Sang Dewa Perang

Sang Dewa Perang
Bab 479


__ADS_3

Thomas mengangkat bahu. "Menjadi pembalap mobil itu sangat berbahaya, tahu? Aku khawatir kau akan cemas."


"Terus, kenapa kau mau menjadi pembalap mobil?"


"Demi uang."


"Hah?"


Thomas menjawab dengan pasrah, "Kau tahu gajiku rendah. Ada banyak saat di mana aku akan dipandang rendah ketika aku berjalan bersama denganmu. Itu sebabnya aku ingin mendapatkan lebih banyak uang agar kau bisa membusungkan dadamu dengan bangga. Perlombaan ini akan memberikan penghasilan sekitar satu juta dolar sebulan. Kalau aku mendapatkan peringkat, aku bisa mendapatkan lebih dari sepuluh juta dolar sebulan. Kalau aku melakukannya dengan baik, kita tidak perlu lagi direpotkan dengan masalah keuangan."


Hati Emma luluh ketika mendengarnya.


Dia mendekat untuk memegang tangan Thomas. "Sejujurnya, saat kita menghabiskan waktu bersama selama periode waktu ini, aku memahami sesuatu. Ada banyak waktu di mana uang tidak akan menyelesaikan semuanya. Persahabatan dan cinta sejati jauh lebih berharga daripada uang."


Thomas tersenyum dan berkata, "Kalau begitu, apa aku boleh di rumah dan tak bekerja?"


Emma mencibir dan mendorong Thomas. "Tidak. Aku tidak mau menghabiskan sisa hidupku bersama orang yang miskin."


"Wow. Tadi kau terdengar sangat bermartabat, tetapi kau sebenarnya adalah wanita yang materialistis ! Kau yang minta!" Thomas menerkam Emma. Mereka bermain-main di tempat tidur, dan mereka terjerat dalam pelukan satu sama lain.


Thomas memanfaatkan kesempatan itu dan berkata, "Haruskah kita melakukannya malam ini?"


Emma cemberut. "Tidak. Aku harus melakukan perjalanan bisnis besok. Aku tak merasa nyaman."

__ADS_1


"Perjalanan bisnis?"


"Ya. Kakek memintaku pergi ke Glorious Sun untuk membeli sejumlah bahan baja. Aku mungkin harus pergi sekitar dua atau tiga hari. Untungnya, tempatnya masih di Distrik Southland, jadi tidak terlalu jauh."


Ketika pria itu mendengar jika Emma akan pergi ke Glorious Sun, kemarahan berkobar di wajah Thomas.


Yang lainnya mungkin tidak mengetahuinya, tetapi Thomas mengetahui hal ini dengan sangat jelas, karena dia adalah penanggung jawab area ketiga. Glorious Sun saat ini adalah tempat paling kacau di Distrik Southland.


Keamanan di sana sangat buruk.


Thomas ingin melakukan operasi skala besar dan menertibkan tempat itu berulang kali, tetapi dia tidak pernah berani bertindak gegabah.


Orang biasa yang pergi ke sana hanya akan berjalan menuju kematiannya sendiri, dan terlebih lagi bagi wanita cantik seperti Emma.


Richard bahkan tidak mengasihani cucunya sendiri. Orang tua ini benar-benar kejam.


Thomas berkata, "Emma, kenapa aku tidak pergi denganmu besok?"


Emma tertegun sejenak. "Bukannya kau sudah menandatangani perjanjian? Apa tidak masalah kau ikut denganku?"


"Tidak apa-apa. Itu kontrak sementara. Aku bisa membatalkannya kapan saja aku mau."


"Tapi...."

__ADS_1


Thomas memegang tangan Emma. "Tidak ada tapi-tapian. Aku akan khawatir kalau kau pergi ke tempat semacam itu sendirian. Daripada khawatir di rumah setiap hari, lebih baik aku ikut denganmu."


Ucapannya membuat bibir Emma melengkung.


"Hmph. Setidaknya kau masih punya hati nurani."


Thomas menambahkan, "Karena aku memiliki hati nurani yang baik, haruskah kita...?"


"Tidak!!!"


Pada akhirnya, Thomas masih belum bisa tidur dengan Emma.


Keesokan paginya, keduanya bangun pagi-pagi dan mandi. Thomas lalu mengendarai Ferrari yang dibelinya sebelumnya untuk mengantar Emma ke Glorious Sun di Southland District.


Rupanya, ini adalah tempat yang hanya ditinggali para iblis.


Ini adalah tanah yang tandus.


Tetapi Thomas adalah Dewa Perang dari neraka, dan dia sekarang akan menuju ke tanah tandus itu untuk menyingkirkan korupsi di tempat tersebut!


Bersambung.....


Jangan lupa like dan komen

__ADS_1


Sekian terima kasih.....


__ADS_2