Sang Dewa Perang

Sang Dewa Perang
Bab 510


__ADS_3

Begitu mereka bertemu, situasi menjadi begitu intens.


Ini juga pertama kalinya Richard merasakan aura kemarahan yang kuat dari Emma yang baik dan lembut. Dia tahu jika dia sudah menyinggung Emma kali ini.


Tapi, apa yang bisa Emma lakukan?


Bagaimanapun, wanita itu hanyalah seorang junior di keluarga Hill dan staf di Perusahaan Manufaktur Hill. Tidak peduli seberapa marahnya Emma, apa lagi yang bisa dia lakukan?


Richard menatap Emma dengan dingin. "Bagaimana tugas yang Kakek berikan kepadamu?"


Sebenarnya, pertanyaan ini sama sekali tidak berguna.


Menurut Richard, misi itu pasti gagal. Pertanyaan ini hanya basa-basi.


Richard sudah menyiapkan "naskah" untuk menghina Emma di depan orang-orang nanti. Dia akan memarahinya sampai Emma tidak akan mengangkat kepalanya dan menendang wanita itu dari keluarga Hill. Semuanya ada dalam rencana Richard.


Dia hanya menunggu Emma untuk mengatakan jika dia telah gagal.


Namun.....


Emma, acuh tak acuh berkata, "Stok sudah siap, dan sedang dikirim sekarang. Semua stoknya akan tiba sebelum jam delapan malam ini."


"Hah...."


Ekspresi Richard berubah drastis.


Kata-kata Emma menusuk hatinya seperti anak panah yang tajam, yang membuatnya tak tahan dan terasa menyakitkan.

__ADS_1


Apakah Emma melakukannya?


Bagaimana ini bisa terjadi?


Ini pasti bohong! Emma pasti berbohong!


"Emma, apa kau benar-benar menyelesaikannya?"


"Ini sangat penting. Tolong jangan mengolok-olokku."


Emma tersenyum. "Kenapa? Kakek, Kakek terlihat sangat tidak senang seolah-olah Kakek tidak mau aku menyelesaikan misi ini."


Ekspresi Richard berubah drastis. "Mana mungkin. Bagaimana kau bisa berpikir seperti itu tentang Kakek? Tapi, misi ini sangat sulit. Kau berhasil menyelesaikan misi, jadi Kakek pikir itu.... Mmm... Sedikit sulit dipercaya."


Jade berjalan mendekat.


Dia juga nampak terkejut. Secara teoritis, misi ini tidak mungkin untuk diselesaikan.


Ketika Emma mendengarnya, dia merasa lebih bergidik.


Karena saat Jade mengatakan hal tersebut, ini menyatakan bila dia memahami situasi di Glorious Sun dengan sangat jelas.


Sebelumnya, Emma masih punya sepercik harapan. Dia hanya berharap dirinya terlalu banyak berpikir dan kakeknya tak punya niatan untuk menyakitinya. Tetapi setelah Emma mendengar apa yang dikatakan Jade, dia benar-benar merasa putus asa.


Tidak ada kesedihan yang lebih buruk daripada perasaan putus asa.


Emma merasa sedih dan membenci perilaku rendahan dan tak tahu malu semacam ini dari keluarganya.

__ADS_1


Wanita itu dengan dingin berkata, "Jangan khawatir, aku tidak mengeluarkan uang tambahan dari perusahaan, dan aku juga dengan hati-hati memeriksa semua stoknya. Semuanya lolos jaminan kualitas."


"Ini tidak mungkin!"


Harvard merasa kesal. Dia bergegas maju dan berkata, "Emma, jangan coba-coba membohongi kami. Kalau kau tidak menyelesaikannya, beri tahu kami. Tidak apa-apa kalau kau mengakuinya. Tetapi kalau kau cuma mau sok sokan dan berbohong sudah menyelesaikannya meskipun kau tidak benar-benar melakukannya, Kakek tidak akan mengampunimu."


Emma mengejek. "Aku berbohong atau tidak, kalian bisa segera mengetahuinya."


Pada saat ini, sudah tidak ada artinya meskipun mereka masih berdebat lagi.


Richard melambaikan tangannya. "Di luar dingin, dan Emma juga lelah setelah seharian. Ayo pergi, kita tunggu di lobi."


Selama mereka menunggu sampai jam delapan malam, mereka akan tahu apa yang sedang terjadi.


Mereka akan tahu apakah Emma bisa menyelesaikan misi itu.


Jika Emma hanya ingin mempertahankan martabatnya dan berbohong dia telah menyelesaikan misi, itu akan lebih baik, dan Richard memiliki lebih cukup alasan untuk mengusir Emma.


Sebelum ini, Richard juga telah menganalisis langkah langkah yang berbeda dengan cermat.


Tak ada masalah.


Tidak ada kemungkinan untuk menyelesaikan misi itu!


Richard diam-diam menyeringai. Dia sangat percaya jika Emma hanya mengulur waktu.


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen


Sekian terima kasih.....


__ADS_2