Sang Dewa Perang

Sang Dewa Perang
Bab 21


__ADS_3

"Hmph! Aku tidak membual, bahkan direktur harus mendengarkanku. Dia harus mendengarkan apa pun yang aku katakan. Thomas, kau telah menyinggungku. Jangan berpikir kalau kau bisa pergi dalam keadaan hidup."


Thomas sedikit menggelengkan kepalanya, dan berkata, "Jadi, kau yang bertanggung jawab di Biro Konstruksi Perkotaan, ya?"


Tiba-tiba, Thomas menoleh ke arah kapal pesiar besar, dan bertanya, " Direktur Morpheus, apakah ini cara kerja di Biro Konstruksi Perkotaan?"


'Direktur Morpheus?"


Holland gemetar. Dia melirik kapal pesiar dan tidak melihat siapapun di sana. Dia tanpa sadar menghela


napas.


"Kau masih menggertakku, kan?! Aku pasti akan ...."


"Holland Jagger, ke sini!"


Suara parau terdengar dari arah kapal pesiar. Ketika Holland. mendengar suara itu, dia ketakutan setengah mati. Suara itu terlalu familier baginya. Itu adalah suara yang sama milik orang yang dia 'jilat' setiap hari sehingga dia bisa memamerkan dirinya di luar. Itu adalah suara Noah Morpheus, direktur Biro Konstruksi Perkotaan.


Seorang pria paruh baya berusia empat puluhan perlahan keluar dari kapal pesiar. Matanya tampak menyorotkan niat membunuh.


Noah telah menerima telepon dari panglima tiga distrik pagi-pagi sekali. Panglima telah mengatur agar dia menonton pertunjukan yang bagus dari kapal pesiar. Sebuah pertunjukan yang akan sepenuhnya diarahkan dan diperankan oleh orang -orang dari Biro Konstruksi Perkotaan.


Awalnya, Noah tidak tahu apa yang sedang terjadi. Dia dipaksa untuk naik kapal pesiar seperti yang diperintahkan oleh panglima.

__ADS_1


Baru setelah dia melihat kedatangan Holland, dan kata-kata mengerikan yang diucapkan olehnya, dia menjadi mengerti alasan mengapa panglima memintanya untuk datang di kapal pesiar hari ini.


"Holland Jagger, kau ternyata bisa berbicara dengan wewenang seperti itu, ya!"


"Bahkan aku juga harus mengindahkan kata-katamu, dan melakukan sesuai dengan apa yang kau katakan, kan?!"


"Jika demikian, mulai sekarang, kau mungkin juga jadi direktur!"


Holland sangat takut sehingga dia langsung berlutut di depan Noah. Dia gemetar ketakutan.


"Bukan itu masalahnya, Direktur Morpheus, saya hanya bicara omong kosong."


Dia menampar dirinya sendiri sekuat tenaga.


"Direktur Morpheus, tolong maafkan saya. Saya salah. Tentu saja, kaulah yang memutuskan segala hal di di Biro Konstruksi Perkotaan.


"Saya hanyalah anak buah. Saya tidak akan berani mengulanginya di masa depan."


Noah menyeringai, dan mengejek, " Sekarang kau baru berpikir kalau kau salah, ya?! Sudah terlambat. Sebelumnya, aku heran kenapa kau bersikeras untuk merekonstruksi sebidang tanah ini dalam waktu dua hari dan bahkan menyarankanku untuk mempercepat pembangunannya. Jadi, ternyata Darcy dan kau ini bersekongkol. Kalian berdua berencana memanfaatkan pembongkaran dan rekonstruksi persiapan untuk membalas dendam. Aku hampir percaya pada kebohonganmu dan menjadi bagian dari kalian!"


"Holland, kau benar-benar punya nyali untuk melakukan perbuatan seperti itu! Jika aku gagal mengurusmu hari ini, bagaimana aku akan menjelaskannya kepada atasanku? Bagaimana aku akan menjelaskan kepada warga? Ayo, tangkap bajingan itu sekarang!"


"Baik.

__ADS_1


Dalam sekejap, petugas polisi berseragam yang dibawa Noah bergegas maju dengan borgol. Mereka menekan Holland ke tanah dan memborgolnya.


Holland Jagger yang dulu sombong


runtuh hanya dalam beberapa menit.


Noah bergegas keluar dan memberi hormat kepada Thomas. Dia berkata, "Thomas, aku benar-benar minta maaf atas kejadian ini. Ketidakmampuanku dalam memimpin telah menciptakan sampah seperti dia di Biro Konstruksi Perkotaan. Aku benar benar minta maaf telah membuatmu tidaknyaman dalam upacara peringatan ini."


Thomas mengibaskan tangannya. Dia berkata, "Tidak apa-apa, Direktur Morpheus. Kau telah menebusnya dengan tidak berat sebelah dalam kasus ini."


Noah melanjutkan, "Aku akan pergi, kalau begitu. Tolong bantu aku menjelaskan kepada panglima kalau dia bertanya tentang hal ini."


"Pasti."


"Terima kasih."


Noah membalikkan badannya dan pergi dengan Holland yang diborgol dengan kawalan anak buahnya. Serigala berbulu domba itu sudah habis.


Thomas memandang Darcy dan berkata, "Sekarang giliranmu."


Bersambung.....


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2