Sang Dewa Perang

Sang Dewa Perang
Bab 33


__ADS_3

"Bagaimana mereka bisa melakukan ini padaku?


"Tidak mungkin! Aku perlu berbicara dengan mereka!"


Thomas segera menariknya. Kau tidak harus melakukannya."


"Kenapa? Apa kita sekonyong konyong memberikan kontrak yang telah kita tandatangani ini kepada pihak keluarga? Kakek lebih suka memberi Jade keuntungan daripada memberikannya padaku meski aku yang mengamankan kontrak itu. Kakek keterlaluan."


Thomas berkata, "Tenang dulu. Kau tidak perlu merasa cemas soal hal ini."


"Kenapa?"


"Karena selain dirimu, tidak ada seorang pun dari keluarga Hill yang


dapat mengambil proyek ini."


Emma tercengang. "Tapi, kita sudah.


menandatangani kontrak itu. Bahkan Biro Konstruksi Perkotaan pun terlambat untuk menyesalinya."


"Kontrak dan pengerjaan kontrak


adalah dua hal yang berbeda."


"Emma, jangan khawatir, kau yang akan menjalankan proyek ini. Tidak ada yang bisa mengambilnya darimu."

__ADS_1


"Bukankah Kakek memberimu cuti dua hari? Itu bagus. Kita bisa meninggalkan kota sekarang. Bagaimana kalau kita naik pesawat dan pergi traveling?"


Emma bingung. "Um ..."


"Dengarkan aku. Tidak ada yang salah. Ayo pergi."


Thomas membawa Emma bersamanya dan meninggalkan Kota Southland malam itu.


Keesokan paginya, semua anggota penting keluarga Hill tiba. Richard, Harvard, Jade, dan Donald datang ke perusahaan. Mereka sengaja menggelar karpet merah dan mengatur karangan bunga untuk menyambut staf dari Biro Konstruksi Perkotaan.


Pukul 9.00, wakil direktur, Cillian Wall tiba di Hill Manufacturing bersama bawahannya. Mereka dikelilingi oleh orang-orang saat memasuki ruang pertemuan.


Setelah mereka duduk, Jade berdiri


"Tuan Wall, saya Jade Hill, putri tertua di keluarga Hill. Sebagai penanggung jawab proyek konstruksi ini, saya ingin menjelaskan rencana dan implementasi kami kepada Tuan serta mendiskusikan detilnya dengan Tuan."


Cillian mengerutkan kening.


"Berhenti."


Dia melihat sekeliling dan berkata, " Saya ingat bahwa Nona Emma Hill adalah orang yang bertanggung jawab atas proyek ini. Dan kau bukan dia, kan?"


Jade merasa sedikit canggung. Jadi, Richard berbicara untuk membantu..


"Emma sedang tidak enak badan akhir-akhir ini, jadi saya memberinya cuti beberapa hari untuk membiarkannya beristirahat. Jade akan menggantikannya untuk menjalankan proyek tersebut.

__ADS_1


"Jangan khawatir, Tuan Wall. Kemampuan profesional Jade lebih kuat dari Emma, dan suami Jade, Donald Brick adalah wakil komandan di zona perang Eastland. Dia jauh lebih berpengaruh daripada suami Emma. Dengan bantuan Donald, saya yakin proyek ini akan berkembang lebih cepat."


Ekspresi Cillian langsung berubah.


"Donald Brick? Saya tidak mengenal orang ini. Selain itu, dia adalah seorang tentara. Apa hubungannya dia dengan Biro Konstruksi Perkotaan? Apakah dia tahu soal konstruksi?"


Cilian berdiri.


"Karena Nona Hill sedang tidak enak badan, kita tidak perlu melanjutkan pertemuan hari ini. Kita akan rapat. lagi setelah Nona Hill sembuh."


Sepertinya mereka akan diabaikan!


Richard menjadi sangat ketakutan sehingga dia segera berkata, " Jangan begitu, Tuan Wall. Sebenarnya, keluarga kami yang masih bertanggung jawab atas proyek ini, kan? Apa kami semua tidak sebanding dengan Emma?"


Cillian mencibir.


"Bagaimana menurutmu? Jika bukan karena Nona Emma Hill, apa saya akan memberimu proyek konstruksi? Bermimpilah saja! Begitu banyak keluarga kelas satu yang tertarik dengan proyek ini. Apa kau berpikir akan mendapatkan giliran?"


Setiap kata darinya membuat mereka gugup. Ternyata keluarga Hill tidak ada hubungannya dengan penandatanganan kontrak. Yang diinginkan pihak biro hanyalah Emma.


Richard terdiam. Saat itulah dia menyadari betapa kuat cucu perempuan yang dibencinya ini.


Bersambung.......


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2