saat itulah Larry teringat jika pada saat Edith membawa Thomas, rasa gembira memenuhi mata pria itu, dan dia juga mengatakan jika Thomas telah mengalahkan Chad.

__ADS_1


Ternyata pelakunya adalah Thomas!


Larry berteriak dengan marah, "Dasar sampah, semua ini terjadi karenamu! Kau benar-benar memalukan bagi tim balap kami!"


"Membuat masalah tak terlalu buruk karena akan baik baik saja kalau kau bisa menyelesaikannya. Rasa malu yang sebenarnya adalah saat beberapa orang tidak kompeten tetapi masih menggonggong seperti anjing ketika mereka kalah," tambah Thomas dengan pelan.


"Berhenti omong kosong!"


Larry mengangkat lengannya dan bermaksud untuk meninju Thomas, tetapi dia dihentikan oleh Maya.


"Larry, apa kau tidak cukup malu?!" Maya berkata dengan wajah kaku.


Larry mengatupkan rahangnya dan mundur.


Matthew, di sisi lain, juga sangat marah. "Apa itu benar benar kau yang mengemudikan mobil?" Dia berkata dingin setelah menatap Thomas selama lebih dari sepuluh detik.


"Ya."


"Seorang pemula sepertimu, memiliki kemampuan seperti itu?"


"Kau salah berkata, aku jadi anggota baru tim balap karena aku punya kemampuan," jawab Thomas, bibirnya sedikit melengkung ke atas.


Matthew tidak bodoh, jadi dia langsung mengerti apa yang dimaksud oleh Thomas.


Bersambung.....


Jangan lupa like dan komen


Sekian terima kasih.....

__ADS_1


__ADS_2